Studi Komparatif Pemilihan Bentuk Pengaturan Tentang Model Penyusunan Tindak Pidana Korupsi dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Indonesia dan Malaysia

Korupsi di Indonesia telah berlangsung di semua lapisan masyarakat, sehingga seolah-olah korupsi di Indonesia tak pernah habis untuk dibahas. Penegak hukum banyak yang terlibat ke dalam korupsi sehingga hal tersebut menyebabkan krisis kepercayaan dari masyarakat, namun di sisi lain masyarakat juga a...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Ridwan, Edi Setiadi, Rena Yulia, Dini Dewi Heniarti, Gialdah Tapiansari Batubara, Belardo Prasetya Mega Jaya
Format: Article
Language:English
Published: Rumah Jurnal Fakultas Hukum Universitas Pasundan 2025-04-01
Series:Jurnal Litigasi
Subjects:
Online Access:https://journal.unpas.ac.id/index.php/litigasi/article/view/19611
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849729573171757056
author Ridwan
Edi Setiadi
Rena Yulia
Dini Dewi Heniarti
Gialdah Tapiansari Batubara
Belardo Prasetya Mega Jaya
author_facet Ridwan
Edi Setiadi
Rena Yulia
Dini Dewi Heniarti
Gialdah Tapiansari Batubara
Belardo Prasetya Mega Jaya
author_sort Ridwan
collection DOAJ
description Korupsi di Indonesia telah berlangsung di semua lapisan masyarakat, sehingga seolah-olah korupsi di Indonesia tak pernah habis untuk dibahas. Penegak hukum banyak yang terlibat ke dalam korupsi sehingga hal tersebut menyebabkan krisis kepercayaan dari masyarakat, namun di sisi lain masyarakat juga apatis dan permisif terhadap tindak pidana korupsi yang terjadi, bahkan masyarakat juga  menjadi penyumbang korupsi terutama dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada, hal ini terjadi dikarenakan adanya anggapan politik uang merupakan hal yang wajar dalam sebuah ketidaksempurnaan demokrasi. Kondisi tersebut terjadi karena ditunjang oleh lemahnya substansi hukum tindak pidana korupsi. Lemahnya substansi hukum diakibatkan oleh kesalahan dalam proses legislasi yang mengakibatkan kesalahan pada tahap aplikasi dan eksekusi, sehingga perlu ditelaah model penyusunan undang-undang terkait tindak pidana korupsi dengan memakai metode yuridis normatif yakni mempelajari berbagai undang-undang terkait tindak pidana korupsi dengan pendekatan perbandingan, yakni memperbandingkan model penyusunan undang-undang anti korupsi antara Indonesia dan Malaysia. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis model penyusunan tentang perundang-undangan tindak pidana korupsi antara Indonesia dan Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan penyusunan tindak pidana korupsi di Indonesia tersebar di beberapa perundang-undangan yang berpotensi membuat disparitas keadilan di sisi lain model penyusunan tindak pidana korupsi di Indonesia dilakukan dengan saling melepas-pisahkan antara KUHP dengan undang-undang anti korupsi, sedangkan di Malaysia penyusunan undang-udang anti korupsinya saling menguatkan dengan Code Penal.
format Article
id doaj-art-daf07e45e09a4f99951689eb26983d9e
institution DOAJ
issn 2442-2274
language English
publishDate 2025-04-01
publisher Rumah Jurnal Fakultas Hukum Universitas Pasundan
record_format Article
series Jurnal Litigasi
spelling doaj-art-daf07e45e09a4f99951689eb26983d9e2025-08-20T03:09:11ZengRumah Jurnal Fakultas Hukum Universitas PasundanJurnal Litigasi2442-22742025-04-0126110.23969/litigasi.v26i1.19611Studi Komparatif Pemilihan Bentuk Pengaturan Tentang Model Penyusunan Tindak Pidana Korupsi dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Indonesia dan MalaysiaRidwan0Edi Setiadi1Rena Yulia2Dini Dewi Heniarti3Gialdah Tapiansari Batubara4Belardo Prasetya Mega Jaya5Doctor of Law Program (PDIH), Universitas Islam Bandung Faculty of Law, Universitas Islam BandungFaculty of Law, Universitas Sultan Ageng TirtayasaFaculty of Law, Universitas Islam BandungFaculty of Law, Universitas PasundanFaculty of Law, Universitas Sultan Ageng TirtayasaKorupsi di Indonesia telah berlangsung di semua lapisan masyarakat, sehingga seolah-olah korupsi di Indonesia tak pernah habis untuk dibahas. Penegak hukum banyak yang terlibat ke dalam korupsi sehingga hal