Bingkai Berita Konflik Pengelolaan Objek Wisata Gua Pindul, Gunung Kidul, Yogyakarta

Dalam beberapa kasus, media massa selalu menempatkan konflik sebagai isu yang menarik untuk dipublikasikan dan mereka juga memiliki kemampuan untuk membingkai bagaimana cara konflik terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif, bagaimana surat kabar harian lokal yaitu Kedau...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Victoria Sundari Handoko
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Negeri Semarang 2018-06-01
Series:Forum Ilmu Sosial
Subjects:
Online Access:https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/FIS/article/view/13288
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850167157620473856
author Victoria Sundari Handoko
author_facet Victoria Sundari Handoko
author_sort Victoria Sundari Handoko
collection DOAJ
description Dalam beberapa kasus, media massa selalu menempatkan konflik sebagai isu yang menarik untuk dipublikasikan dan mereka juga memiliki kemampuan untuk membingkai bagaimana cara konflik terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif, bagaimana surat kabar harian lokal yaitu Kedaulatan Rakyat dan Harian Jogja, membingkai peristiwa konflik terkait pengelolaan Gua Pindul, salah satu destinasi wisata populer di Yogyakarta. Untuk membaca secara teliti bagaimana kedua surat kabar lokal ini membingkai konflik, penelitian ini menggunakan teori framing Robert N. Entman dan pendekatan Sosiologi Medianya Reese dan Shoemaker. Hasil penelitian menemukan bahwa kedua surat kabar memiliki pola yang berbeda dalam membingkai isu konflik, terlebih dalam hal penyebab konflik dan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik tersebut. Pembingkaian berita konflik Gua Pindul oleh Kedaulatan Rakyat lebih menekankan pada ketidakjelasan regulasi pemerintah sehingga memunculkan konflik yang bersifat vertikal yaitu antara Edi Purwanto sebagai anggota DPRD yang akan mendirikan Taruna Wisata dengan pengelola lama wisata (Dewa Bejo, Wira Wisata, dan Panca Wisata). Sementara itu, Harian Jogja penekanannya lebih pada konflik antara pengelola wisata (konflik horizontal) karena tidak adanya kerjasama diantara mereka. Oleh karena itu, Kedaulatan Rakyat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul proaktif mengatasi masalah ini, sementara itu Harian Jogja lebih menekankan pentingnya deklarasi damai dibandingkan penyelesaian masalah melalui jalur hukum. Proses produksi media atas konflik wisata tidak bebas kepentingan, Kedaulatan Rakyat menerapkan sudut pandang strukturalis dan Harian Jogja dengan sudut pandang liberal.
format Article
id doaj-art-dc08c401d7034eaeab02f92b32b3d585
institution OA Journals
issn 1412-971X
2549-0745
language English
publishDate 2018-06-01
publisher Universitas Negeri Semarang
record_format Article
series Forum Ilmu Sosial
spelling doaj-art-dc08c401d7034eaeab02f92b32b3d5852025-08-20T02:21:16ZengUniversitas Negeri SemarangForum Ilmu Sosial1412-971X2549-07452018-06-01451517410.15294/fis.v44i2.132887738Bingkai Berita Konflik Pengelolaan Objek Wisata Gua Pindul, Gunung Kidul, YogyakartaVictoria Sundari Handoko0Universitas Atma Jaya YogyakartaDalam beberapa kasus, media massa selalu menempatkan konflik sebagai isu yang menarik untuk dipublikasikan dan mereka juga memiliki kemampuan untuk membingkai bagaimana cara konflik terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif, bagaimana surat kabar harian lokal yaitu Kedaulatan Rakyat dan Harian Jogja, membingkai peristiwa konflik terkait pengelolaan Gua Pindul, salah satu destinasi wisata populer di Yogyakarta. Untuk membaca secara teliti bagaimana kedua surat kabar lokal ini membingkai konflik, penelitian ini menggunakan teori framing Robert N. Entman dan pendekatan Sosiologi Medianya Reese dan Shoemaker. Hasil penelitian menemukan bahwa kedua surat kabar memiliki pola yang berbeda dalam membingkai isu konflik, terlebih dalam hal penyebab konflik dan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik tersebut. Pembingkaian berita konflik Gua Pindul oleh Kedaulatan Rakyat lebih menekankan pada ketidakjelasan regulasi pemerintah sehingga memunculkan konflik yang bersifat vertikal yaitu antara Edi Purwanto sebagai anggota DPRD yang akan mendirikan Taruna Wisata dengan pengelola lama wisata (Dewa Bejo, Wira Wisata, dan Panca Wisata). Sementara itu, Harian Jogja penekanannya lebih pada konflik antara pengelola wisata (konflik horizontal) karena tidak adanya kerjasama diantara mereka. Oleh karena itu, Kedaulatan Rakyat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul proaktif mengatasi masalah ini, sementara itu Harian Jogja lebih menekankan pentingnya deklarasi damai dibandingkan penyelesaian masalah melalui jalur hukum. Proses produksi media atas konflik wisata tidak bebas kepentingan, Kedaulatan Rakyat menerapkan sudut pandang strukturalis dan Harian Jogja dengan sudut pandang liberal.https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/FIS/article/view/13288konflikframingsosiologi mediagua pindulmedia massa
spellingShingle Victoria Sundari Handoko
Bingkai Berita Konflik Pengelolaan Objek Wisata Gua Pindul, Gunung Kidul, Yogyakarta
Forum Ilmu Sosial
konflik
framing
sosiologi media
gua pindul
media massa
title Bingkai Berita Konflik Pengelolaan Objek Wisata Gua Pindul, Gunung Kidul, Yogyakarta
title_full Bingkai Berita Konflik Pengelolaan Objek Wisata Gua Pindul, Gunung Kidul, Yogyakarta
title_fullStr Bingkai Berita Konflik Pengelolaan Objek Wisata Gua Pindul, Gunung Kidul, Yogyakarta
title_full_unstemmed Bingkai Berita Konflik Pengelolaan Objek Wisata Gua Pindul, Gunung Kidul, Yogyakarta
title_short Bingkai Berita Konflik Pengelolaan Objek Wisata Gua Pindul, Gunung Kidul, Yogyakarta
title_sort bingkai berita konflik pengelolaan objek wisata gua pindul gunung kidul yogyakarta
topic konflik
framing
sosiologi media
gua pindul
media massa
url https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/FIS/article/view/13288
work_keys_str_mv AT victoriasundarihandoko bingkaiberitakonflikpengelolaanobjekwisataguapindulgunungkidulyogyakarta