KORELASI GLUKOSA DAN KETON DARAH PADA PASIEN UNIT GAWAT DARURAT DAN RAWAT INAP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSAU DR. ESNAWAN ANTARIKSA JAKARTA
Secara epidemiologi diperkirakan pada tahun 2030 prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia mencapai 21,3 juta orang. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi DM tertinggi terdapat di Yogyakarta (2,6%), DKI Jakarta (2,5%) dan Sulawesi Utara (2,4%). Diabetes melitus mer...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
LPPM Unversitas Mohammad Husni Thamrin
2019-09-01
|
| Series: | Jurnal Ilmiah Kesehatan |
| Online Access: | https://journal.thamrin.ac.id/index.php/jikmht/article/view/59 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Secara epidemiologi diperkirakan pada tahun 2030 prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia mencapai 21,3 juta
orang. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi DM tertinggi terdapat di Yogyakarta (2,6%), DKI
Jakarta (2,5%) dan Sulawesi Utara (2,4%). Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang menyebabkan gangguan pada
metabolisme, disebabkan kurangnya produksi insulin yang diperlukan dalam proses perubahan glukosa menjadi energi.
Ketika tubuh tidak memiliki cukup glukosa, hati mengubah lemak menjadi keton. Berlebihnya keton yang ada di dalam
darah disebut ketosis. Diabetes melitus tipe 2 paling banyak ditemukan di masyarakat. Terjadinya ketosis dan kemudian
asidosis dapat menyebabkan kegawatan pada penyandang DM (ketoasidosis). Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk
mengetahui tingkat ketoasidosis pada pasien DM tipe 2 di unit gawat daraurat (UGD) dan rawat inap sehingga
penanganannya dapat lebih tepat. Metode yang dilakukan yaitu observasi potong lintang, subyek penelitian sebanyak 86
orang DM tipe 2 di UGD dan rawat inap berdasarkan rekam medik. Hasil yang diperoleh korelasi lemah (r= 0,352, p=
0,007) pada pasien UGD dan korelasi cukup (r= 0,570, p= 0,001) pada pasien rawat inap. Pada pasien UGD tidak
mengalami ketoasi dosis berat dibandingkan dengan pasien rawat inap, antara lain berhubungan dengan durasi
patofisiologi. Kesimpulan dan Saran yaitu pasien rawat inap harus dilakukan penatalaksanaan ketoasidosis yang lebih tepat.Â
Â
Kata Kunci: DM tipe 2, Glukosa, Keton, Ketoasidosis |
|---|---|
| ISSN: | 2301-9255 2656-1190 |