Wali Dalam Perspektif Ulama Dan Masyarakat Kampung Dalam Pagar Martapura
Artikel ini membahas konsep kewalian (wali) dalam perspektif ulama dan masyarakat di Kampung Dalam Pagar, Martapura, Kalimantan Selatan. Dalam konteks tasawuf, kewalian menjadi topik menarik yang memerlukan pemahaman yang mendalam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskri...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Arabic |
| Published: |
The Graduate School of Antasari State Islamic University of Banjarmasin
2023-12-01
|
| Series: | Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman |
| Online Access: | https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/al-banjari/article/view/11270 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850150323612549120 |
|---|---|
| author | Muhammad Rusydi Fakhrie Hanief Ahmad Zainal Anbiya |
| author_facet | Muhammad Rusydi Fakhrie Hanief Ahmad Zainal Anbiya |
| author_sort | Muhammad Rusydi |
| collection | DOAJ |
| description | Artikel ini membahas konsep kewalian (wali) dalam perspektif ulama dan masyarakat di Kampung Dalam Pagar, Martapura, Kalimantan Selatan. Dalam konteks tasawuf, kewalian menjadi topik menarik yang memerlukan pemahaman yang mendalam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan fokus pada penelitian lapangan di Dalam Pagar, tempat fenomena ini terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan ulama dan masyarakat setempat sejalan dengan pemahaman umum dalam tasawuf. Mereka memandang kewalian sebagai hasil dari pengamalan syariat Islam dengan tekun, penguatan iman, dan ketakwaan yang mendalam. Lebih lanjut, perilaku sosial masyarakat Dalam Pagar mendukung pandangan ini. Masyarakat menerima dengan baik kehadiran wali atau individu yang dianggap memiliki potensi kewalian, terutama jika ada dukungan dan pengakuan dari ulama atau guru besar yang dihormati. Pengakuan ini tercermin dalam berbagai bentuk penghormatan, seperti ziarah, haul, serta penggunaan gambar atau foto wali di rumah-rumah mereka. Namun, perlu dicatat bahwa masyarakat juga bersikap hati-hati terhadap individu yang tidak memiliki legitimasi yang jelas sebagai wali. Hal ini menjadi lebih penting jika tidak ada dukungan resmi dari otoritas agama yang diakui oleh masyarakat.
Kesimpulannya, konsep kewalian dalam tasawuf memiliki dampak yang signifikan dalam budaya masyarakat Dalam Pagar Martapura. Pandangan ulama dan perilaku masyarakat terhadap kewalian mencerminkan pemahaman tradisional yang didasarkan pada keimanan, ketakwaan, dan pengamalan syariat Islam. Selain itu, legitimasi dari otoritas agama memegang peran penting dalam mengukuhkan seseorang sebagai wali di mata masyarakat. |
| format | Article |
| id | doaj-art-de068c3d1e4a493b9eaaa14064dbe458 |
| institution | OA Journals |
| issn | 1412-9507 2527-6778 |
| language | Arabic |
| publishDate | 2023-12-01 |
| publisher | The Graduate School of Antasari State Islamic University of Banjarmasin |
| record_format | Article |
| series | Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman |
| spelling | doaj-art-de068c3d1e4a493b9eaaa14064dbe4582025-08-20T02:26:36ZaraThe Graduate School of Antasari State Islamic University of BanjarmasinAl-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman1412-95072527-67782023-12-0122213817510.18592/albanjari.v22i2.112708981Wali Dalam Perspektif Ulama Dan Masyarakat Kampung Dalam Pagar MartapuraMuhammad Rusydi0Fakhrie Hanief1Ahmad Zainal Anbiya2Universitas Islam Negeri AntasariUniversitas Islam Negeri AntasariUniversitas Islam Negeri AntasariArtikel ini membahas konsep kewalian (wali) dalam perspektif ulama dan masyarakat di Kampung Dalam Pagar, Martapura, Kalimantan Selatan. Dalam konteks tasawuf, kewalian menjadi topik menarik yang memerlukan pemahaman yang mendalam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan fokus pada penelitian lapangan di Dalam Pagar, tempat fenomena ini terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan ulama dan masyarakat setempat sejalan dengan pemahaman umum dalam tasawuf. Mereka memandang kewalian sebagai hasil dari pengamalan syariat Islam dengan tekun, penguatan iman, dan ketakwaan yang mendalam. Lebih lanjut, perilaku sosial masyarakat Dalam Pagar mendukung pandangan ini. Masyarakat menerima dengan baik kehadiran wali atau individu yang dianggap memiliki potensi kewalian, terutama jika ada dukungan dan pengakuan dari ulama atau guru besar yang dihormati. Pengakuan ini tercermin dalam berbagai bentuk penghormatan, seperti ziarah, haul, serta penggunaan gambar atau foto wali di rumah-rumah mereka. Namun, perlu dicatat bahwa masyarakat juga bersikap hati-hati terhadap individu yang tidak memiliki legitimasi yang jelas sebagai wali. Hal ini menjadi lebih penting jika tidak ada dukungan resmi dari otoritas agama yang diakui oleh masyarakat. Kesimpulannya, konsep kewalian dalam tasawuf memiliki dampak yang signifikan dalam budaya masyarakat Dalam Pagar Martapura. Pandangan ulama dan perilaku masyarakat terhadap kewalian mencerminkan pemahaman tradisional yang didasarkan pada keimanan, ketakwaan, dan pengamalan syariat Islam. Selain itu, legitimasi dari otoritas agama memegang peran penting dalam mengukuhkan seseorang sebagai wali di mata masyarakat.https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/al-banjari/article/view/11270 |
| spellingShingle | Muhammad Rusydi Fakhrie Hanief Ahmad Zainal Anbiya Wali Dalam Perspektif Ulama Dan Masyarakat Kampung Dalam Pagar Martapura Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman |
| title | Wali Dalam Perspektif Ulama Dan Masyarakat Kampung Dalam Pagar Martapura |
| title_full | Wali Dalam Perspektif Ulama Dan Masyarakat Kampung Dalam Pagar Martapura |
| title_fullStr | Wali Dalam Perspektif Ulama Dan Masyarakat Kampung Dalam Pagar Martapura |
| title_full_unstemmed | Wali Dalam Perspektif Ulama Dan Masyarakat Kampung Dalam Pagar Martapura |
| title_short | Wali Dalam Perspektif Ulama Dan Masyarakat Kampung Dalam Pagar Martapura |
| title_sort | wali dalam perspektif ulama dan masyarakat kampung dalam pagar martapura |
| url | https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/al-banjari/article/view/11270 |
| work_keys_str_mv | AT muhammadrusydi walidalamperspektifulamadanmasyarakatkampungdalampagarmartapura AT fakhriehanief walidalamperspektifulamadanmasyarakatkampungdalampagarmartapura AT ahmadzainalanbiya walidalamperspektifulamadanmasyarakatkampungdalampagarmartapura |