Sensitivitas antarbudaya mahasiswa di Yogyakarta

Di dalam masyarakat majemuk atau multikultural seperti Indonesia ini, sensitivitas antarbudaya yang dimiliki warga masyarakat menjadi elemen penting untuk terciptanya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang damai. Namun demikian, penelitian yang memfokuskan pada sensitivitas antarbuday...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Suyato Suyato
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Negeri Yogyakarta 2020-10-01
Series:Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan
Subjects:
Online Access:https://journal.uny.ac.id/index.php/civics/article/view/35314
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849765671652556800
author Suyato Suyato
author_facet Suyato Suyato
author_sort Suyato Suyato
collection DOAJ
description Di dalam masyarakat majemuk atau multikultural seperti Indonesia ini, sensitivitas antarbudaya yang dimiliki warga masyarakat menjadi elemen penting untuk terciptanya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang damai. Namun demikian, penelitian yang memfokuskan pada sensitivitas antarbudaya belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti masalah sensitivitas antarbudaya, khususnya di kalangan mahasiswa. Secara khusus, penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan tingkat sensitivitas antarbudaya mahasiswa di tiga program studi yang ada di UNY, UPNV, dan UNRIYO. Penelitian yang menghasilkan luaran berupa tulisan ini merupakan penelitian komparatif, berusaha membandingkan tingkat sensitivitas antarbudaya mahasiswa tiga program studi (Keperawatan, PKn, dan Teknik Perminyakan). Responden penelitian ini sebanyak 90 mahasiswa yang dipilih secara acak dari tiga program studi tersebut (Keperawatan: 30; PKn: 30; dan Teknik Perminyakan: 30). Metode pengumpulan data adalah dengan penyebaran angket. Data dianalisis secara statistik baik secara deskriptif maupun komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan tingkat sensitivitas antarbudaya di antara tiga program studi tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dari ketiga program studi tersebut memiliki tingkat sensitivitas antarbudaya yang tinggi, karena berada pada kategori pendukung cultural relativism, bukan cultural egocentrism.   ABSTRACT In a pluralistic or multicultural society like Indonesia, intercultural sensitivity possessed by citizens is an important element for the creation of a peaceful society, nation, and state. However, there has not been much research focusing on intercultural sensitivity. Therefore, researchers are interested in examining the issue of intercultural sensitivity, especially among students. Specifically, this research was intended to compare the level of intercultural sensitivity among students in the three study programs at UNY, UPNV, and UNRIYO. The research report written in this paper is a comparative study, trying to compare the level of sensitivity among students of three study programs (Nursing, Civics, and Petroleum Engineering). The research respondents were 90 students who were randomly selected from the three study programs (Nursing: 30; Civics: 30; and Petroleum Engineering: 30). The method of collecting data is by distributing questionnaires. Data were analyzed statistically both descriptively and comparatively. The results showed that there was no significant difference in the level of intercultural sensitivity among the three study programs. Thus, it can be concluded that students from the three study programs have a high level of intercultural sensitivity, because it is in the category of supporting cultural relativism, not cultural egocentrism.
format Article
id doaj-art-caeaef535d704bd1af74be8d6e95f9a6
institution DOAJ
issn 1829-5789
2541-1918
language English
publishDate 2020-10-01
publisher Universitas Negeri Yogyakarta
record_format Article
series Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan
spelling doaj-art-caeaef535d704bd1af74be8d6e95f9a62025-08-20T03:04:47ZengUniversitas Negeri YogyakartaJurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan1829-57892541-19182020-10-0117219520210.21831/jc.v17i2.3531413835Sensitivitas antarbudaya mahasiswa di YogyakartaSuyato Suyato0Civic Education and Law Department, Yogyakarta State UniversityDi dalam masyarakat majemuk atau multikultural seperti Indonesia ini, sensitivitas antarbudaya yang dimiliki warga masyarakat menjadi elemen penting untuk terciptanya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang damai. Namun demikian, penelitian yang memfokuskan pada sensitivitas antarbudaya belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti masalah sensitivitas antarbudaya, khususnya di kalangan mahasiswa. Secara khusus, penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan tingkat sensitivitas antarbudaya mahasiswa di tiga program studi yang ada di UNY, UPNV, dan UNRIYO. Penelitian yang menghasilkan luaran berupa tulisan ini merupakan penelitian komparatif, berusaha membandingkan tingkat sensitivitas antarbudaya mahasiswa tiga program studi (Keperawatan, PKn, dan Teknik Perminyakan). Responden penelitian ini sebanyak 90 mahasiswa yang dipilih secara acak dari tiga program studi tersebut (Keperawatan: 30; PKn: 30; dan Teknik Perminyakan: 30). Metode pengumpulan data adalah dengan penyebaran angket. Data dianalisis secara statistik baik secara deskriptif maupun komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan tingkat sensitivitas antarbudaya di antara tiga program studi tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dari ketiga program studi tersebut memiliki tingkat sensitivitas antarbudaya yang tinggi, karena berada pada kategori pendukung cultural relativism, bukan cultural egocentrism.   ABSTRACT In a pluralistic or multicultural society like Indonesia, intercultural sensitivity possessed by citizens is an important element for the creation of a peaceful society, nation, and state. However, there has not been much research focusing on intercultural sensitivity. Therefore, researchers are interested in examining the issue of intercultural sensitivity, especially among students. Specifically, this research was intended to compare the level of intercultural sensitivity among students in the three study programs at UNY, UPNV, and UNRIYO. The research report written in this paper is a comparative study, trying to compare the level of sensitivity among students of three study programs (Nursing, Civics, and Petroleum Engineering). The research respondents were 90 students who were randomly selected from the three study programs (Nursing: 30; Civics: 30; and Petroleum Engineering: 30). The method of collecting data is by distributing questionnaires. Data were analyzed statistically both descriptively and comparatively. The results showed that there was no significant difference in the level of intercultural sensitivity among the three study programs. Thus, it can be concluded that students from the three study programs have a high level of intercultural sensitivity, because it is in the category of supporting cultural relativism, not cultural egocentrism.https://journal.uny.ac.id/index.php/civics/article/view/35314intercultural sensitivity, multicultural,
spellingShingle Suyato Suyato
Sensitivitas antarbudaya mahasiswa di Yogyakarta
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan
intercultural sensitivity, multicultural,
title Sensitivitas antarbudaya mahasiswa di Yogyakarta
title_full Sensitivitas antarbudaya mahasiswa di Yogyakarta
title_fullStr Sensitivitas antarbudaya mahasiswa di Yogyakarta
title_full_unstemmed Sensitivitas antarbudaya mahasiswa di Yogyakarta
title_short Sensitivitas antarbudaya mahasiswa di Yogyakarta
title_sort sensitivitas antarbudaya mahasiswa di yogyakarta
topic intercultural sensitivity, multicultural,
url https://journal.uny.ac.id/index.php/civics/article/view/35314
work_keys_str_mv AT suyatosuyato sensitivitasantarbudayamahasiswadiyogyakarta