tersebut menyebabkan krisis kepercayaan dari masyarakat, namun di sisi lain masyarakat juga apatis dan permisif terhadap tindak pidana korupsi yang terjadi, bahkan masyarakat juga  menjadi penyumbang korupsi terutama dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada, hal ini terjadi dikarenakan adanya anggapan politik uang merupakan hal yang wajar dalam sebuah ketidaksempurnaan demokrasi. Kondisi tersebut terjadi karena ditunjang oleh lemahnya substansi hukum tindak pidana korupsi. Lemahnya substansi hukum diakibatkan oleh kesalahan dalam proses legislasi yang mengakibatkan kesalahan pada tahap aplikasi dan eksekusi, sehingga perlu ditelaah model penyusunan undang-undang terkait tindak pidana korupsi dengan memakai metode yuridis normatif yakni mempelajari berbagai undang-undang terkait tindak pidana korupsi dengan pendekatan perbandingan, yakni memperbandingkan model penyusunan undang-undang anti korupsi antara Indonesia dan Malaysia. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis model penyusunan tentang perundang-undangan tindak pidana korupsi antara Indonesia dan Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan penyusunan tindak pidana korupsi di Indonesia tersebar di beberapa perundang-undangan yang berpotensi membuat disparitas keadilan di sisi lain model penyusunan tindak pidana korupsi di Indonesia dilakukan dengan saling melepas-pisahkan antara KUHP dengan undang-undang anti korupsi, sedangkan di Malaysia penyusunan undang-udang anti korupsinya saling menguatkan dengan Code Penal.https://journal.unpas.ac.id/index.php/litigasi/article/view/19611KorupsiSubstansi HukumPerbandingan
spellingShingle Ridwan
Edi Setiadi
Rena Yulia
Dini Dewi Heniarti
Gialdah Tapiansari Batubara
Belardo Prasetya Mega Jaya
Studi Komparatif Pemilihan Bentuk Pengaturan Tentang Model Penyusunan Tindak Pidana Korupsi dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Indonesia dan Malaysia
Jurnal Litigasi
Korupsi
Substansi Hukum
Perbandingan
title Studi Komparatif Pemilihan Bentuk Pengaturan Tentang Model Penyusunan Tindak Pidana Korupsi dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Indonesia dan Malaysia
title_full Studi Komparatif Pemilihan Bentuk Pengaturan Tentang Model Penyusunan Tindak Pidana Korupsi dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Indonesia dan Malaysia
title_fullStr Studi Komparatif Pemilihan Bentuk Pengaturan Tentang Model Penyusunan Tindak Pidana Korupsi dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Indonesia dan Malaysia
title_full_unstemmed Studi Komparatif Pemilihan Bentuk Pengaturan Tentang Model Penyusunan Tindak Pidana Korupsi dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Indonesia dan Malaysia
title_short Studi Komparatif Pemilihan Bentuk Pengaturan Tentang Model Penyusunan Tindak Pidana Korupsi dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Indonesia dan Malaysia
title_sort studi komparatif pemilihan bentuk pengaturan tentang model penyusunan tindak pidana korupsi dalam undang undang tindak pidana korupsi indonesia dan malaysia
topic Korupsi
Substansi Hukum
Perbandingan
url https://journal.unpas.ac.id/index.php/litigasi/article/view/19611
work_keys_str_mv AT ridwan studikomparatifpemilihanbentukpengaturantentangmodelpenyusunantindakpidanakorupsidalamundangundangtindakpidanakorupsiindonesiadanmalaysia
AT edisetiadi studikomparatifpemilihanbentukpengaturantentangmodelpenyusunantindakpidanakorupsidalamundangundangtindakpidanakorupsiindonesiadanmalaysia
AT renayulia studikomparatifpemilihanbentukpengaturantentangmodelpenyusunantindakpidanakorupsidalamundangundangtindakpidanakorupsiindonesiadanmalaysia
AT dinidewiheniarti studikomparatifpemilihanbentukpengaturantentangmodelpenyusunantindakpidanakorupsidalamundangundangtindakpidanakorupsiindonesiadanmalaysia
AT gialdahtapiansaribatubara studikomparatifpemilihanbentukpengaturantentangmodelpenyusunantindakpidanakorupsidalamundangundangtindakpidanakorupsiindonesiadanmalaysia
AT belardoprasetyamegajaya studikomparatifpemilihanbentukpengaturantentangmodelpenyusunantindakpidanakorupsidalamundangundangtindakpidanakorupsiindonesiadanmalaysia