Evaluasi Penerapan Prinsip Good Governance pada Lembaga Amil Zakat Nurul Fikri Kota Palangka Raya

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Good Amil Governance (GAG) dalam pengelolaan zakat di LAZ Nurul Fikri, Palangka Raya. Penelitian ini berfokus pada enam prinsip utama: transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, keadilan, dan kepatuhan syariah. Metode yang digunakan...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Khairun Jariyah, Muhammad Noor Sayuti, Hanief Monady, Rofi Rofi
Format: Article
Language:Arabic
Published: Center for Research and Community Service (P3M) STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta 2025-07-01
Series:Muttaqien
Subjects:
Online Access:https://www.e-jurnal.staimuttaqien.ac.id/index.php/mtq/article/view/3142
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Good Amil Governance (GAG) dalam pengelolaan zakat di LAZ Nurul Fikri, Palangka Raya. Penelitian ini berfokus pada enam prinsip utama: transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, keadilan, dan kepatuhan syariah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci, observasi langsung, dan tinjauan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAZ Nurul Fikri telah menerapkan prinsip-prinsip GAG secara signifikan, terutama dalam transparansi dan akuntabilitas, yang tercermin dari penggunaan sistem digital untuk laporan keuangan, audit internal dan eksternal yang rutin, serta keterbukaan informasi kepada pemangku kepentingan. Namun, tantangan masih ada dalam tanggung jawab dan independensi, akibat keterbatasan sumber daya manusia dan rendahnya kesadaran masyarakat tentang zakat. Faktor pendukung termasuk sistem pelaporan yang efisien dan partisipasi muzaki yang tinggi, sedangkan penghambatnya adalah jaringan kolaborasi yang lemah dan literasi zakat yang kurang. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi lembaga zakat, pembuat kebijakan, dan akademisi, menekankan pentingnya digitalisasi, pengembangan SDM, dan kolaborasi strategis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan studi perbandingan antar wilayah serta menggunakan pendekatan metode campuran untuk memperkuat hasil.
ISSN:2723-5963