Kajian Semantik Al-Qur’an: Implementasi Teori Sīyāq al-Qur’ān Syekh al-Šhahrānī dalam Analisis Kata Rīḥ dan Rīyāḥ

Pembahasan mengenai pemaknaan kata rīh dan riyāh dalam al-Qur’an menjadi sorotan perbincangan dalam dunia akademik yaitu adanya sebuah penelitian yang menggeneralisir makna kata rīh sebagai angin negatif sedangkan riyāh bermakna angin positif. Hadirnya teori siyāq al-Qur’ān perspektif Syekh Al-Šhahr...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Muhammad Khalil Kanzu, Abdul Qudus Al Faruq, Eka Sulistiyawati, Abdur Rohman
Format: Article
Language:Arabic
Published: Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam 2025-04-01
Series:Jurnal Semiotika-Q
Subjects:
Online Access:https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jsq/article/view/27037
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Pembahasan mengenai pemaknaan kata rīh dan riyāh dalam al-Qur’an menjadi sorotan perbincangan dalam dunia akademik yaitu adanya sebuah penelitian yang menggeneralisir makna kata rīh sebagai angin negatif sedangkan riyāh bermakna angin positif. Hadirnya teori siyāq al-Qur’ān perspektif Syekh Al-Šhahrānī  yang ditulis dalam karyanya al-Siyāq al-Qurʼānī wa Atharuhu Fī Tafsīr al-Madrasah al-ʻaqlīyah al-Ḥadīthah menawarkan kepada segenap peneliti al-Qur’an kontemporer untuk lebih berhati-hati sekaligus menghindari kesalahan analisa yang disebabkan oleh penelitian yang kurang objektif dalam melihat konteks sebuah ayat. Maka tujuan daripada penelitian ini adalah mengimplementasikan teori siyāq al-Qur’ān perspektif Syekh al-Šhahrānī  dalam menganalisa kata rīh dan riyāh dalam al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah tafsir tematik dengan fokus membahas tentang metode penafsiran sebuah tokoh yang akan diimplementasikan dalam pembahasan kata rīh dan riyāh dalam al-Qur'an. Kajian ini mengulas persoalan semantik dengan menggunakan teknik pengumpulan data dan sumbernya dari buku-buku literatur (library research). Penelitian ini menunjukkan bahwa makna kata rīh tidak selalu negatif dan riyāh tidak selalu positif, bergantung pada konteks internal dan eksternal yang mempengaruhi interpretasi ayat-ayat Qur'an tersebut. Penggunaan kata-kata tersebut dengan mengikuti konteks dalam (Sīyāq al-Dākẖlī) dan konteks luar (Sīyāq al-Kẖārijī) nash al-Qur’an. Penelitian ini berkontribusi dalam menambah wawasan kajian kebahasaan untuk tidak menggenelarisir makna sebuah kata kemudian dapat di aplikasikan kepada penelitian setelahnya untuk membahas makna kata pada kajian semantik al-Qur’an melalui konteks internal dan eksternal ayat.
ISSN:2809-6401
2809-0500