Pengembangan Fasilitas Pemantauan Guna Menuju Desa Wisata Utu Yang Aman

Desa dinas Babahan, kecamatan Penebel, kabupaten Tabanan, Bali, memiliki beberapa banjar adat yang bersifat khusus, salah satunya adalah Banjar Adat Utu. Kekhususan dari banjar adat ini adalah, mempunyai penciri dari sebuah desa yaitu adanya khayangan tiga. Selain itu struktur prajuru teratas seper...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: I Ketut Swardika, Putri Alit Widyastuti Santiary, Dewa Ayu Indah Cahya Dewi
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah 2024-11-01
Series:Madaniya
Subjects:
Online Access:https://madaniya.biz.id/journals/contents/article/view/938
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Desa dinas Babahan, kecamatan Penebel, kabupaten Tabanan, Bali, memiliki beberapa banjar adat yang bersifat khusus, salah satunya adalah Banjar Adat Utu. Kekhususan dari banjar adat ini adalah, mempunyai penciri dari sebuah desa yaitu adanya khayangan tiga. Selain itu struktur prajuru teratas seperti desa, yaitu dipimpin seorang Bendesa dan bawahannya beberapa klian. Potensi Banjar Adat Utu pada peternakan khususnya ayam petelur. Untuk pertanian, ada padi organik atau beras merah dan mengembangkan buah-buahan. Potensi menjadi desa wisata sangat besar, karena dekat dengan desa wisata Jatiluwih. Untuk dapat menangkap permasalahan, dilakukan survei pendahuluan dan diskusi dengan Bendesa dan masyarakat Adat Utu (Mitra). Hasil survei Tim, terlihat perkembangan kemajuan desa sangat pesat menuju desa wisata. Untuk dapat cepat tanggap terhadap perkembangan wilayah, desa memerlukan pengembangan fasilitas pemantauan secara waktu-nyata dan terekam. Fasilitas pemantauan ini memerlukan teknologi khusus, karena titik-titik pantau letaknya tersebar dan berjauhan. Untuk itu Tim memberdayakan Mitra sebanyak 12 orang dengan workshop teknologi pemantauan jarak jauh. Metode workshop dengan materi RPS mini sebanyak 5 modul dilakukan dengan praktek instalasi langsung. Hasil workshop menunjukkan sebagian besar peserta memahami materi, mampu menyarankan penggunaaan teknologi ini kepada pihak lain yang menghadapi permasalahan sama dan mewujudkan fasilitas pemantauan milik desa. Dengan fasilitas ini, perangkat desa dapat berkoordinasi dengan cepat dan memberi rasa aman untuk wisatawan.
ISSN:2721-4834