Profil Gr-1 dan CD34 Mencit yang Diinfeksi Staphylococcus aureus Pacsa Pemberian Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia)

S. aureus menyebabkan berbagai macam penyakit infeksi sistemik, seperti endokarditis, osteomielitis, sindrom kulit melepuh, pneumonia dan penyakit Toxic Shock Syndrom (TSS). Faktor virulen S. aureus dapat menginduksi peningkatan neutrofil, inflamasi, serta menstimulasi sel T sehingga terjadi sekresi...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Dia Faroka, Sri Rahayu, Muhaimin Rifa'i
Format: Article
Language:English
Published: University of Brawijaya 2013-06-01
Series:Journal of Experimental Life Science
Subjects:
Online Access:https://jels.ub.ac.id/index.php/jels/article/view/115
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:S. aureus menyebabkan berbagai macam penyakit infeksi sistemik, seperti endokarditis, osteomielitis, sindrom kulit melepuh, pneumonia dan penyakit Toxic Shock Syndrom (TSS). Faktor virulen S. aureus dapat menginduksi peningkatan neutrofil, inflamasi, serta menstimulasi sel T sehingga terjadi sekresi citokin proinflamasi secara besar-besaran. S. aureus resisten terhadap antibiotic sehingga mendorong masyarakat untuk mencari tanaman obat tradisional. Tanaman obat lebih efektif, efek samping lebih kecil, dan harga lebih murah dibandingkan obat sintetik. M. citrifolia dijadikan bahan alternatif pengobatan karena memiliki potensi sebagai anti mikroba, anti kanker, anti inflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil Gr-1 dan CD34 mencit yang diinfeksi S. aureus pacsa pemberian ekstrak air buah mengkudu (M. citrifolia). Penelitian menggunakan RAL factorial. Terdapat 2 kelompok yaitu kelompok non infeksi dan infeksi. Kedua kelompok diberi ekstrak air buah M. citrifolia dengan dosis berturut-turut 25 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB selama 20 hari kemudian diinfeksi S. aureus sebanyak 1 x 109 sel. Deteksi jumlah relatif Gr-1 dan CD34 menggunakan Flow cytometry, dianalisis dengan progam CellQuest dan dilakukan uji statistik ANOVA dan uji BNJ menggunakan progam SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pada kelompok non infeksi terjadi peningkatan Gr-1 pada dosis 100 mg/kgBB, dosis 25 mg/kgBB dan 100 mg/kgBB serta terjadi peningkatan dan penurunan CD34 secara signifikan (P<0.05). Pada kelompok Infeksi terjadi penuruan Gr-1 pada dosis 300 mg/kgBB, dan peningkatan CD34 pada dosis 100 mg/kgBB. Penurunan Gr-1 dimungkinkan karena senyawa M. citrifolia yang berperan sebagai anti inflamasi.
ISSN:2087-2852
2338-1655