Evaluasi Kuat Tekan Beton Terpasang pada Struktur Dermaga Eksisting Berdasarkan Pengujian Destructive dan Non-Destructive
Dermaga merupakan bagian penting suatu pelabuhan karena berfungsi sebagai sarana tambat dan sandar kapal, karenanya penting untuk dipastikan setiap dermaga memiliki fasilitas yang baik dan layak untuk digunakan, baik dari segi operasional maupun dari kekuatan strukturnya. Salah satu bentuk evaluasi...
Saved in:
| Main Authors: | , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Universitas Kristen Maranatha
2025-04-01
|
| Series: | Jurnal Teknik Sipil |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://journal.maranatha.edu/index.php/jts/article/view/8698 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Dermaga merupakan bagian penting suatu pelabuhan karena berfungsi sebagai sarana tambat dan sandar kapal, karenanya penting untuk dipastikan setiap dermaga memiliki fasilitas yang baik dan layak untuk digunakan, baik dari segi operasional maupun dari kekuatan strukturnya. Salah satu bentuk evaluasi dermaga eksisting adalah dengan melakukan pengujian struktur yang bertujuan untuk mendapatkan parameter material yang akan menjadi input untuk permodelan struktur eksisting. Parameter material yang akan dihasilkan berupa nilai kuat tekan beton ekuivalen yang selanjutnya menjadi acuan dalam permodelan struktur eksisting. Pengujian yang dilakukan berupa pengujian merusak (destructive test, DT) dan pengujian tak merusak (non-destructive, NDT). Untuk mendapatkan hasil pengujian yang merepresentasikan kondisi struktur eksisting secara keseluruhan, setiap pengujian harus dikorelasikan dengan pengujian lainnya. Korelasi pengujian yang dianalisis adalah antara pengujian core drill dengan hammer test dan korelasi antara pengujian core drill dengan ultrasonic pulse velocity (UPV). Hasil korelasi yang dipilih untuk permodelan struktur adalah hasil korelasi pengujian core drill dengan UPV. Besaran kuat tekan ekuivalen berdasarkan analisis adalah 21,41 MPa untuk segmen 1, 24,1 MPa untuk segmen 2, dan 23,18 MPa untuk segmen 3. Hasil analisis yang menunjukkan terdapat perbedaan nilai kuat tekan ekuivalen untuk setiap segmennya. Hal tersebut dimungkinkan terjadi akibat adanya perbedaan tahun pembangunan dermaga untuk setiap segmennya dan sejalan dengan didapatkannya perbedaan nilai kuat tekan beton ekuivalen. |
|---|---|
| ISSN: | 1411-9331 2549-7219 |