Analisis Aliran Daya Sebelum dan Setelah Uprating Kapasitas Busbar 150 KV Pada Sistem Jaringan SUTT Banyuwangi
Jaringan transmisi saat ini sudah menggunakan konfigurasi single Busbar dan double Busbar. Untuk konfigurasi pada GI Banyuwangi tidak semua penghantar dalam sistem tersebut sudah dalam konfigurasi double Busbar. Padahal dengan konfigurasi double Busbar menjadikan sistem tersebut lebih handal dan mem...
Saved in:
| Main Authors: | , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Departement of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya
2021-12-01
|
| Series: | Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://jurnaleeccis.ub.ac.id/index.php/eeccis/article/view/1537 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850256647422738432 |
|---|---|
| author | Teguh Utomo Farid Rohmadi |
| author_facet | Teguh Utomo Farid Rohmadi |
| author_sort | Teguh Utomo |
| collection | DOAJ |
| description | Jaringan transmisi saat ini sudah menggunakan konfigurasi single Busbar dan double Busbar. Untuk konfigurasi pada GI Banyuwangi tidak semua penghantar dalam sistem tersebut sudah dalam konfigurasi double Busbar. Padahal dengan konfigurasi double Busbar menjadikan sistem tersebut lebih handal dan memiliki jatuh tegangan yang lebih rendah. Dengan laju pertumbuhan beban yang cukup tinggi khususnya di daerah Situbondo. Untuk menghindari adanya overload atau overcurrent ketika ada gangguan pada penghantar Banyuwangi-Situbondo yang dalam konfigurasi single Busbar, perlu adanya perubahan konfigurasi ke double Busbar. Hasil analisis load flow menggunakan ETAP dengan metode Newton Rhapson menunjukan bahwa beban yang melewati penghantar bus Banyuwangi mencapai 80 % dari beban maksimal. Ketika konfigurasi sistem dirubah dari single Busbar ke double Busbar, maka beban yang melewati penghantar bus Banyuwangi dan bus situbondo hanya 63.4%. Untuk bus Banyuwangi pada konfigurasi single circuit tegangan jatuhnya 21% dari tegangan nominalnya sedangkan double Busbar tegangan jatuhnya yaitu 14% dari tegangan nominalnya. Dari hasil analisis rugi-rugi daya menunjukkan total keseluruhan rugi-rugi daya untuk konfigurasi single Busbar sebesar 62.282 MW dan 191.619 MVAR untuk konfigurasi double circuit 44.038 MW dan 137.304 MVAR. |
| format | Article |
| id | doaj-art-d8e9b09bb8f4429fbb0eb91a6dcef978 |
| institution | OA Journals |
| issn | 2460-8122 |
| language | English |
| publishDate | 2021-12-01 |
| publisher | Departement of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya |
| record_format | Article |
| series | Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) |
| spelling | doaj-art-d8e9b09bb8f4429fbb0eb91a6dcef9782025-08-20T01:56:35ZengDepartement of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas BrawijayaJurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems)2460-81222021-12-01153798410.21776/jeeccis.v15i3.15371274Analisis Aliran Daya Sebelum dan Setelah Uprating Kapasitas Busbar 150 KV Pada Sistem Jaringan SUTT BanyuwangiTeguh Utomo0Farid RohmadiElectrical Engineering Departmen Universitas BrawijayaJaringan transmisi saat ini sudah menggunakan konfigurasi single Busbar dan double Busbar. Untuk konfigurasi pada GI Banyuwangi tidak semua penghantar dalam sistem tersebut sudah dalam konfigurasi double Busbar. Padahal dengan konfigurasi double Busbar menjadikan sistem tersebut lebih handal dan memiliki jatuh tegangan yang lebih rendah. Dengan laju pertumbuhan beban yang cukup tinggi khususnya di daerah Situbondo. Untuk menghindari adanya overload atau overcurrent ketika ada gangguan pada penghantar Banyuwangi-Situbondo yang dalam konfigurasi single Busbar, perlu adanya perubahan konfigurasi ke double Busbar. Hasil analisis load flow menggunakan ETAP dengan metode Newton Rhapson menunjukan bahwa beban yang melewati penghantar bus Banyuwangi mencapai 80 % dari beban maksimal. Ketika konfigurasi sistem dirubah dari single Busbar ke double Busbar, maka beban yang melewati penghantar bus Banyuwangi dan bus situbondo hanya 63.4%. Untuk bus Banyuwangi pada konfigurasi single circuit tegangan jatuhnya 21% dari tegangan nominalnya sedangkan double Busbar tegangan jatuhnya yaitu 14% dari tegangan nominalnya. Dari hasil analisis rugi-rugi daya menunjukkan total keseluruhan rugi-rugi daya untuk konfigurasi single Busbar sebesar 62.282 MW dan 191.619 MVAR untuk konfigurasi double circuit 44.038 MW dan 137.304 MVAR.https://jurnaleeccis.ub.ac.id/index.php/eeccis/article/view/1537etapanalisis load flowdouble busbar |
| spellingShingle | Teguh Utomo Farid Rohmadi Analisis Aliran Daya Sebelum dan Setelah Uprating Kapasitas Busbar 150 KV Pada Sistem Jaringan SUTT Banyuwangi Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) etap analisis load flow double busbar |
| title | Analisis Aliran Daya Sebelum dan Setelah Uprating Kapasitas Busbar 150 KV Pada Sistem Jaringan SUTT Banyuwangi |
| title_full | Analisis Aliran Daya Sebelum dan Setelah Uprating Kapasitas Busbar 150 KV Pada Sistem Jaringan SUTT Banyuwangi |
| title_fullStr | Analisis Aliran Daya Sebelum dan Setelah Uprating Kapasitas Busbar 150 KV Pada Sistem Jaringan SUTT Banyuwangi |
| title_full_unstemmed | Analisis Aliran Daya Sebelum dan Setelah Uprating Kapasitas Busbar 150 KV Pada Sistem Jaringan SUTT Banyuwangi |
| title_short | Analisis Aliran Daya Sebelum dan Setelah Uprating Kapasitas Busbar 150 KV Pada Sistem Jaringan SUTT Banyuwangi |
| title_sort | analisis aliran daya sebelum dan setelah uprating kapasitas busbar 150 kv pada sistem jaringan sutt banyuwangi |
| topic | etap analisis load flow double busbar |
| url | https://jurnaleeccis.ub.ac.id/index.php/eeccis/article/view/1537 |
| work_keys_str_mv | AT teguhutomo analisisalirandayasebelumdansetelahupratingkapasitasbusbar150kvpadasistemjaringansuttbanyuwangi AT faridrohmadi analisisalirandayasebelumdansetelahupratingkapasitasbusbar150kvpadasistemjaringansuttbanyuwangi |