Evaluasi klasterisasi pengembangan wilayah dalam muatan kebijakan RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 berbasis Multi-Criteria Analysis (MCA)

Eksistensi klasterisasi wilayah berperan penting dalam mendorong kinerja pembangunan, aglomerasi ekonomi, dan trickle-down effect antarwilayah. Dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur ditetapkan delapan klaster pembangunan sebagai stimulus akselerasi pembangunan dan koordinasi wilayah. Namun, implementasiny...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Shinta Novia Vera, Gde Abhicanika Pranata Dyaksa, Eko Budi Santoso, Andi Irawan
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Universitas Sebelas Maret 2025-07-01
Series:Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
Subjects:
Online Access:https://jurnal.uns.ac.id/region/article/view/89432
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Eksistensi klasterisasi wilayah berperan penting dalam mendorong kinerja pembangunan, aglomerasi ekonomi, dan trickle-down effect antarwilayah. Dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur ditetapkan delapan klaster pembangunan sebagai stimulus akselerasi pembangunan dan koordinasi wilayah. Namun, implementasinya belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pemerataan pembangunan. Struktur pembangunan yang monosentris dan pertumbuhan sektoral yang tidak merata menjadi faktor utama belum tercapainya tujuan pembentukan klaster. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja dan rasionalitas pembentukan klaster pembangunan RPJMD pada akhir masa implementasinya. Evaluasi dilakukan melalui pendekatan sektor unggulan, pertumbuhan sektoral, dan karakteristik spasial. Analisis LQ, Tipologi Klassen, dan LISA dikompilasi melalui Multi-Criteria Analysis (MCA) untuk menilai kinerja klaster secara komprehensif. Hasil analisis menunjukkan kinerja klaster berdasarkan sektor unggulan lebih baik dibandingkan pertumbuhan sektoral dan kecenderungan spasial, mengindikasikan kabupaten/kota di Jawa Timur beraglomerasi terutama pada sektor unggulannya. Analisis MCA mengungkap ketimpangan kinerja antar klaster; tidak ada satu pun klaster yang mencapai 50% kinerja, dan beberapa berada di bawah rata-rata. Secara keseluruhan, pembentukan klaster belum signifikan dalam menstimulasi pertumbuhan dan mengatasi ketimpangan antarwilayah di Jawa Timur.
ISSN:2598-019X