Persinggungan Agama, Pengasuhan Anak, dan Media Sosial: Penelusuran Dunia Digital Perempuan Muda

Artikel ini berfokus pada proses berbagi, distribusi, hingga pembentukan pengetahuan terkait agama dan pola asuh anak di kalangan perempuan muda. Kemunculan internet, khususnya media sosial, jelas memberikan pengaruh pada bagaimana penerimaan dan persebaran pengetahuan. Agama dan pola asuh anak adal...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Supriansyah Supriansyah, Alfin Nor Hasan
Format: Article
Language:English
Published: Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Banjarmasin 2024-06-01
Series:Mu'adalah
Online Access:https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/muadalah/article/view/12741
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849697192394096640
author Supriansyah Supriansyah
Alfin Nor Hasan
author_facet Supriansyah Supriansyah
Alfin Nor Hasan
author_sort Supriansyah Supriansyah
collection DOAJ
description Artikel ini berfokus pada proses berbagi, distribusi, hingga pembentukan pengetahuan terkait agama dan pola asuh anak di kalangan perempuan muda. Kemunculan internet, khususnya media sosial, jelas memberikan pengaruh pada bagaimana penerimaan dan persebaran pengetahuan. Agama dan pola asuh anak adalah diskursus paling populer di kalangan perempuan muda hari in. Menariknya, para perempuan muda, populer hari ini dengan sebutan Mahmud (Mamah Muda) ini memiliki cara mendapatkan, membentuk, hingga mengonsumsi pengetahuan dengan generasi sebelumnya. Artikel ini berbasis pada pengamatan atas aktifitas media sosial para perempuan muda terkait tema agama dan pola asuh anak. Pertanyaan utama artikel ini adalah bagaimana proses pengumpulan, distribusi, berbagi, pembentukan, hingga konsumsi pengetahuan agama dan pola asuh anak di kalangan perempuan muda? Dengan menggunakan etnografi digital, artikel ini mengamati seluruh aktifitas media sosial sepuluh perempuan muda yang baru saja menjadi ibu. Artikel ini mendapati bahwa perempuan muda ini sudah lebih banyak menyeleksi atau meninggalkan pola asuh anak, yang mereka dapatkan dari para perempuan dari generasi sebelumnya. Selain itu, mereka juga memiliki sumber-sumber pengetahuan lain yang dianggap lebih otoritatif dalam menjelaskan tema agama dan pola asuh anak. Terakhir, para perempuan muda ini juga lebih banyak menolak atau meninggalkan beragam tradisi keagamaan yang berkelindan dengan Islam lokal, karena beragam alasan.
format Article
id doaj-art-f00c7ac22db0401b96e7cc9dcf0da72f
institution DOAJ
issn 2354-6271
2964-8599
language English
publishDate 2024-06-01
publisher Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Banjarmasin
record_format Article
series Mu'adalah
spelling doaj-art-f00c7ac22db0401b96e7cc9dcf0da72f2025-08-20T03:19:16ZengPusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri BanjarmasinMu'adalah2354-62712964-85992024-06-01121516410.18592/muadalah.v12i1.1274110458Persinggungan Agama, Pengasuhan Anak, dan Media Sosial: Penelusuran Dunia Digital Perempuan MudaSupriansyah Supriansyah0Alfin Nor Hasan1Kindai Institute BanjarmasinUniversitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, YogyakartaArtikel ini berfokus pada proses berbagi, distribusi, hingga pembentukan pengetahuan terkait agama dan pola asuh anak di kalangan perempuan muda. Kemunculan internet, khususnya media sosial, jelas memberikan pengaruh pada bagaimana penerimaan dan persebaran pengetahuan. Agama dan pola asuh anak adalah diskursus paling populer di kalangan perempuan muda hari in. Menariknya, para perempuan muda, populer hari ini dengan sebutan Mahmud (Mamah Muda) ini memiliki cara mendapatkan, membentuk, hingga mengonsumsi pengetahuan dengan generasi sebelumnya. Artikel ini berbasis pada pengamatan atas aktifitas media sosial para perempuan muda terkait tema agama dan pola asuh anak. Pertanyaan utama artikel ini adalah bagaimana proses pengumpulan, distribusi, berbagi, pembentukan, hingga konsumsi pengetahuan agama dan pola asuh anak di kalangan perempuan muda? Dengan menggunakan etnografi digital, artikel ini mengamati seluruh aktifitas media sosial sepuluh perempuan muda yang baru saja menjadi ibu. Artikel ini mendapati bahwa perempuan muda ini sudah lebih banyak menyeleksi atau meninggalkan pola asuh anak, yang mereka dapatkan dari para perempuan dari generasi sebelumnya. Selain itu, mereka juga memiliki sumber-sumber pengetahuan lain yang dianggap lebih otoritatif dalam menjelaskan tema agama dan pola asuh anak. Terakhir, para perempuan muda ini juga lebih banyak menolak atau meninggalkan beragam tradisi keagamaan yang berkelindan dengan Islam lokal, karena beragam alasan.https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/muadalah/article/view/12741
spellingShingle Supriansyah Supriansyah
Alfin Nor Hasan
Persinggungan Agama, Pengasuhan Anak, dan Media Sosial: Penelusuran Dunia Digital Perempuan Muda
Mu'adalah
title Persinggungan Agama, Pengasuhan Anak, dan Media Sosial: Penelusuran Dunia Digital Perempuan Muda
title_full Persinggungan Agama, Pengasuhan Anak, dan Media Sosial: Penelusuran Dunia Digital Perempuan Muda
title_fullStr Persinggungan Agama, Pengasuhan Anak, dan Media Sosial: Penelusuran Dunia Digital Perempuan Muda
title_full_unstemmed Persinggungan Agama, Pengasuhan Anak, dan Media Sosial: Penelusuran Dunia Digital Perempuan Muda
title_short Persinggungan Agama, Pengasuhan Anak, dan Media Sosial: Penelusuran Dunia Digital Perempuan Muda
title_sort persinggungan agama pengasuhan anak dan media sosial penelusuran dunia digital perempuan muda
url https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/muadalah/article/view/12741
work_keys_str_mv AT supriansyahsupriansyah persinggunganagamapengasuhananakdanmediasosialpenelusuranduniadigitalperempuanmuda
AT alfinnorhasan persinggunganagamapengasuhananakdanmediasosialpenelusuranduniadigitalperempuanmuda