APLIKASI METODE GEOLISTRIK DALAM PENDUGAAN KETEBALAN LAPISAN TANAH GAMBUT (STUDI KASUS: DAERAH DI SEKITAR JL. PERDANA, KOTA PONTIANAK)
ABSTRAK Tanah gambut merupakan jenis tanah yang tergolong memiliki daya dukung tanah yang lemah. Pendugaan ketebalan tanah gambut telah dilakukan dengan menerapkan metode geolistrik resistivitas. Konfigurasi yang digunakan pada metode ini yaitu konfiguruasi Wenner dengan spasi elektroda terkecil...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Article |
Language: | Indonesian |
Published: |
Prodi Pendidikan Fisika and Unib Press, Universitas Bengkulu
2022-05-01
|
Series: | Jurnal Kumparan Fisika |
Subjects: | |
Online Access: | https://ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/article/view/20735 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
_version_ | 1825197315660447744 |
---|---|
author | Zulfian Zulfian |
author_facet | Zulfian Zulfian |
author_sort | Zulfian Zulfian |
collection | DOAJ |
description | ABSTRAK
Tanah gambut merupakan jenis tanah yang tergolong memiliki daya dukung tanah yang lemah. Pendugaan ketebalan tanah gambut telah dilakukan dengan menerapkan metode geolistrik resistivitas. Konfigurasi yang digunakan pada metode ini yaitu konfiguruasi Wenner dengan spasi elektroda terkecil sebesar 3 m. Dalam pendugaan lapisan tanah gambut, lintasan survei geolistrik resistivitas dibuat berjumlah 2 buah lintasan dengan panjang tiap lintasan 72 m dan berjarak 15 m. Data lapangan selanjutnya diolah dan dilakukan inversi sehingga diperoleh penampang resisitivtas 2D lokasi penelitian. Dari penampang resisitivitas 2D, pada lokasi penelitian diduga memiliki rata-rata ketebalan gambut 3 m s.d. 4 m dengan nilai resisitivitas 55,3 ?m s.d. 369 ?m. Setelah lapisan gambut, mulai dari kedalaman 3 m s.d. 10 m diduga lapisan tanah lempung. Informasi ketebalan lapisan tanah gambut dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan khusunya daerah pemukiman dalam proses pembangunan rumah maupun gedung di Kota Pontianak.
Kata kunci— geolistrik, resisitivitas, tanah gambut
ABSTRACT
Peat soil is a type of soil that has a weak soil bearing capacity. The estimation of the thickness of the peat soil can be done by applying the geoelectric resistivity method. The configuration used in this method is the Wenner configuration with the smallest electrode spacing of 3 m. In estimating the peat soil layer, the resistivity geoelectrical survey trajectory is made of 2 tracks with a length of each trajectory of 72 m and a distance of 15 m. The field data is then processed and inverted to obtain a 2D resistivity cross-section of the research location. From the 2D resistivity cross section, the research location is thought to have an average peat thickness of 3 m to 4 m with a resistivity value of 55.3 ?m to 369 ?m. After the peat layer, starting from a depth of 3 m to 10 m, it is assumed to be a layer of clay. Information on the thickness of the peat soil layer can be used for development planning, especially residential areas in the process of building houses and buildings in Pontianak City.
