HUBUNGAN LAMA MEROKOK PADA PEROKOK AKTIF DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN WARNA

Latar Belakang: Efek samping merokok salah satunya yaitu menyebabkan gangguan penglihatan. Perokok akan menghirup toksin dari rokok sehingga terjadi akumulasi bahan toksik pada epitel pigmen retina, penurunan aliran darah di retina, hipoksia, degenerasi makula, penurunan kadar antioksidan, dan penin...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Fathiya Khansa Diarti, Riski Prihatningtias, Arnila Novitasari Saubig
Format: Article
Language:English
Published: Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro 2019-02-01
Series:Jurnal Kedokteran Diponegoro
Subjects:
Online Access:https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/23318
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Latar Belakang: Efek samping merokok salah satunya yaitu menyebabkan gangguan penglihatan. Perokok akan menghirup toksin dari rokok sehingga terjadi akumulasi bahan toksik pada epitel pigmen retina, penurunan aliran darah di retina, hipoksia, degenerasi makula, penurunan kadar antioksidan, dan peningkatan radikal bebas. Kemungkinan dari mekanisme tersebut akan menyebabkan neuropati optik toksik. Hal ini memberikan dampak pada sel reseptor kerucut yang menyebabkan gangguan pada penglihatan warna. Penilaian gangguan penglihatan warna menggunakan tes Farnsworth Munsell 15 hue yang lebih mudah diaplikasikan untuk tes klinis rutin dan tidak memakan waktu yang lama. Tujuan: Menilai hubungan lama merokok pada perokok aktif dengan gangguan penglihatan warna. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Sampel penelitian berjumlah 40 orang perokok aktif yang tinggal di Semarang berjenis kelamin laki-laki dengan usia 20-45 tahun. Pemeriksaan buta warna dengan tes Farnsworth Munsell 15 hue. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil: 38 orang Superior color vision dengan jumlah skor kesalahan total 0-16 dan 2 orang Average color vision dengan jumlah skor kesalahan total 17-100. Berdasarkan data dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan tidak bermakna antara lama merokok pada perokok aktif dengan gangguan penglihatan warna (p=0,609) sehingga koefisien korelasi Spearman (r) tidak dapat diidentifikasi. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara lama merokok pada perokok aktif dengan gangguan penglihatan warna sehingga kuat lemahnya hubungan juga tidak dapat diidentifikasi. Kata Kunci: Lama merokok, gangguan penglihatan warna, Farnsworth Munsell 15 hue, neuropati optik toksik
ISSN:2540-8844