Perbedaan Derajat Stres Guru Wanita Sekolah Muhammadiyah Dan Non Muhammadiyah Di Yogyakarta Pada Masa Pandemi

Pandemi membawa dampak pada kondisi psikologis masyarakat, salah satunya adalah stres.  Sejak munculnya pandemi, layanan konsultasi online bersama Psikolog menerima pasien dewasa sebanyak 9428 orang atau 67,8 % dari total pasien secara keseluruhan (Pranita, 2020).  Kondisi stres ini terutama dialami...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Annisa Warastri, Ratna Yunita Setiyani
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Muhammadiyah Metro 2022-04-01
Series:Guidena
Subjects:
Online Access:https://ojs.fkip.ummetro.ac.id/index.php/bk/article/view/4675
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850193622212804608
author Annisa Warastri
Ratna Yunita Setiyani
author_facet Annisa Warastri
Ratna Yunita Setiyani
author_sort Annisa Warastri
collection DOAJ
description Pandemi membawa dampak pada kondisi psikologis masyarakat, salah satunya adalah stres.  Sejak munculnya pandemi, layanan konsultasi online bersama Psikolog menerima pasien dewasa sebanyak 9428 orang atau 67,8 % dari total pasien secara keseluruhan (Pranita, 2020).  Kondisi stres ini terutama dialami oleh wanita bekerja, wanita yang bekerja disebut memiliki beban ganda. Salah satu profil profesi yang terkena dampak pandemi adalah Guru.  Di masa pandemi ini, Pendidikan berubah dengan lebih tergantung kepada teknologi.  Hal ini tentu saja akan menambah beban guru dalam mengajar karena harus memikirkan cara terbaik untuk mengajar ditengah Pandemi Covid-19.  Dengan adanya konsep Islam Berkemajuan yang harus diyakini dan diterapkan bagi seluruh warga Muhammadiyah, maka tentu akan memberikan manfaat tersendiri dalam proses manajemen stres. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan secara cross sectional.  Pengambilan subjek penelitian diambil berdasarkan metode random sampling.  Subjek dalam penelitian ini berjumlah 224 orang guru wanita sekolah muhammadiyah dan sekolah non muhammadiyah.  Dari hasil penelitian, ini diperoleh data bahwa ada perbedaan derajat stres pada Guru Wanita yang bekerja di Sekolah Muhammadiyah dan Sekolah Non Muhammadiyah, di mana jumlah subjek yang bekerja di sekolah non muhammadiyah yang mengalami stres berat dan stres skala sedang jumlahnya lebih banyak dibandingkan subjek yang bekerja di sekolah muhammadiyah.  Sedangkan, jumlah subjek yang bekerja di sekolah muhammadiyah yang mengalami stres skala ringan jumlahnya lebih banyak dibandingkan subjek yang bekerja di sekolah non muhammadiyah.
format Article
id doaj-art-cfb7191dc32f46ab8968362aa958998e
institution OA Journals
issn 2088-9623
2442-7802
language English
publishDate 2022-04-01
publisher Universitas Muhammadiyah Metro
record_format Article
series Guidena
spelling doaj-art-cfb7191dc32f46ab8968362aa958998e2025-08-20T02:14:11ZengUniversitas Muhammadiyah MetroGuidena2088-96232442-78022022-04-01121515710.24127/gdn.v12i1.46752223Perbedaan Derajat Stres Guru Wanita Sekolah Muhammadiyah Dan Non Muhammadiyah Di Yogyakarta Pada Masa PandemiAnnisa Warastri0Ratna Yunita Setiyani1Universitas Aisyiyah YogyakartaUniversitas Aisyiyah YogyakartaPandemi membawa dampak pada kondisi psikologis masyarakat, salah satunya adalah stres.  Sejak munculnya pandemi, layanan konsultasi online bersama Psikolog menerima pasien dewasa sebanyak 9428 orang atau 67,8 % dari total pasien secara keseluruhan (Pranita, 2020).  Kondisi stres ini terutama dialami oleh wanita bekerja, wanita yang bekerja disebut memiliki beban ganda. Salah satu profil profesi yang terkena dampak pandemi adalah Guru.  Di masa pandemi ini, Pendidikan berubah dengan lebih tergantung kepada teknologi.  Hal ini tentu saja akan menambah beban guru dalam mengajar karena harus memikirkan cara terbaik untuk mengajar ditengah Pandemi Covid-19.  Dengan adanya konsep Islam Berkemajuan yang harus diyakini dan diterapkan bagi seluruh warga Muhammadiyah, maka tentu akan memberikan manfaat tersendiri dalam proses manajemen stres. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan secara cross sectional.  Pengambilan subjek penelitian diambil berdasarkan metode random sampling.  Subjek dalam penelitian ini berjumlah 224 orang guru wanita sekolah muhammadiyah dan sekolah non muhammadiyah.  Dari hasil penelitian, ini diperoleh data bahwa ada perbedaan derajat stres pada Guru Wanita yang bekerja di Sekolah Muhammadiyah dan Sekolah Non Muhammadiyah, di mana jumlah subjek yang bekerja di sekolah non muhammadiyah yang mengalami stres berat dan stres skala sedang jumlahnya lebih banyak dibandingkan subjek yang bekerja di sekolah muhammadiyah.  Sedangkan, jumlah subjek yang bekerja di sekolah muhammadiyah yang mengalami stres skala ringan jumlahnya lebih banyak dibandingkan subjek yang bekerja di sekolah non muhammadiyah.https://ojs.fkip.ummetro.ac.id/index.php/bk/article/view/4675stresguru wanitamuhammadiyahpandemi
spellingShingle Annisa Warastri
Ratna Yunita Setiyani
Perbedaan Derajat Stres Guru Wanita Sekolah Muhammadiyah Dan Non Muhammadiyah Di Yogyakarta Pada Masa Pandemi
Guidena
stres
guru wanita
muhammadiyah
pandemi
title Perbedaan Derajat Stres Guru Wanita Sekolah Muhammadiyah Dan Non Muhammadiyah Di Yogyakarta Pada Masa Pandemi
title_full Perbedaan Derajat Stres Guru Wanita Sekolah Muhammadiyah Dan Non Muhammadiyah Di Yogyakarta Pada Masa Pandemi
title_fullStr Perbedaan Derajat Stres Guru Wanita Sekolah Muhammadiyah Dan Non Muhammadiyah Di Yogyakarta Pada Masa Pandemi
title_full_unstemmed Perbedaan Derajat Stres Guru Wanita Sekolah Muhammadiyah Dan Non Muhammadiyah Di Yogyakarta Pada Masa Pandemi
title_short Perbedaan Derajat Stres Guru Wanita Sekolah Muhammadiyah Dan Non Muhammadiyah Di Yogyakarta Pada Masa Pandemi
title_sort perbedaan derajat stres guru wanita sekolah muhammadiyah dan non muhammadiyah di yogyakarta pada masa pandemi
topic stres
guru wanita
muhammadiyah
pandemi
url https://ojs.fkip.ummetro.ac.id/index.php/bk/article/view/4675
work_keys_str_mv AT annisawarastri perbedaanderajatstresguruwanitasekolahmuhammadiyahdannonmuhammadiyahdiyogyakartapadamasapandemi
AT ratnayunitasetiyani perbedaanderajatstresguruwanitasekolahmuhammadiyahdannonmuhammadiyahdiyogyakartapadamasapandemi