POTENSI PENAMPUNGAN AIR HUJAN DI DKI JAKARTA

Penampungan air hujan (PAH) merupakan salah satu solusi yang dapat diimplementasikan di perkotaan untuk menambah ketersediaan air baku dan mengurangi genangan banjir. Di Indonesia kajian potensi PAH pada wilayah berskala regional masih terbatas sehingga belum memberikan informasi yang cukup bagi pen...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Elly Kusumawati Budirahardjo
Format: Article
Language:English
Published: Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air 2020-11-01
Series:Jurnal Sumber Daya Air
Subjects:
Online Access:https://jurnalsda.pusair-pu.go.id/index.php/JSDA/article/view/625/526
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849773585953980416
author Elly Kusumawati Budirahardjo
author_facet Elly Kusumawati Budirahardjo
author_sort Elly Kusumawati Budirahardjo
collection DOAJ
description Penampungan air hujan (PAH) merupakan salah satu solusi yang dapat diimplementasikan di perkotaan untuk menambah ketersediaan air baku dan mengurangi genangan banjir. Di Indonesia kajian potensi PAH pada wilayah berskala regional masih terbatas sehingga belum memberikan informasi yang cukup bagi penerapan praktis. Penelitian ini bermaksud untuk mendapatkan kurva tampungan PAH sehingga dapat menjadi acuan praktis bagi pengguna dalam memilih volume tampungan sesuai dengan luas bidang tangkap, besarnya kebutuhan air dan reliabilitas yang dikehendaki. Lokasi kajian berada di Provinsi DKI Jakarta dengan 4 wilayah administrasi yaitu Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Kajian ini menggunakan metoda Analisis Simulasi untuk menghitung volume tampungan dengan 4 variasi luasan atap, kebutuhan air dan tingkat reliabilitas. Hasil analisis kurva tampungan menunjukkan semakin besar kebutuhan air dan tingkat reliabilitas yang dikehendaki, semakin besar pula volume tampungan yang dibutuhkan. Di wilayah Jakarta dimana PAH dimanfaatkan sebagai sumber air baku alternatif, dapat dipilih tampungan dengan tingkat reliabilitas 70%. Rumah dengan luas bidang tangkap lebih dari 140 m2 disarankan menggunakan tampungan 2 m3 sedangkan rumah yang lebih kecil dapat menggunakan tampungan 1 m3. Tampungan 2 m3 dapat melayani kebutuhan air maksimal 240 L/rumah/hari sedangkan tampungan 1 m3 dapat melayani maksimal 120 L/rumah/hari.
format Article
id doaj-art-c9deb7e6d6bf40f48f35f68e136c46d3
institution DOAJ
issn 2548-494X
language English
publishDate 2020-11-01
publisher Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air
record_format Article
series Jurnal Sumber Daya Air
spelling doaj-art-c9deb7e6d6bf40f48f35f68e136c46d32025-08-20T03:02:01ZengDirektorat Bina Teknik Sumber Daya AirJurnal Sumber Daya Air2548-494X2020-11-011627790https://doi.org/10.32679/jsda.v16i2.625POTENSI PENAMPUNGAN AIR HUJAN DI DKI JAKARTAElly Kusumawati Budirahardjo0Universitas Kristen Krida WacanaPenampungan air hujan (PAH) merupakan salah satu solusi yang dapat diimplementasikan di perkotaan untuk menambah ketersediaan air baku dan mengurangi genangan banjir. Di Indonesia kajian potensi PAH pada wilayah berskala regional masih terbatas sehingga belum memberikan informasi yang cukup bagi penerapan praktis. Penelitian ini bermaksud untuk mendapatkan kurva tampungan PAH sehingga dapat menjadi acuan praktis bagi pengguna dalam memilih volume tampungan sesuai dengan luas bidang tangkap, besarnya kebutuhan air dan reliabilitas yang dikehendaki. Lokasi kajian berada di Provinsi DKI Jakarta dengan 4 wilayah administrasi yaitu Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Kajian ini menggunakan metoda Analisis Simulasi untuk menghitung volume tampungan dengan 4 variasi luasan atap, kebutuhan air dan tingkat reliabilitas. Hasil analisis kurva tampungan menunjukkan semakin besar kebutuhan air dan tingkat reliabilitas yang dikehendaki, semakin besar pula volume tampungan yang dibutuhkan. Di wilayah Jakarta dimana PAH dimanfaatkan sebagai sumber air baku alternatif, dapat dipilih tampungan dengan tingkat reliabilitas 70%. Rumah dengan luas bidang tangkap lebih dari 140 m2 disarankan menggunakan tampungan 2 m3 sedangkan rumah yang lebih kecil dapat menggunakan tampungan 1 m3. Tampungan 2 m3 dapat melayani kebutuhan air maksimal 240 L/rumah/hari sedangkan tampungan 1 m3 dapat melayani maksimal 120 L/rumah/hari.https://jurnalsda.pusair-pu.go.id/index.php/JSDA/article/view/625/526tampunganair hujanpemanenanreliabilitasjakarta
spellingShingle Elly Kusumawati Budirahardjo
POTENSI PENAMPUNGAN AIR HUJAN DI DKI JAKARTA
Jurnal Sumber Daya Air
tampungan
air hujan
pemanenan
reliabilitas
jakarta
title POTENSI PENAMPUNGAN AIR HUJAN DI DKI JAKARTA
title_full POTENSI PENAMPUNGAN AIR HUJAN DI DKI JAKARTA
title_fullStr POTENSI PENAMPUNGAN AIR HUJAN DI DKI JAKARTA
title_full_unstemmed POTENSI PENAMPUNGAN AIR HUJAN DI DKI JAKARTA
title_short POTENSI PENAMPUNGAN AIR HUJAN DI DKI JAKARTA
title_sort potensi penampungan air hujan di dki jakarta
topic tampungan
air hujan
pemanenan
reliabilitas
jakarta
url https://jurnalsda.pusair-pu.go.id/index.php/JSDA/article/view/625/526
work_keys_str_mv AT ellykusumawatibudirahardjo potensipenampunganairhujandidkijakarta