Keywords—geoelectric, resistivity, peat soil
|
format | Article |
id | doaj-art-d2bf206abd3749a1b06d0ece8d773593 |
institution | Kabale University |
issn | 2655-1403 |
language | Indonesian |
publishDate | 2022-05-01 |
publisher | Prodi Pendidikan Fisika and Unib Press, Universitas Bengkulu |
record_format | Article |
series | Jurnal Kumparan Fisika |
spelling | doaj-art-d2bf206abd3749a1b06d0ece8d7735932025-02-10T11:07:34ZindProdi Pendidikan Fisika and Unib Press, Universitas BengkuluJurnal Kumparan Fisika2655-14032022-05-0151APLIKASI METODE GEOLISTRIK DALAM PENDUGAAN KETEBALAN LAPISAN TANAH GAMBUT (STUDI KASUS: DAERAH DI SEKITAR JL. PERDANA, KOTA PONTIANAK)Zulfian Zulfian0Jurusan Fisika Universitas Tanjungpura, PontiianakABSTRAK Tanah gambut merupakan jenis tanah yang tergolong memiliki daya dukung tanah yang lemah. Pendugaan ketebalan tanah gambut telah dilakukan dengan menerapkan metode geolistrik resistivitas. Konfigurasi yang digunakan pada metode ini yaitu konfiguruasi Wenner dengan spasi elektroda terkecil sebesar 3 m. Dalam pendugaan lapisan tanah gambut, lintasan survei geolistrik resistivitas dibuat berjumlah 2 buah lintasan dengan panjang tiap lintasan 72 m dan berjarak 15 m. Data lapangan selanjutnya diolah dan dilakukan inversi sehingga diperoleh penampang resisitivtas 2D lokasi penelitian. Dari penampang resisitivitas 2D, pada lokasi penelitian diduga memiliki rata-rata ketebalan gambut 3 m s.d. 4 m dengan nilai resisitivitas 55,3 ?m s.d. 369 ?m. Setelah lapisan gambut, mulai dari kedalaman 3 m s.d. 10 m diduga lapisan tanah lempung. Informasi ketebalan lapisan tanah gambut dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan khusunya daerah pemukiman dalam proses pembangunan rumah maupun gedung di Kota Pontianak. Kata kunci— geolistrik, resisitivitas, tanah gambut ABSTRACT Peat soil is a type of soil that has a weak soil bearing capacity. The estimation of the thickness of the peat soil can be done by applying the geoelectric resistivity method. The configuration used in this method is the Wenner configuration with the smallest electrode spacing of 3 m. In estimating the peat soil layer, the resistivity geoelectrical survey trajectory is made of 2 tracks with a length of each trajectory of 72 m and a distance of 15 m. The field data is then processed and inverted to obtain a 2D resistivity cross-section of the research location. From the 2D resistivity cross section, the research location is thought to have an average peat thickness of 3 m to 4 m with a resistivity value of 55.3 ?m to 369 ?m. After the peat layer, starting from a depth of 3 m to 10 m, it is assumed to be a layer of clay. Information on the thickness of the peat soil layer can be used for development planning, especially residential areas in the process of building houses and buildings in Pontianak City. Keywords—geoelectric, resistivity, peat soil https://ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/article/view/20735geolistrikresisitivitastanah gambut |
spellingShingle | Zulfian Zulfian APLIKASI METODE GEOLISTRIK DALAM PENDUGAAN KETEBALAN LAPISAN TANAH GAMBUT (STUDI KASUS: DAERAH DI SEKITAR JL. PERDANA, KOTA PONTIANAK) Jurnal Kumparan Fisika geolistrik resisitivitas tanah gambut |
title | APLIKASI METODE GEOLISTRIK DALAM PENDUGAAN KETEBALAN LAPISAN TANAH GAMBUT (STUDI KASUS: DAERAH DI SEKITAR JL. PERDANA, KOTA PONTIANAK) |
title_full | APLIKASI METODE GEOLISTRIK DALAM PENDUGAAN KETEBALAN LAPISAN TANAH GAMBUT (STUDI KASUS: DAERAH DI SEKITAR JL. PERDANA, KOTA PONTIANAK) |
title_fullStr | APLIKASI METODE GEOLISTRIK DALAM PENDUGAAN KETEBALAN LAPISAN TANAH GAMBUT (STUDI KASUS: DAERAH DI SEKITAR JL. PERDANA, KOTA PONTIANAK) |
title_full_unstemmed | APLIKASI METODE GEOLISTRIK DALAM PENDUGAAN KETEBALAN LAPISAN TANAH GAMBUT (STUDI KASUS: DAERAH DI SEKITAR JL. PERDANA, KOTA PONTIANAK) |
title_short | APLIKASI METODE GEOLISTRIK DALAM PENDUGAAN KETEBALAN LAPISAN TANAH GAMBUT (STUDI KASUS: DAERAH DI SEKITAR JL. PERDANA, KOTA PONTIANAK) |
title_sort | aplikasi metode geolistrik dalam pendugaan ketebalan lapisan tanah gambut studi kasus daerah di sekitar jl perdana kota pontianak |
topic | geolistrik resisitivitas tanah gambut |
url | https://ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/article/view/20735 |
work_keys_str_mv | AT zulfianzulfian aplikasimetodegeolistrikdalampendugaanketebalanlapisantanahgambutstudikasusdaerahdisekitarjlperdanakotapontianak |