Posisi Nilai Tukar Petani Padi dengan Nilai Tukar Petani Komoditas Pangan

Abstrak Salah satu alat ukur daya beli petani yang mencerminkan tingkat kesejahteraan petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan posisi Nilai Tukar Petani Padi dan Nilai Tukar Petani komoditas pangan lain di Indonesia, mengetahui penghitungan Nil...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Achadyah Parabawati
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Brawijaya 2012-05-01
Series:Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari
Online Access:http://jpal.ub.ac.id/index.php/jpal/article/view/106
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849434923259133952
author Achadyah Parabawati
author_facet Achadyah Parabawati
author_sort Achadyah Parabawati
collection DOAJ
description Abstrak Salah satu alat ukur daya beli petani yang mencerminkan tingkat kesejahteraan petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan posisi Nilai Tukar Petani Padi dan Nilai Tukar Petani komoditas pangan lain di Indonesia, mengetahui penghitungan Nilai Tukar Petani Padi dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Nilai Tukar Petani Padi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NTP Padi mengalami peningkatan dan dalam posisi lebih tinggi dari pada NTP komoditas pangan yang lain, sedangkan NTP komoditas pangan lain (Jagung, Kedelai, Ubi kayu dan Ubi jalar) mengalami penurunan. Rata-rata NTP Padi di Kabupaten Jember sebesar 203 dengan kisaran antara 16 hingga 392. NTP terendah terjadi karena luas lahan sangat sempit yaitu 0,13 Ha dan kebutuhan untuk membiayai anak yang masih sekolah. NTP tertinggi karena luas lahan relatif luas yaitu 4 Ha. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat NTP adalah luas lahan, gabah, dan anggota keluarga. Faktor usia, pengalaman, pendidikan, benih, pupuk, pestisida dan biaya tenaga kerja kurang berpengaruh terhadap NTP dan hubungannya terhadap NTP tidak signifikan.   Kata kunci : Nilai tukar petani, harga yang diterima, harga yang dibayar   Abstract One of measurement tools of farmer’s buying power that reflects farmer’s welfare is Exchange Value of Farmer (EVF). This research are intended to identify development of the position of Exchange Value of Paddy Farmers and that of other food commodities in Indonesia in general, identify calculation of Exchange Value of Paddy Farmer and analyze factors that influenced Exchange Value of Paddy Farmer. Research was done in Jember district, East Java. The research result showed that EVF of paddy commodity experienced an increase and its position was higher than EVF of other food commodities. Meanwhile, EVF of corn, soybean, cassava, sweet potato experienced a decrease. EVF of paddy in Jember Regency was 203 in average ranging 16 to 392, where EVF was the lowest due to very narrow size of the land (0.13 ha). The highest EVF was caused by the relatively large size of the land (4 ha). The most influential factors on EVF were land size and, subsequently, price of paddy grains and family member. However, factors of age, experience, education, seeds, fertilizer and pesticide and cost of workers were less influential on EVF, and their correlation with EVF was significant. Keywords : accepted price, exchange value of farmer, paid price
format Article
id doaj-art-de17bc02db394863947050db03dc671c
institution Kabale University
issn 2087-3522
2338-1671
language English
publishDate 2012-05-01
publisher Universitas Brawijaya
record_format Article
series Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari
spelling doaj-art-de17bc02db394863947050db03dc671c2025-08-20T03:26:29ZengUniversitas BrawijayaJurnal Pembangunan dan Alam Lestari2087-35222338-16712012-05-0112104Posisi Nilai Tukar Petani Padi dengan Nilai Tukar Petani Komoditas PanganAchadyah Parabawati0Sekolah Tinggi Ilmu Akuntansi (STIA) Pembangunan JemberAbstrak Salah satu alat ukur daya beli petani yang mencerminkan tingkat kesejahteraan petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan posisi Nilai Tukar Petani Padi dan Nilai Tukar Petani komoditas pangan lain di Indonesia, mengetahui penghitungan Nilai Tukar Petani Padi dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Nilai Tukar Petani Padi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NTP Padi mengalami peningkatan dan dalam posisi lebih tinggi dari pada NTP komoditas pangan yang lain, sedangkan NTP komoditas pangan lain (Jagung, Kedelai, Ubi kayu dan Ubi jalar) mengalami penurunan. Rata-rata NTP Padi di Kabupaten Jember sebesar 203 dengan kisaran antara 16 hingga 392. NTP terendah terjadi karena luas lahan sangat sempit yaitu 0,13 Ha dan kebutuhan untuk membiayai anak yang masih sekolah. NTP tertinggi karena luas lahan relatif luas yaitu 4 Ha. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat NTP adalah luas lahan, gabah, dan anggota keluarga. Faktor usia, pengalaman, pendidikan, benih, pupuk, pestisida dan biaya tenaga kerja kurang berpengaruh terhadap NTP dan hubungannya terhadap NTP tidak signifikan.   Kata kunci : Nilai tukar petani, harga yang diterima, harga yang dibayar   Abstract One of measurement tools of farmer’s buying power that reflects farmer’s welfare is Exchange Value of Farmer (EVF). This research are intended to identify development of the position of Exchange Value of Paddy Farmers and that of other food commodities in Indonesia in general, identify calculation of Exchange Value of Paddy Farmer and analyze factors that influenced Exchange Value of Paddy Farmer. Research was done in Jember district, East Java. The research result showed that EVF of paddy commodity experienced an increase and its position was higher than EVF of other food commodities. Meanwhile, EVF of corn, soybean, cassava, sweet potato experienced a decrease. EVF of paddy in Jember Regency was 203 in average ranging 16 to 392, where EVF was the lowest due to very narrow size of the land (0.13 ha). The highest EVF was caused by the relatively large size of the land (4 ha). The most influential factors on EVF were land size and, subsequently, price of paddy grains and family member. However, factors of age, experience, education, seeds, fertilizer and pesticide and cost of workers were less influential on EVF, and their correlation with EVF was significant. Keywords : accepted price, exchange value of farmer, paid pricehttp://jpal.ub.ac.id/index.php/jpal/article/view/106
spellingShingle Achadyah Parabawati
Posisi Nilai Tukar Petani Padi dengan Nilai Tukar Petani Komoditas Pangan
Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari
title Posisi Nilai Tukar Petani Padi dengan Nilai Tukar Petani Komoditas Pangan
title_full Posisi Nilai Tukar Petani Padi dengan Nilai Tukar Petani Komoditas Pangan
title_fullStr Posisi Nilai Tukar Petani Padi dengan Nilai Tukar Petani Komoditas Pangan
title_full_unstemmed Posisi Nilai Tukar Petani Padi dengan Nilai Tukar Petani Komoditas Pangan
title_short Posisi Nilai Tukar Petani Padi dengan Nilai Tukar Petani Komoditas Pangan
title_sort posisi nilai tukar petani padi dengan nilai tukar petani komoditas pangan
url http://jpal.ub.ac.id/index.php/jpal/article/view/106
work_keys_str_mv AT achadyahparabawati posisinilaitukarpetanipadidengannilaitukarpetanikomoditaspangan