Analisis Manajemen Risiko Keselamatan Kerja Terhadap Ketenagakerjaan Di Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel Sungai Raya Kalimantan Barat

Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan sistem yang perlu diperhatikan untuk menjaga efisiensi perusahaan dalam mengurangi kerugian pada hal produktivitas dan keselamatan tenaga kerja. Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel atau ULPLTD merupakan perusahaan bidang kelistrikan sehin...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Hana Muslimah Eka Putri, Robby Irsan, Suci Pramadita
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Diponegoro University 2022-09-01
Series:Jurnal Ilmu Lingkungan
Subjects:
Online Access:https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44268
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850171740384133120
author Hana Muslimah Eka Putri
Robby Irsan
Suci Pramadita
author_facet Hana Muslimah Eka Putri
Robby Irsan
Suci Pramadita
author_sort Hana Muslimah Eka Putri
collection DOAJ
description Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan sistem yang perlu diperhatikan untuk menjaga efisiensi perusahaan dalam mengurangi kerugian pada hal produktivitas dan keselamatan tenaga kerja. Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel atau ULPLTD merupakan perusahaan bidang kelistrikan sehingga lingkungan perusahaan memerlukan penerapan sistem manajemen K3 agar dapat menunjang produktivitas perusahaan dan mengurangi kecelakaan kerja. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui nilai pengukuran parameter penerangan, iklim kerja dan kebisingan yang akan dibandingkan dengan Permenaker No 05 Tahun 2018. Tujuan selanjutnya penelitian ini untuk mengetahui penilaian tingkatan risiko bahaya dilihat dari unsur konsekuensi dan kemungkinan pada tenaga kerja. Metode untuk mengidentifikasi tingkatan risiko bahaya menggunakan semi-kuantitatif yang memberikan peringkat dari suatu variabel potensi bahaya didasarkan pada keputusan subjektif. Lokasi penelitian berada di ULPLTD Sungai Raya Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat. Hasil dari pengukuran parameter penerangan metode setempat yang tidak memenuhi baku mutu berada pada panel 1 di ruangan sentral mesin yaitu 14,6 lux, sedangkan untuk metode umum ruangan yang tidak memenuhi parameter penerangan berada diruangan thermal oil yaitu 89 lux. Ruangan yang memiliki suhu tertinggi berada di ruangan thermal oil yaitu 28,83 ºC sedangkan ruangan yang memiliki kelembaban tertinggi berada di ruangan sentral mesin yaitu 63,5%. Untuk parameter kebisingan, nilai tertinggi berada dititik sentral mesin sebesar 115,7 dB. Hasil analisis manajemen keselamatan kerja, didapatkan sebanyak 42 variabel risiko yang teridentifikasi bahaya. Dari 42 variabel risiko yang teridentifikasi terdapat 37 variabel dengan tingkatan acceptable yaitu variabel yang masih dapat diterima atau aman menurut tenaga kerja dan 5 variabel dengan tingkatan priority 3 yaitu variabel yang berkemungkinan dapat terjadi menurut tenaga kerja. Parameter yang memiliki tingkatan risiko bahaya terbanyak yaitu parameter kebisingan karena dari 11 variabel terdapat 2 variabel risiko dengan tingkatan priority 3.
