Pemanfaatan Teknologi untuk Mewujudkan Desa Wisata Digital
Desa Kampoeng Rajoet Binong Jati, sebagai salah satu desa wisata di wilayah Timur Kota Bandung, dengan bangga menonjolkan potensi dan keunikan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Terkenal karena industri rajut yang dimulai pada tahun 1960-an, desa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, dengan 40...
Saved in:
| Main Authors: | , , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
ILIN Institute Makassar
2024-04-01
|
| Series: | Caradde |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/2160 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850184873862496256 |
|---|---|
| author | Dian Anggraini Indira Syawanodya Asyifa Imanda Septiana Yulia Retnowati |
| author_facet | Dian Anggraini Indira Syawanodya Asyifa Imanda Septiana Yulia Retnowati |
| author_sort | Dian Anggraini |
| collection | DOAJ |
| description | Desa Kampoeng Rajoet Binong Jati, sebagai salah satu desa wisata di wilayah Timur Kota Bandung, dengan bangga menonjolkan potensi dan keunikan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Terkenal karena industri rajut yang dimulai pada tahun 1960-an, desa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, dengan 400 pengrajin rajut yang memproduksi sekitar 4.500 lusin pakaian rajut per bulan dan berhasil mengekspor produknya ke berbagai negara. Namun, dengan masuknya era revolusi industri 4.0, desa ini dihadapkan pada tantangan teknologi dan informasi. Saat ini, proses pembuatan laporan dan pencatatan stok masih bersifat manual, menyebabkan ketidakefisienan dan tingkat kesalahan yang signifikan, mengakibatkan kerugian materi. Oleh karena itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) telah mengembangkan aplikasi pencatatan inventori barang berbasis website yang diberi nama SiRajoet untuk membantu desa meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan optimalisasi bisnisnya. Selain pembuatan aplikasi, kegiatan sosialisasi dan pelatihan diadakan untuk memberikan informasi dan keterampilan kepada masyarakat Kampoeng Rajoet. Meski sistem ini berhasil mengatasi masalah pencatatan stok barang dan laporan, namun SiRajoet masih memiliki beberapa kekurangan yang akan menjadi dasar untuk kegiatan PkM di Kampoeng Rajoet di masa mendatang. |
| format | Article |
| id | doaj-art-f29f2dadb87b4571acd7942e4e6c3856 |
| institution | OA Journals |
| issn | 2621-7961 2621-7910 |
| language | Indonesian |
| publishDate | 2024-04-01 |
| publisher | ILIN Institute Makassar |
| record_format | Article |
| series | Caradde |
| spelling | doaj-art-f29f2dadb87b4571acd7942e4e6c38562025-08-20T02:16:55ZindILIN Institute MakassarCaradde2621-79612621-79102024-04-016342743310.31960/caradde.v6i3.21602096Pemanfaatan Teknologi untuk Mewujudkan Desa Wisata DigitalDian Anggraini0Indira Syawanodya1Asyifa Imanda Septiana2Yulia Retnowati3Universitas Pendidikan IndonesiaUniversitas Pendidikan IndonesiaUniversitas Pendidikan Indonesiaa:1:{s:5:"en_US";s:32:"Universitas Pendidikan Indonesia";}Desa Kampoeng Rajoet Binong Jati, sebagai salah satu desa wisata di wilayah Timur Kota Bandung, dengan bangga menonjolkan potensi dan keunikan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Terkenal karena industri rajut yang dimulai pada tahun 1960-an, desa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, dengan 400 pengrajin rajut yang memproduksi sekitar 4.500 lusin pakaian rajut per bulan dan berhasil mengekspor produknya ke berbagai negara. Namun, dengan masuknya era revolusi industri 4.0, desa ini dihadapkan pada tantangan teknologi dan informasi. Saat ini, proses pembuatan laporan dan pencatatan stok masih bersifat manual, menyebabkan ketidakefisienan dan tingkat kesalahan yang signifikan, mengakibatkan kerugian materi. Oleh karena itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) telah mengembangkan aplikasi pencatatan inventori barang berbasis website yang diberi nama SiRajoet untuk membantu desa meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan optimalisasi bisnisnya. Selain pembuatan aplikasi, kegiatan sosialisasi dan pelatihan diadakan untuk memberikan informasi dan keterampilan kepada masyarakat Kampoeng Rajoet. Meski sistem ini berhasil mengatasi masalah pencatatan stok barang dan laporan, namun SiRajoet masih memiliki beberapa kekurangan yang akan menjadi dasar untuk kegiatan PkM di Kampoeng Rajoet di masa mendatang.https://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/2160desa wisatateknologi informasiwebsite |
| spellingShingle | Dian Anggraini Indira Syawanodya Asyifa Imanda Septiana Yulia Retnowati Pemanfaatan Teknologi untuk Mewujudkan Desa Wisata Digital Caradde desa wisata teknologi informasi website |
| title | Pemanfaatan Teknologi untuk Mewujudkan Desa Wisata Digital |
| title_full | Pemanfaatan Teknologi untuk Mewujudkan Desa Wisata Digital |
| title_fullStr | Pemanfaatan Teknologi untuk Mewujudkan Desa Wisata Digital |
| title_full_unstemmed | Pemanfaatan Teknologi untuk Mewujudkan Desa Wisata Digital |
| title_short | Pemanfaatan Teknologi untuk Mewujudkan Desa Wisata Digital |
| title_sort | pemanfaatan teknologi untuk mewujudkan desa wisata digital |
| topic | desa wisata teknologi informasi website |
| url | https://journal.ilininstitute.com/index.php/caradde/article/view/2160 |
| work_keys_str_mv | AT diananggraini pemanfaatanteknologiuntukmewujudkandesawisatadigital AT indirasyawanodya pemanfaatanteknologiuntukmewujudkandesawisatadigital AT asyifaimandaseptiana pemanfaatanteknologiuntukmewujudkandesawisatadigital AT yuliaretnowati pemanfaatanteknologiuntukmewujudkandesawisatadigital |