Tata Laksana Farmakologis Nyeri Kanker

Diperkirakan akan ada 15 juta kasus kanker baru seperti yang diprediksi oleh Badan Kesehatan Dunia. Sayangnya tata laksana nyeri kanker masih di bawah standar. Hal yang terpenting dalam mengobati nyeri kanker adalah menentukan nyeri macam apa yang diderita oleh pasien. Setelah itu pengobatan dilaku...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Gardian Lukman, Eddy Harjanto
Format: Article
Language:English
Published: Dharmais Cancer Hospital - National Cancer Center 2007-09-01
Series:Indonesian Journal of Cancer
Subjects:
Online Access:https://www.indonesianjournalofcancer.or.id/e-journal/index.php/ijoc/article/view/23
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849396970590830592
author Gardian Lukman
Eddy Harjanto
author_facet Gardian Lukman
Eddy Harjanto
author_sort Gardian Lukman
collection DOAJ
description Diperkirakan akan ada 15 juta kasus kanker baru seperti yang diprediksi oleh Badan Kesehatan Dunia. Sayangnya tata laksana nyeri kanker masih di bawah standar. Hal yang terpenting dalam mengobati nyeri kanker adalah menentukan nyeri macam apa yang diderita oleh pasien. Setelah itu pengobatan dilakukan dengan penggunaan anak tangga nyeri. Opioid terutama morfin masih merupakan obat utama dalam tata laksana kanker.
format Article
id doaj-art-ced3d783d7cc4538b118ea9f9244813c
institution Kabale University
issn 1978-3744
2355-6811
language English
publishDate 2007-09-01
publisher Dharmais Cancer Hospital - National Cancer Center
record_format Article
series Indonesian Journal of Cancer
spelling doaj-art-ced3d783d7cc4538b118ea9f9244813c2025-08-20T03:39:10ZengDharmais Cancer Hospital - National Cancer CenterIndonesian Journal of Cancer1978-37442355-68112007-09-011312112310.33371/ijoc.v1i3.23Tata Laksana Farmakologis Nyeri KankerGardian Lukman0Eddy Harjanto1Staf Medik Fungsional Anestesi RS. Kanker "Dharmais"Staf Medik Fungsional Anestesi RS. Kanker "Dharmais"Diperkirakan akan ada 15 juta kasus kanker baru seperti yang diprediksi oleh Badan Kesehatan Dunia. Sayangnya tata laksana nyeri kanker masih di bawah standar. Hal yang terpenting dalam mengobati nyeri kanker adalah menentukan nyeri macam apa yang diderita oleh pasien. Setelah itu pengobatan dilakukan dengan penggunaan anak tangga nyeri. Opioid terutama morfin masih merupakan obat utama dalam tata laksana kanker.https://www.indonesianjournalofcancer.or.id/e-journal/index.php/ijoc/article/view/23nyeri kankeropioidanak tangga nyeri
spellingShingle Gardian Lukman
Eddy Harjanto
Tata Laksana Farmakologis Nyeri Kanker
Indonesian Journal of Cancer
nyeri kanker
opioid
anak tangga nyeri
title Tata Laksana Farmakologis Nyeri Kanker
title_full Tata Laksana Farmakologis Nyeri Kanker
title_fullStr Tata Laksana Farmakologis Nyeri Kanker
title_full_unstemmed Tata Laksana Farmakologis Nyeri Kanker
title_short Tata Laksana Farmakologis Nyeri Kanker
title_sort tata laksana farmakologis nyeri kanker
topic nyeri kanker
opioid
anak tangga nyeri
url https://www.indonesianjournalofcancer.or.id/e-journal/index.php/ijoc/article/view/23
work_keys_str_mv AT gardianlukman tatalaksanafarmakologisnyerikanker
AT eddyharjanto tatalaksanafarmakologisnyerikanker