Pemerolehan Bahasa Dalam Perspektif Psikolinguistik Dan Alquran

Pemerolehan bahasa merupakan proses yang dialami manusia dalam perkembangan bahasanya. Pemerolehan ini bersifat alami. Pokok masalah dalam artikel ini adalah 1) Bagaimana teori pemerolehan bahasa dalam perspektif psiklinguistik dan Alquran. 2) Bagaimana proses pemerolehan bahasa dalam perspektif ps...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Ahmad Muradi
Format: Article
Language:Arabic
Published: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin 2018-12-01
Series:Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Online Access:https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/jtjik/article/view/2245
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Pemerolehan bahasa merupakan proses yang dialami manusia dalam perkembangan bahasanya. Pemerolehan ini bersifat alami. Pokok masalah dalam artikel ini adalah 1) Bagaimana teori pemerolehan bahasa dalam perspektif psiklinguistik dan Alquran. 2) Bagaimana proses pemerolehan bahasa dalam perspektif psiklinguistik dan Alquran. Sedangkan tujuan penulisan ini adalah 1) mendeskripsikan teori pemerolehan bahasa dalam perspektif psiklinguistik dan Alquran. 2) mendeskripsikan proses pemerolehan bahasa dalam perspektif psiklinguistik dan Alquran. Tiga teori telah membahas secara cermat terhadap pemerolehan bahasa ini, yaitu teori behavioristik, teori nativis dan fungsional. Sementara itu, berbagai kajian tersebut juga telah dibahas oleh Alquran. Teori behavioristik mengatakan bahwa pemerolehan bahasa melalui perilaku verbal, yaitu dengan adanya stimulus lalu kemudian direspon dan pada akhirnya menumbulkan bahasa. Sedang teori nativis mengatakan bahwa pemerolehan bahasa dengan kapasitas genetik yang mempengaruhi kemampuan kita dalam memahami bahasa di sekitar kita, yang hasilnya adalah sebuah konstruksi sistem bahasa yang tertanam dalam diri kita. Sementara teori fungsional mengatakan bahwa pemerolehan bahasa bergantung kepada perkembangan kognitif. Jadi, seseorang berdasar output bahasa, lalu memprosesnya dengan memberi makna dan pada akhirnya melahirkan bahasa sebagai input. Adapun dalam Alquran, proses pemerolehan bahasa dengan ujaran dan stimulus yang didapat dari luar. Kemudian disambut oleh potensi yang dimiliki dan dibantu dengan piranti yang ada. Kemudian, manusia mencerna pesan yang sampai dan mengolahnya dengan proses berpikir dan memori yang dimiliki. Lalu diteruskan dengan memahaminya dan pada akhirnya tercipta bahasa ‘baru’.
ISSN:2088-6691
2548-8376