format Article
id doaj-art-e9577dc7fd254b69ad20d3e835937953
institution OA Journals
issn 1829-8907
language Indonesian
publishDate 2022-09-01
publisher Diponegoro University
record_format Article
series Jurnal Ilmu Lingkungan
spelling doaj-art-e9577dc7fd254b69ad20d3e8359379532025-08-20T02:20:13ZindDiponegoro UniversityJurnal Ilmu Lingkungan1829-89072022-09-0120472673410.14710/jil.20.4.726-73420960Analisis Manajemen Risiko Keselamatan Kerja Terhadap Ketenagakerjaan Di Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel Sungai Raya Kalimantan BaratHana Muslimah Eka Putri0Robby Irsan1Suci Pramadita2Department of Environmental Engineering, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Hadari Nawawi, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia 78124, IndonesiaDepartment of Environmental Engineering, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Hadari Nawawi, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia 78124, IndonesiaDepartment of Environmental Engineering, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Hadari Nawawi, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia 78124, IndonesiaManajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan sistem yang perlu diperhatikan untuk menjaga efisiensi perusahaan dalam mengurangi kerugian pada hal produktivitas dan keselamatan tenaga kerja. Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel atau ULPLTD merupakan perusahaan bidang kelistrikan sehingga lingkungan perusahaan memerlukan penerapan sistem manajemen K3 agar dapat menunjang produktivitas perusahaan dan mengurangi kecelakaan kerja. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui nilai pengukuran parameter penerangan, iklim kerja dan kebisingan yang akan dibandingkan dengan Permenaker No 05 Tahun 2018. Tujuan selanjutnya penelitian ini untuk mengetahui penilaian tingkatan risiko bahaya dilihat dari unsur konsekuensi dan kemungkinan pada tenaga kerja. Metode untuk mengidentifikasi tingkatan risiko bahaya menggunakan semi-kuantitatif yang memberikan peringkat dari suatu variabel potensi bahaya didasarkan pada keputusan subjektif. Lokasi penelitian berada di ULPLTD Sungai Raya Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat. Hasil dari pengukuran parameter penerangan metode setempat yang tidak memenuhi baku mutu berada pada panel 1 di ruangan sentral mesin yaitu 14,6 lux, sedangkan untuk metode umum ruangan yang tidak memenuhi parameter penerangan berada diruangan thermal oil yaitu 89 lux. Ruangan yang memiliki suhu tertinggi berada di ruangan thermal oil yaitu 28,83 ºC sedangkan ruangan yang memiliki kelembaban tertinggi berada di ruangan sentral mesin yaitu 63,5%. Untuk parameter kebisingan, nilai tertinggi berada dititik sentral mesin sebesar 115,7 dB. Hasil analisis manajemen keselamatan kerja, didapatkan sebanyak 42 variabel risiko yang teridentifikasi bahaya. Dari 42 variabel risiko yang teridentifikasi terdapat 37 variabel dengan tingkatan acceptable yaitu variabel yang masih dapat diterima atau aman menurut tenaga kerja dan 5 variabel dengan tingkatan priority 3 yaitu variabel yang berkemungkinan dapat terjadi menurut tenaga kerja. Parameter yang memiliki tingkatan risiko bahaya terbanyak yaitu parameter kebisingan karena dari 11 variabel terdapat 2 variabel risiko dengan tingkatan priority 3.https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44268keselamatan kerja, iklim kerja, penerangan, kebisingan, semi-kuantitatif, tingkat risiko
spellingShingle Hana Muslimah Eka Putri
Robby Irsan
Suci Pramadita
Analisis Manajemen Risiko Keselamatan Kerja Terhadap Ketenagakerjaan Di Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel Sungai Raya Kalimantan Barat
Jurnal Ilmu Lingkungan
keselamatan kerja, iklim kerja, penerangan, kebisingan, semi-kuantitatif, tingkat risiko
title Analisis Manajemen Risiko Keselamatan Kerja Terhadap Ketenagakerjaan Di Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel Sungai Raya Kalimantan Barat
title_full Analisis Manajemen Risiko Keselamatan Kerja Terhadap Ketenagakerjaan Di Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel Sungai Raya Kalimantan Barat
title_fullStr Analisis Manajemen Risiko Keselamatan Kerja Terhadap Ketenagakerjaan Di Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel Sungai Raya Kalimantan Barat
title_full_unstemmed Analisis Manajemen Risiko Keselamatan Kerja Terhadap Ketenagakerjaan Di Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel Sungai Raya Kalimantan Barat
title_short Analisis Manajemen Risiko Keselamatan Kerja Terhadap Ketenagakerjaan Di Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel Sungai Raya Kalimantan Barat
title_sort analisis manajemen risiko keselamatan kerja terhadap ketenagakerjaan di unit layanan pusat listrik tenaga diesel sungai raya kalimantan barat
topic keselamatan kerja, iklim kerja, penerangan, kebisingan, semi-kuantitatif, tingkat risiko
url https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/44268
work_keys_str_mv AT hanamuslimahekaputri analisismanajemenrisikokeselamatankerjaterhadapketenagakerjaandiunitlayananpusatlistriktenagadieselsungairayakalimantanbarat
AT robbyirsan analisismanajemenrisikokeselamatankerjaterhadapketenagakerjaandiunitlayananpusatlistriktenagadieselsungairayakalimantanbarat
AT sucipramadita analisismanajemenrisikokeselamatankerjaterhadapketenagakerjaandiunitlayananpusatlistriktenagadieselsungairayakalimantanbarat