Pengelolaan Sungai dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Guo berbasis Community Driven Program

Sungai Guo adalah salah satu dari 3 hulu di Kelurahan Kuranji yang berlokasi di jalan Lubuak Tampuruang Desa Guo RT 01 RW 06 Kelurahan Kuranji. Sebagai hulu, jalur Sungai Guo memiliki beberapa air terjun yang berpotensi besar sebagai daerah ekowisata Kota Padang. Potensi ini terancam gagal karena a...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Nurhamidah Nurhamidah, Alfina Mursida AlJauhari, Tiara Assyifa Muthmainnah, Ahmad Junaidi, Masril Syukur
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas 2025-06-01
Series:Warta Pengabdian Andalas
Subjects:
Online Access:https://wartaandalas.lppm.unand.ac.id/index.php/jwa/article/view/1270
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Sungai Guo adalah salah satu dari 3 hulu di Kelurahan Kuranji yang berlokasi di jalan Lubuak Tampuruang Desa Guo RT 01 RW 06 Kelurahan Kuranji. Sebagai hulu, jalur Sungai Guo memiliki beberapa air terjun yang berpotensi besar sebagai daerah ekowisata Kota Padang. Potensi ini terancam gagal karena adanya kerusakan sungai yang sering terjadi setiap tahunnya. Banyaknya sedimen yang terbawa saat musim hujan serta adanya tumbuhan yang ditanam masyarakat pada tebing sungai, membuat laju air melambat dan akhirnya sedimen menumpuk pada tebing segmen tengah Sungai Guo. Penumpukan sedimen menyebabkan perubahan pada pola aliran sungai dan penyempitan pada area sungai. Kurangnya pengetahuan dasar masyarakat Desa Guo bagaimana mengelola sungai dan DAS mengakibatkan degradasi fungsi lahan dan sungai, serta rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan bahaya penebangan hutan tanpa kontrol, mendasari terjadinya kerusakan Sungai Guo.  Untuk itu, diperlukanlah tindakan struktural maupun non-struktural yang berbasis masyarakat untuk melakukan pengelolaan sungai. Tindakan struktural dalam pengabdian ini terfokus pada pengelolaan sungai melalui normalisasi sungai dan tindakan non-struktural berupa kegiatan Focus Group Discussion (FGD) antara masyarakat dan stakeholder terkait.  Normalisasi Sungai Guo dilakukan dengan menebang tumbuhan, pengangkatan sedimentasi, dan perkuatan tebing sungai. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat mampu memanfaatkan sungai dan menjaga sungai secara swasembada.
ISSN:0854-655X
2797-1600