RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Menabrak Tafsir Teks, Menakar Realitas)
Istilah jender dianggap sebagai diferensiasi pria-wanita. Perbedaan ini muncul karena realitas budaya yang dibangun oleh masyarakat. Konsep ini bertentangan dengan seks, yang membedakan istilah pria-wanita secara biologis. Dengan demikian, perbedaan seks adalah konstruksi Allah, dan tidak dapat dika...
Saved in:
| Main Author: | |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Arabic |
| Published: |
Fakultas Syariah IAIN Madura
2014-10-01
|
| Series: | Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial |
| Online Access: | https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/alihkam/article/view/327 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1849709162737434624 |
|---|---|
| author | Achmad Mulyadi |
| author_facet | Achmad Mulyadi |
| author_sort | Achmad Mulyadi |
| collection | DOAJ |
| description | Istilah jender dianggap sebagai diferensiasi pria-wanita.
Perbedaan ini muncul karena realitas budaya yang dibangun
oleh masyarakat. Konsep ini bertentangan dengan seks, yang
membedakan istilah pria-wanita secara biologis. Dengan
demikian, perbedaan seks adalah konstruksi Allah, dan tidak
dapat dikaji kembali. Di sisi lain, perbedaan jender adalah
konstruksi sosial dan dapat dikaji kembali (qâbil li al- niqasy).
Oleh karena itu, konsep relasi pria-wanita selalu
diperdebatkan dalam hal baik dalam studi teks atau dalam
konteks realitas di masyarakat. Artikel ini menguraikan
pembentukan relasi pria-wanita dari perspektif teks,
konstruksi budaya dan hari ini realitasnya. Dalam konteks ini,
banyak tafsiran terhadap teks-teks sumber hukum Islam (al-
Qur`an dan al-Hadits) justru menguatkan budaya patrilineal.
Tradisi yang bias jender ini mengakar kuat dalam masyarakat.
Walaupun demikian, hal yang tidak bisa diingkari adalah
perubahan realitas. Saat ini mulai tampak bahwa peran-peran
yang secara budaya dikonsepsikan untuk laki-laki justru
dilakukan oleh perempuan. Fenomena ini merupakan wujud
perubahan realitas, yang akan memunculkan budaya baru
yang egaliter. |
| format | Article |
| id | doaj-art-c737a3171be04f7581bc294be2b97ded |
| institution | DOAJ |
| issn | 1907-591X 2442-3084 |
| language | Arabic |
| publishDate | 2014-10-01 |
| publisher | Fakultas Syariah IAIN Madura |
| record_format | Article |
| series | Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial |
| spelling | doaj-art-c737a3171be04f7581bc294be2b97ded2025-08-20T03:15:24ZaraFakultas Syariah IAIN MaduraAl-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial1907-591X2442-30842014-10-017224726110.19105/al-lhkam.v7i2.327327RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Menabrak Tafsir Teks, Menakar Realitas)Achmad Mulyadi0Jurusan Syari’ah STAIN Pamekasan, Jl. Raya Panglegur km. 04 PamekasanIstilah jender dianggap sebagai diferensiasi pria-wanita. Perbedaan ini muncul karena realitas budaya yang dibangun oleh masyarakat. Konsep ini bertentangan dengan seks, yang membedakan istilah pria-wanita secara biologis. Dengan demikian, perbedaan seks adalah konstruksi Allah, dan tidak dapat dikaji kembali. Di sisi lain, perbedaan jender adalah konstruksi sosial dan dapat dikaji kembali (qâbil li al- niqasy). Oleh karena itu, konsep relasi pria-wanita selalu diperdebatkan dalam hal baik dalam studi teks atau dalam konteks realitas di masyarakat. Artikel ini menguraikan pembentukan relasi pria-wanita dari perspektif teks, konstruksi budaya dan hari ini realitasnya. Dalam konteks ini, banyak tafsiran terhadap teks-teks sumber hukum Islam (al- Qur`an dan al-Hadits) justru menguatkan budaya patrilineal. Tradisi yang bias jender ini mengakar kuat dalam masyarakat. Walaupun demikian, hal yang tidak bisa diingkari adalah perubahan realitas. Saat ini mulai tampak bahwa peran-peran yang secara budaya dikonsepsikan untuk laki-laki justru dilakukan oleh perempuan. Fenomena ini merupakan wujud perubahan realitas, yang akan memunculkan budaya baru yang egaliter.https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/alihkam/article/view/327 |
| spellingShingle | Achmad Mulyadi RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Menabrak Tafsir Teks, Menakar Realitas) Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial |
| title | RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Menabrak Tafsir Teks, Menakar Realitas) |
| title_full | RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Menabrak Tafsir Teks, Menakar Realitas) |
| title_fullStr | RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Menabrak Tafsir Teks, Menakar Realitas) |
| title_full_unstemmed | RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Menabrak Tafsir Teks, Menakar Realitas) |
| title_short | RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Menabrak Tafsir Teks, Menakar Realitas) |
| title_sort | relasi laki laki dan perempuan menabrak tafsir teks menakar realitas |
| url | https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/alihkam/article/view/327 |
| work_keys_str_mv | AT achmadmulyadi relasilakilakidanperempuanmenabraktafsirteksmenakarrealitas |