Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Biji dan Buah Bakau (Xylocarpus granatum J.Koenig) dengan Metode DPPH dan FRAP

Senyawa radikal bebas merupakan suatu molekul yang mempunyai sifat reaktif dan tidak stabil, sehingga senyawa ini mampu menyebabkan kerusakan biomolekul dengan merusak integritas DNA, protein dan lipid. Kondisi ini memicu terjadinya stres oksidatif yang mengakibatkan timbulnya penyakit degeneratif....

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardani, Ketut Agus Adrianta, Ni Nyoman Wahyu Udayani, Ni Luh Gede Erica Fridayana, Ni Nyoman Yudianti Mendra, Ni Made Dharma Shantini Suena
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Mahasaraswati Denpasar 2025-03-01
Series:Jurnal Ilmiah Medicamento
Subjects:
Online Access:https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/Medicamento/article/view/9426
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Senyawa radikal bebas merupakan suatu molekul yang mempunyai sifat reaktif dan tidak stabil, sehingga senyawa ini mampu menyebabkan kerusakan biomolekul dengan merusak integritas DNA, protein dan lipid. Kondisi ini memicu terjadinya stres oksidatif yang mengakibatkan timbulnya penyakit degeneratif. Manusia membutuhkan asupan antioksidan dari luar ketika antioksidan endogen tidak cukup untuk menangkal radikal bebas. Penelitian sebelumnya menunjukkan tingginya aktivitas antioksidan pada biji bakau. Potensi antioksidan dari kulit biji dan buah bakau masih belum dieksplorasi secara mendalam, baik dengan menggunakan metode DPPH maupun FRAP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kulit biji dan buah bakau (Xylocarpus granatum J.Koenig) menggunakan metode DPPH dan FRAP. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan eksperimental laboratorium. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan FRAP. Asam galat digunakan sebagai standar pembanding aktivitas antioksidan. Hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit biji, buah dan asam galat diperoleh nilai IC50 sebesar 10,83 mg/mL, 4,91 mg/mL dan 0,793 mg/mL (DPPH) dan RP50 sebesar 4.455,63 mg/mL, 15.556,32 mg/mL dan 34,04 mg/mL (FRAP). Perbedaan metode uji dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan dari masing-masing ekstrak, tergantung pada jenis radikal bebas, pelarut radikal bebas, aksesibilitas sterik dan pH pengujian.
ISSN:2356-4814