EVALUASI FUNGSI HATI PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TERAPI ARV DI RSUD MANGUSADA

Penyakit HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan dunia karena menyebabkan angka kematian yang tinggi. Penyakit HIV/AIDS dapat menjangkit seluruh lapisan masyarakat dan semua kelompok umur. Salah satu efek samping dari penggunaan ARV yaitu terjadinya gangguan fungsi hati pada ODHA. Penilaian evaluasi p...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Herleeyana Meriyani, Ni Nyoman Wahyu Udayani, Ketut Agus Adrianta
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Mahasaraswati Denpasar 2018-09-01
Series:Jurnal Ilmiah Medicamento
Subjects:
Online Access:https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/Medicamento/article/view/865
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849228477255909376
author Herleeyana Meriyani
Ni Nyoman Wahyu Udayani
Ketut Agus Adrianta
author_facet Herleeyana Meriyani
Ni Nyoman Wahyu Udayani
Ketut Agus Adrianta
author_sort Herleeyana Meriyani
collection DOAJ
description Penyakit HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan dunia karena menyebabkan angka kematian yang tinggi. Penyakit HIV/AIDS dapat menjangkit seluruh lapisan masyarakat dan semua kelompok umur. Salah satu efek samping dari penggunaan ARV yaitu terjadinya gangguan fungsi hati pada ODHA. Penilaian evaluasi penggunaan terapi ARV terhadap gangguan fungsi hati dapat dilihat dari kadar SGPT/SGOT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mengevaluasi derajat kerusakan hati pasien HIV/AIDS dengan ARV serta untuk mengetahui pengaruh nevirapin terhadap efek peningkatan enzim SGOT dan SGPT. Jenis/desain penelitian ini merupakan penelitian studi cross sectional. Evaluasi fungsi hati dilakukan dengan melihat pemeriksaan fungsi hati pasien yang tercantum dalam rekam medis. Setelah data SGOT dan SGPT terkumpul maka akan dievaluasi apakah gangguan fungsi hati dengan menggunakan penggolongan toksisitas ARV yang ditetapkan oleh kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kemudian untuk melihat perbandingan fungsi hati masing masing regimen akan dlakukan secara statistika dengan taraf kepercayaan 95%. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek yang menjadi sampel penelitian yaitu berjumlah sebanyak 63 pasien, yang terdiri atas laki-laki 62% dan 38% perempuan. sebanyak 84,10 pasien HIV/AIDS yang memperoleh terapi ARV tidak mengalami gangguan hepar, sisanya mengalami toksisitas ringan dan sedang. Penggunaan nevirapin tidak berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan SGOT dan SGPT p>0,05; OR 0,833 (CI 0,192-3,614).
format Article
id doaj-art-e16f96d20145400ea80b92543e6d9754
institution Kabale University
issn 2356-4814
language English
publishDate 2018-09-01
publisher Universitas Mahasaraswati Denpasar
record_format Article
series Jurnal Ilmiah Medicamento
spelling doaj-art-e16f96d20145400ea80b92543e6d97542025-08-23T03:22:54ZengUniversitas Mahasaraswati DenpasarJurnal Ilmiah Medicamento2356-48142018-09-0142EVALUASI FUNGSI HATI PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TERAPI ARV DI RSUD MANGUSADAHerleeyana Meriyani0Ni Nyoman Wahyu Udayani1Ketut Agus Adrianta2Akademi Farmasi Saraswati DenpasarAkademi Farmasi Saraswati DenpasarAkademi Farmasi Saraswati Denpasar Penyakit HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan dunia karena menyebabkan angka kematian yang tinggi. Penyakit HIV/AIDS dapat menjangkit seluruh lapisan masyarakat dan semua kelompok umur. Salah satu efek samping dari penggunaan ARV yaitu terjadinya gangguan fungsi hati pada ODHA. Penilaian evaluasi penggunaan terapi ARV terhadap gangguan fungsi hati dapat dilihat dari kadar SGPT/SGOT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mengevaluasi derajat kerusakan hati pasien HIV/AIDS dengan ARV serta untuk mengetahui pengaruh nevirapin terhadap efek peningkatan enzim SGOT dan SGPT. Jenis/desain penelitian ini merupakan penelitian studi cross sectional. Evaluasi fungsi hati dilakukan dengan melihat pemeriksaan fungsi hati pasien yang tercantum dalam rekam medis. Setelah data SGOT dan SGPT terkumpul maka akan dievaluasi apakah gangguan fungsi hati dengan menggunakan penggolongan toksisitas ARV yang ditetapkan oleh kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kemudian untuk melihat perbandingan fungsi hati masing masing regimen akan dlakukan secara statistika dengan taraf kepercayaan 95%. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek yang menjadi sampel penelitian yaitu berjumlah sebanyak 63 pasien, yang terdiri atas laki-laki 62% dan 38% perempuan. sebanyak 84,10 pasien HIV/AIDS yang memperoleh terapi ARV tidak mengalami gangguan hepar, sisanya mengalami toksisitas ringan dan sedang. Penggunaan nevirapin tidak berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan SGOT dan SGPT p>0,05; OR 0,833 (CI 0,192-3,614). https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/Medicamento/article/view/865fungsi hatiHIV/AIDSterapi antiretroviral (ARV)
spellingShingle Herleeyana Meriyani
Ni Nyoman Wahyu Udayani
Ketut Agus Adrianta
EVALUASI FUNGSI HATI PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TERAPI ARV DI RSUD MANGUSADA
Jurnal Ilmiah Medicamento
fungsi hati
HIV/AIDS
terapi antiretroviral (ARV)
title EVALUASI FUNGSI HATI PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TERAPI ARV DI RSUD MANGUSADA
title_full EVALUASI FUNGSI HATI PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TERAPI ARV DI RSUD MANGUSADA
title_fullStr EVALUASI FUNGSI HATI PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TERAPI ARV DI RSUD MANGUSADA
title_full_unstemmed EVALUASI FUNGSI HATI PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TERAPI ARV DI RSUD MANGUSADA
title_short EVALUASI FUNGSI HATI PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN TERAPI ARV DI RSUD MANGUSADA
title_sort evaluasi fungsi hati pada pasien hiv aids dengan terapi arv di rsud mangusada
topic fungsi hati
HIV/AIDS
terapi antiretroviral (ARV)
url https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/Medicamento/article/view/865
work_keys_str_mv AT herleeyanameriyani evaluasifungsihatipadapasienhivaidsdenganterapiarvdirsudmangusada
AT ninyomanwahyuudayani evaluasifungsihatipadapasienhivaidsdenganterapiarvdirsudmangusada
AT ketutagusadrianta evaluasifungsihatipadapasienhivaidsdenganterapiarvdirsudmangusada