Pengaruh Perfeksionisme terhadap Kemunculan Simtom Psikosomatis yang Dimediasi oleh Keterhubungan Sosial
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh dimensi perfeksionisme terhadap kemunculan simtom psikosomatis yang dimediasi oleh keterhubungan sosial. Gangguan psikosomatis adalah masalah kesehatan mental yang kurang dikenal dan mendapat perhatian di kalangan anak muda. Padahal, ga...
Saved in:
Main Authors: | , |
---|---|
Format: | Article |
Language: | Indonesian |
Published: |
Universitas Airlangga
2021-03-01
|
Series: | Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental |
Subjects: | |
Online Access: | https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/view/24633 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
_version_ | 1841543584306692096 |
---|---|
author | Elvira Linda Sihotang Nurul Hartini |
author_facet | Elvira Linda Sihotang Nurul Hartini |
author_sort | Elvira Linda Sihotang |
collection | DOAJ |
description | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh dimensi perfeksionisme terhadap kemunculan simtom psikosomatis yang dimediasi oleh keterhubungan sosial. Gangguan psikosomatis adalah masalah kesehatan mental yang kurang dikenal dan mendapat perhatian di kalangan anak muda. Padahal, gangguan psikosomatis berkembang disebabkan oleh stressor sehari-hari yang tidak mampu dikelola dengan baik, termasuk stressor yang berasal dari tugas perkembangan dewasa awal. Individu dapat semakin rentan mengalami gejala psikosomatis jika ia memiliki kepribadian perfeksionisme. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif melalui survei secara daring untuk individu usia 19-30 tahun tanpa batasan domisili. Sebanyak 311 partisipan menjawab 100 pernyataan yang dihimpun dari 3 alat ukur, yaitu Psychosomatic Symptoms Scale (PSS), Multidimensional Perfectionism Scale (MPS), dan Social Connectedness Scale. Seluruh partisipan dipastikan tidak sedang mengalami masalah kesehatan selama 3 bulan terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu dimensi perfeksionisme, yaitu socially-prescribed perfectionism memiliki pengaruh signifikan (p<0.001) terhadap kemunculan simtom psikosomatis. Hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa keterhubungan sosial berperan sebagai mediator parsial. |
format | Article |
id | doaj-art-ff8e53de35174ae0a84d4f0606753dc3 |
institution | Kabale University |
issn | 2776-1851 |
language | Indonesian |
publishDate | 2021-03-01 |
publisher | Universitas Airlangga |
record_format | Article |
series | Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental |
spelling | doaj-art-ff8e53de35174ae0a84d4f0606753dc32025-01-13T09:47:12ZindUniversitas AirlanggaBuletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental2776-18512021-03-0111687710.20473/brpkm.v1i1.2463320205Pengaruh Perfeksionisme terhadap Kemunculan Simtom Psikosomatis yang Dimediasi oleh Keterhubungan SosialElvira Linda Sihotang0Nurul Hartini1Universitas AirlanggaUniveritas AirlanggaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh dimensi perfeksionisme terhadap kemunculan simtom psikosomatis yang dimediasi oleh keterhubungan sosial. Gangguan psikosomatis adalah masalah kesehatan mental yang kurang dikenal dan mendapat perhatian di kalangan anak muda. Padahal, gangguan psikosomatis berkembang disebabkan oleh stressor sehari-hari yang tidak mampu dikelola dengan baik, termasuk stressor yang berasal dari tugas perkembangan dewasa awal. Individu dapat semakin rentan mengalami gejala psikosomatis jika ia memiliki kepribadian perfeksionisme. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif melalui survei secara daring untuk individu usia 19-30 tahun tanpa batasan domisili. Sebanyak 311 partisipan menjawab 100 pernyataan yang dihimpun dari 3 alat ukur, yaitu Psychosomatic Symptoms Scale (PSS), Multidimensional Perfectionism Scale (MPS), dan Social Connectedness Scale. Seluruh partisipan dipastikan tidak sedang mengalami masalah kesehatan selama 3 bulan terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu dimensi perfeksionisme, yaitu socially-prescribed perfectionism memiliki pengaruh signifikan (p<0.001) terhadap kemunculan simtom psikosomatis. Hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa keterhubungan sosial berperan sebagai mediator parsial.https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/view/24633simtom psikosomatisperfeksionismeketerhubungan sosialdewasa awal |
spellingShingle | Elvira Linda Sihotang Nurul Hartini Pengaruh Perfeksionisme terhadap Kemunculan Simtom Psikosomatis yang Dimediasi oleh Keterhubungan Sosial Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental simtom psikosomatis perfeksionisme keterhubungan sosial dewasa awal |
title | Pengaruh Perfeksionisme terhadap Kemunculan Simtom Psikosomatis yang Dimediasi oleh Keterhubungan Sosial |
title_full | Pengaruh Perfeksionisme terhadap Kemunculan Simtom Psikosomatis yang Dimediasi oleh Keterhubungan Sosial |
title_fullStr | Pengaruh Perfeksionisme terhadap Kemunculan Simtom Psikosomatis yang Dimediasi oleh Keterhubungan Sosial |
title_full_unstemmed | Pengaruh Perfeksionisme terhadap Kemunculan Simtom Psikosomatis yang Dimediasi oleh Keterhubungan Sosial |
title_short | Pengaruh Perfeksionisme terhadap Kemunculan Simtom Psikosomatis yang Dimediasi oleh Keterhubungan Sosial |
title_sort | pengaruh perfeksionisme terhadap kemunculan simtom psikosomatis yang dimediasi oleh keterhubungan sosial |
topic | simtom psikosomatis perfeksionisme keterhubungan sosial dewasa awal |
url | https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/view/24633 |
work_keys_str_mv | AT elviralindasihotang pengaruhperfeksionismeterhadapkemunculansimtompsikosomatisyangdimediasiolehketerhubungansosial AT nurulhartini pengaruhperfeksionismeterhadapkemunculansimtompsikosomatisyangdimediasiolehketerhubungansosial |