HUBUNGAN KONSUMSI IKAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN
Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi kronis terganggunya pertumbuhan yang digambarkan pada z-score TB/U < -2SD. Prevalensi stunting di Indonesia cukup tinggi yaitu 37,2%. Salah satu penyebabnya adalah pemberian nutrisi yang tidak adekuat saat masa pertumbuhan. Diketahui dari penelitian bahw...
Saved in:
| Main Authors: | , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro
2017-03-01
|
| Series: | Jurnal Kedokteran Diponegoro |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/16233 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1849418568128528384 |
|---|---|
| author | Annisa Nailis Fathia Rachim Rina Pratiwi |
| author_facet | Annisa Nailis Fathia Rachim Rina Pratiwi |
| author_sort | Annisa Nailis Fathia Rachim |
| collection | DOAJ |
| description | Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi kronis terganggunya pertumbuhan yang digambarkan pada z-score TB/U < -2SD. Prevalensi stunting di Indonesia cukup tinggi yaitu 37,2%. Salah satu penyebabnya adalah pemberian nutrisi yang tidak adekuat saat masa pertumbuhan. Diketahui dari penelitian bahwa mengkonsumsi ikan akan memberikan asupan protein dan mikronutrien untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.
Tujuan: Mengetahui hubungan konsumsi ikan (frekuensi dan jenis) terhadap kejadian stunting.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional jenis studi kasus kontrol. Jumlah subjek penelitian yaitu 106 anak usia 2-5 tahun yang mengkonsumsi ikan, yang terdiri dari 53 anak stunting pada kelompok kasus dan 53 anak normal pada kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan di Rowosari Semarang pada April-Juni 2016. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square.
Hasil: Dari penelitian ini, didapatkan hubungan bermakna pada konsumsi jenis ikan (p = 0,015; OR = 2,48) dan status ekonomi (p = 0,017; OR = 0,42) terhadap kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun. Sedangkan hubungan tidak bermakna didapatkan pada frekuensi konsumsi ikan (p = 0,302), tingkat pendidikan ibu (p = 0,109), dan riwayat pemberian ASI (p = 0,844) dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara konsumsi jenis ikan dan status ekonomi terhadap kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun. |
| format | Article |
| id | doaj-art-cddfb36e10b341eb85fcc1bc7d1969e9 |
| institution | Kabale University |
| issn | 2540-8844 |
| language | English |
| publishDate | 2017-03-01 |
| publisher | Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro |
| record_format | Article |
| series | Jurnal Kedokteran Diponegoro |
| spelling | doaj-art-cddfb36e10b341eb85fcc1bc7d1969e92025-08-20T03:32:24ZengFaculty of Medicine, Universitas DiponegoroJurnal Kedokteran Diponegoro2540-88442017-03-0161364510.14710/dmj.v6i1.1623316046HUBUNGAN KONSUMSI IKAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUNAnnisa Nailis Fathia RachimRina PratiwiLatar Belakang: Stunting merupakan kondisi kronis terganggunya pertumbuhan yang digambarkan pada z-score TB/U < -2SD. Prevalensi stunting di Indonesia cukup tinggi yaitu 37,2%. Salah satu penyebabnya adalah pemberian nutrisi yang tidak adekuat saat masa pertumbuhan. Diketahui dari penelitian bahwa mengkonsumsi ikan akan memberikan asupan protein dan mikronutrien untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan: Mengetahui hubungan konsumsi ikan (frekuensi dan jenis) terhadap kejadian stunting. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional jenis studi kasus kontrol. Jumlah subjek penelitian yaitu 106 anak usia 2-5 tahun yang mengkonsumsi ikan, yang terdiri dari 53 anak stunting pada kelompok kasus dan 53 anak normal pada kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan di Rowosari Semarang pada April-Juni 2016. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil: Dari penelitian ini, didapatkan hubungan bermakna pada konsumsi jenis ikan (p = 0,015; OR = 2,48) dan status ekonomi (p = 0,017; OR = 0,42) terhadap kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun. Sedangkan hubungan tidak bermakna didapatkan pada frekuensi konsumsi ikan (p = 0,302), tingkat pendidikan ibu (p = 0,109), dan riwayat pemberian ASI (p = 0,844) dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun Kesimpulan: Terdapat hubungan antara konsumsi jenis ikan dan status ekonomi terhadap kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun.https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/16233stunting, konsumsi ikan |
| spellingShingle | Annisa Nailis Fathia Rachim Rina Pratiwi HUBUNGAN KONSUMSI IKAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN Jurnal Kedokteran Diponegoro stunting, konsumsi ikan |
| title | HUBUNGAN KONSUMSI IKAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN |
| title_full | HUBUNGAN KONSUMSI IKAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN |
| title_fullStr | HUBUNGAN KONSUMSI IKAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN |
| title_full_unstemmed | HUBUNGAN KONSUMSI IKAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN |
| title_short | HUBUNGAN KONSUMSI IKAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN |
| title_sort | hubungan konsumsi ikan terhadap kejadian stunting pada anak usia 2 5 tahun |
| topic | stunting, konsumsi ikan |
| url | https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/16233 |
| work_keys_str_mv | AT annisanailisfathiarachim hubungankonsumsiikanterhadapkejadianstuntingpadaanakusia25tahun AT rinapratiwi hubungankonsumsiikanterhadapkejadianstuntingpadaanakusia25tahun |