Analisis Frekuensi Sampah Domestik Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

ABSTRAK Sampah akan ada selama manusia ada dan akan bertambah jika jumlah manusia juga bertambah. Sampah terbagi menjadi organik dan anorganik. Permasalahan sampah merupakan permasalahan lingkungan hidup di Indonesia, pada penelitian ini akan membahas sampah di Kabupaten Serang. Penelitian bertujuan...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Enggar Utari, Atiti Wahdiati, Rizka Ardya Wardani
Format: Article
Language:English
Published: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Teknologi Nasional Bandung 2023-08-01
Series:Rekayasa Hijau: Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan
Subjects:
Online Access:https://ejurnal.itenas.ac.id/index.php/rekayasahijau/article/view/9172
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850204648882831360
author Enggar Utari
Atiti Wahdiati
Rizka Ardya Wardani
author_facet Enggar Utari
Atiti Wahdiati
Rizka Ardya Wardani
author_sort Enggar Utari
collection DOAJ
description ABSTRAK Sampah akan ada selama manusia ada dan akan bertambah jika jumlah manusia juga bertambah. Sampah terbagi menjadi organik dan anorganik. Permasalahan sampah merupakan permasalahan lingkungan hidup di Indonesia, pada penelitian ini akan membahas sampah di Kabupaten Serang. Penelitian bertujuan memberikan informasi mengenai frekuensi sampah organik dan anorganik yang digunakan oleh mahasiswa semester 5 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang tempat tinggal di Kabupaten Serang, keberadaan Tempat Pembuangan Sampah, proses akhir dari sampah,, dan dampak sampah bagi kesehatan. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data dari mahasiswa. Data dikelola dengan mengelompokkan data untuk dianalisis jumlah frekuensi dari hasil pengisian kuesioner. Didapatkan frekuensi sampah terbanyak yaitu sampah organik 1.050 gr dan anorganik 4.050 gr Asrama Putri Kampus Sindangsari. Kemudian, sampah organik 27 gr dan anorganik 25 gr Waringin Kurung merupakan frekuensi paling sedikit. Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah di tempat tinggal sangat penting. Pengolahan sampah dengan baik akan mengurangi permasalahan sampah. Kata kunci: Limbah, pengelolaan, pengumpulan sampah, jenis sampah ABSTRACT Waste will exist as long as humans exist and will increase if the number of humans also increases. Waste is divided into organic and inorganic. The problem of waste is an environmental problem in Indonesia, this research will discuss waste in Serang Regency. The research aims to provide information about the frequency of organic and inorganic waste used by 5th semester students of Sultan Ageng Tirtayasa University who are domiciled in Serang Regency, the existence of landfills, the final process of waste, and the impact of waste on health. This type of research is descriptive quantitative research using a questionnaire to collect data from students. Data is managed by grouping data to analyze the number of frequencies from the results of filling out the questionnaire. The highest frequency of waste was obtained, namely 1,050 gr of organic waste and 4,050 gr of inorganic waste at the Sindangsari Campus Girls Dormitory. Then, 27 grams of organic waste and 25 grams of inorganic waste Waringin Kurung is the least frequency. The existence of a landfill in the residence is very important. Processing waste properly will reduce waste problems. Keywords: Waste, management, collection of waste, types of waste
format Article
id doaj-art-d7178747e78d4553b1facce27d0e636f
institution OA Journals
issn 2550-1070
2579-4264
language English
publishDate 2023-08-01
publisher Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Teknologi Nasional Bandung
record_format Article
series Rekayasa Hijau: Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan
spelling doaj-art-d7178747e78d4553b1facce27d0e636f2025-08-20T02:11:15ZengLembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Teknologi Nasional BandungRekayasa Hijau: Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan2550-10702579-42642023-08-017218919810.26760/jrh.v7i2.189-1983068Analisis Frekuensi Sampah Domestik Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng TirtayasaEnggar Utari0Atiti Wahdiati1Rizka Ardya Wardani2Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, SerangUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa, SerangUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa, SerangABSTRAK Sampah akan ada selama manusia ada dan akan bertambah jika jumlah manusia juga bertambah. Sampah terbagi menjadi organik dan anorganik. Permasalahan sampah merupakan permasalahan lingkungan hidup di Indonesia, pada penelitian ini akan membahas sampah di Kabupaten Serang. Penelitian bertujuan memberikan informasi mengenai frekuensi sampah organik dan anorganik yang digunakan oleh mahasiswa semester 5 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang tempat tinggal di Kabupaten Serang, keberadaan Tempat Pembuangan Sampah, proses akhir dari sampah,, dan dampak sampah bagi kesehatan. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data dari mahasiswa. Data dikelola dengan mengelompokkan data untuk dianalisis jumlah frekuensi dari hasil pengisian kuesioner. Didapatkan frekuensi sampah terbanyak yaitu sampah organik 1.050 gr dan anorganik 4.050 gr Asrama Putri Kampus Sindangsari. Kemudian, sampah organik 27 gr dan anorganik 25 gr Waringin Kurung merupakan frekuensi paling sedikit. Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah di tempat tinggal sangat penting. Pengolahan sampah dengan baik akan mengurangi permasalahan sampah. Kata kunci: Limbah, pengelolaan, pengumpulan sampah, jenis sampah ABSTRACT Waste will exist as long as humans exist and will increase if the number of humans also increases. Waste is divided into organic and inorganic. The problem of waste is an environmental problem in Indonesia, this research will discuss waste in Serang Regency. The research aims to provide information about the frequency of organic and inorganic waste used by 5th semester students of Sultan Ageng Tirtayasa University who are domiciled in Serang Regency, the existence of landfills, the final process of waste, and the impact of waste on health. This type of research is descriptive quantitative research using a questionnaire to collect data from students. Data is managed by grouping data to analyze the number of frequencies from the results of filling out the questionnaire. The highest frequency of waste was obtained, namely 1,050 gr of organic waste and 4,050 gr of inorganic waste at the Sindangsari Campus Girls Dormitory. Then, 27 grams of organic waste and 25 grams of inorganic waste Waringin Kurung is the least frequency. The existence of a landfill in the residence is very important. Processing waste properly will reduce waste problems. Keywords: Waste, management, collection of waste, types of wastehttps://ejurnal.itenas.ac.id/index.php/rekayasahijau/article/view/9172limbahpengelolaanpengumpulan sampahjenis sampah
spellingShingle Enggar Utari
Atiti Wahdiati
Rizka Ardya Wardani
Analisis Frekuensi Sampah Domestik Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Rekayasa Hijau: Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan
limbah
pengelolaan
pengumpulan sampah
jenis sampah
title Analisis Frekuensi Sampah Domestik Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
title_full Analisis Frekuensi Sampah Domestik Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
title_fullStr Analisis Frekuensi Sampah Domestik Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
title_full_unstemmed Analisis Frekuensi Sampah Domestik Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
title_short Analisis Frekuensi Sampah Domestik Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
title_sort analisis frekuensi sampah domestik mahasiswa pendidikan biologi universitas sultan ageng tirtayasa
topic limbah
pengelolaan
pengumpulan sampah
jenis sampah
url https://ejurnal.itenas.ac.id/index.php/rekayasahijau/article/view/9172
work_keys_str_mv AT enggarutari analisisfrekuensisampahdomestikmahasiswapendidikanbiologiuniversitassultanagengtirtayasa
AT atitiwahdiati analisisfrekuensisampahdomestikmahasiswapendidikanbiologiuniversitassultanagengtirtayasa
AT rizkaardyawardani analisisfrekuensisampahdomestikmahasiswapendidikanbiologiuniversitassultanagengtirtayasa