GAYA BAHASA, TEKNIK PENERJEMAHAN, DAN KUALITAS TERJEMAHAN DALAM DONGENG DISNEY DWIBAHASA BERJUDUL CINDERELLA: MY BEDTIME STORY DAN TINKERBELL AND THE GREAT FAIRY RESCUE

Penerjemah mulai membidik kegiatan menerjemahkan berbagai genre literatur anak, salah satunya adalah dongeng. Meskipun teks dongeng anak memiliki fitur bahasa yang sederhana, akan tetapi proses penerjemahannya tidak bisa dianggap sepele. Penerjemah harus memperhatikan karakteristik dan kemampuan keb...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Yogi Rohana, Riyadi Santosa, Djatmika Djatmika
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Sebelas Maret 2017-05-01
Series:Prasasti: Journal of Linguistics
Online Access:https://jurnal.uns.ac.id/pjl/article/view/1736
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Penerjemah mulai membidik kegiatan menerjemahkan berbagai genre literatur anak, salah satunya adalah dongeng. Meskipun teks dongeng anak memiliki fitur bahasa yang sederhana, akan tetapi proses penerjemahannya tidak bisa dianggap sepele. Penerjemah harus memperhatikan karakteristik dan kemampuan kebahasaan anak sesuai usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa (Style) literatur anak bergenre dongeng, teknik penerjemahan yang digunakan, dan kualitas terjemahan dongeng tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus terpancang. Kemudian objek penelitiannya adalah dua dongeng Disney dwibahasa berjudul Cinderella:  My Bedtime Story dan Tinker Bell and the Great Fairy Rescue. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis leksis, struktur kelompok nomina, dan struktur klausanya, dongeng pertama berada pada kontinum gaya bahasa cenderung lisan dan dongeng kedua berada pada kontinum gaya bahasa lisan tulis. Beberapa teknik penerjemahan yang digunakan pada kedua dongeng meliputi teknik kesepadanan lazim, variasi, amplifikasi, reduksi, transposisi, modulasi, dan kompresi linguistik. Peggunaan teknik tersebut mampu mempertahankan gaya bahasa dongeng dan menghasilkan terjemahan yang akurat dan terbaca, walaupun tingkat keberterimaan kurang.   Kata kunci: gaya bahasa, literatur anak, dongeng, teknik penerjemahan, kualitas terjemahan.
ISSN:2503-2658
2527-2969