Menilik Keabsahan Transaksi E-Commerce Yang Dilakukan Oleh Anak Dibawah Umur
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui keabsahan syarat sahnya perjanjian transaksi melalui e-commerce yang dilakukan oleh anak dibawah umur.Jenis penelitian yang dilakukan dalam penulisan ini melakukan penelitian studi kepustakaan (library research). Penelitian ini mengacu pada...
Saved in:
| Main Authors: | , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
2020-11-01
|
| Series: | Alauddin Law Development Journal |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/aldev/article/view/14243/9763 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1849769616785539072 |
|---|---|
| author | Aulia Fajriani Kamaruddin Istiqamah Istiqamah |
| author_facet | Aulia Fajriani Kamaruddin Istiqamah Istiqamah |
| author_sort | Aulia Fajriani Kamaruddin |
| collection | DOAJ |
| description | Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui keabsahan syarat sahnya perjanjian transaksi melalui e-commerce yang dilakukan oleh anak dibawah umur.Jenis penelitian yang dilakukan dalam penulisan ini melakukan penelitian studi kepustakaan (library research). Penelitian ini mengacu pada data atau bahan-bahan yang berkaitan langsung dengan topik permasalahan yang diangkat. Hasil penelitian menunjukkan perjanjian e-commercedinyatakan sah dan dinyatakan lahir saat tercapainya suatu kesepakatan mengenai objek yangdiperjanjikan, dan tidak terlepas dari apa yang telah secara dasar diamatkan oleh Pasal 1320 KUHPerdata dengan menggunakan media elektronik sebagai kontrak yang tidak terwujud secara tertulis. Hal ini menyangkut syarat subjektif suatu perjanjian. Pasal 333 KUHPerdata yang menyatakan cakap adalah orang dewasa, baik yang berumur 21 tahun ataupun yang telah menikah, dan anak-anak dianggap belum cakap.Transaksi e-commercedilakukan oleh pihak yang salah satunya di bawah umurdianggap sah selama tidak merugikan kedua belah pihak, dan pihak yang di bawah usia tersebut paham mengenai perjanjian yang harus terpenuhi serta bertanggung jawab atas apa yang telah disepakati, dan memenuhi unsur 1320 KUHPerdata. Akibat hukum dari perjanjian e-commerceadalah sah menuruthukum apabila memenuhi syarat perjanjian1320 KUHPerdata selama terpenuhi unsur syarat subjektif dan objektif. |
| format | Article |
| id | doaj-art-ef851497578442d0aec5276279dea4e1 |
| institution | DOAJ |
| issn | 2714-8742 2686-3782 |
| language | English |
| publishDate | 2020-11-01 |
| publisher | Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar |
| record_format | Article |
| series | Alauddin Law Development Journal |
| spelling | doaj-art-ef851497578442d0aec5276279dea4e12025-08-20T03:03:21ZengUniversitas Islam Negeri Alauddin MakassarAlauddin Law Development Journal2714-87422686-37822020-11-012Vol. 2 No. 3 (2020): ALDEV401412https://doi.org/10.24252/aldev.v2i3.14243Menilik Keabsahan Transaksi E-Commerce Yang Dilakukan Oleh Anak Dibawah UmurAulia Fajriani Kamaruddin0Istiqamah Istiqamah1Universitas Islam Negeri Alaudin MakassarUniversitas Islam Negeri Alaudin MakassarTulisan ini bertujuan untuk mengetahui keabsahan syarat sahnya perjanjian transaksi melalui e-commerce yang dilakukan oleh anak dibawah umur.Jenis penelitian yang dilakukan dalam penulisan ini melakukan penelitian studi kepustakaan (library research). Penelitian ini mengacu pada data atau bahan-bahan yang berkaitan langsung dengan topik permasalahan yang diangkat. Hasil penelitian menunjukkan perjanjian e-commercedinyatakan sah dan dinyatakan lahir saat tercapainya suatu kesepakatan mengenai objek yangdiperjanjikan, dan tidak terlepas dari apa yang telah secara dasar diamatkan oleh Pasal 1320 KUHPerdata dengan menggunakan media elektronik sebagai kontrak yang tidak terwujud secara tertulis. Hal ini menyangkut syarat subjektif suatu perjanjian. Pasal 333 KUHPerdata yang menyatakan cakap adalah orang dewasa, baik yang berumur 21 tahun ataupun yang telah menikah, dan anak-anak dianggap belum cakap.Transaksi e-commercedilakukan oleh pihak yang salah satunya di bawah umurdianggap sah selama tidak merugikan kedua belah pihak, dan pihak yang di bawah usia tersebut paham mengenai perjanjian yang harus terpenuhi serta bertanggung jawab atas apa yang telah disepakati, dan memenuhi unsur 1320 KUHPerdata. Akibat hukum dari perjanjian e-commerceadalah sah menuruthukum apabila memenuhi syarat perjanjian1320 KUHPerdata selama terpenuhi unsur syarat subjektif dan objektif.https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/aldev/article/view/14243/9763e-commerceperjanjiantransaksi |
| spellingShingle | Aulia Fajriani Kamaruddin Istiqamah Istiqamah Menilik Keabsahan Transaksi E-Commerce Yang Dilakukan Oleh Anak Dibawah Umur Alauddin Law Development Journal e-commerce perjanjian transaksi |
| title | Menilik Keabsahan Transaksi E-Commerce Yang Dilakukan Oleh Anak Dibawah Umur |
| title_full | Menilik Keabsahan Transaksi E-Commerce Yang Dilakukan Oleh Anak Dibawah Umur |
| title_fullStr | Menilik Keabsahan Transaksi E-Commerce Yang Dilakukan Oleh Anak Dibawah Umur |
| title_full_unstemmed | Menilik Keabsahan Transaksi E-Commerce Yang Dilakukan Oleh Anak Dibawah Umur |
| title_short | Menilik Keabsahan Transaksi E-Commerce Yang Dilakukan Oleh Anak Dibawah Umur |
| title_sort | menilik keabsahan transaksi e commerce yang dilakukan oleh anak dibawah umur |
| topic | e-commerce perjanjian transaksi |
| url | https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/aldev/article/view/14243/9763 |
| work_keys_str_mv | AT auliafajrianikamaruddin menilikkeabsahantransaksiecommerceyangdilakukanolehanakdibawahumur AT istiqamahistiqamah menilikkeabsahantransaksiecommerceyangdilakukanolehanakdibawahumur |