PEMETAAN KONDISI BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOFISIKA (STUDI KASUS: BENDUNG PASARBARU, TANGERANG)
Bendung Pasarbaru Irigasi Cisadane atau Bendung Pintu Air Sepuluh berlokasi di Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Tangerang. Bendung yang membentang sepanjang 110 meter di Kali Cisadane ini merupakan warisan kolonial Belanda, dibangun pada tahun 1923 dengan tujuan mengatur aliran sungai Cisad...
Saved in:
| Main Authors: | , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air
2017-12-01
|
| Series: | Jurnal Teknik Hidraulik |
| Subjects: | |
| Online Access: | http://jurnalth.pusair-pu.go.id/index.php/JTH/article/view/303 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850177388078432256 |
|---|---|
| author | Adang S. Soewaeli Nurlia Sadikin |
| author_facet | Adang S. Soewaeli Nurlia Sadikin |
| author_sort | Adang S. Soewaeli |
| collection | DOAJ |
| description | Bendung Pasarbaru Irigasi Cisadane atau Bendung Pintu Air Sepuluh berlokasi di Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Tangerang. Bendung yang membentang sepanjang 110 meter di Kali Cisadane ini merupakan warisan kolonial Belanda, dibangun pada tahun 1923 dengan tujuan mengatur aliran sungai Cisadane untuk keperluan irigasi kota Tangerang. Upaya untuk monitoring kondisi aktual bendung dan sekitarnya dilakukan pengukuran Ground Penetrating Radar (GPR) atau Georadar untuk mengetahui kondisi dan karakteristik dibawah permukaan tanah. Pada dasarnya GPR bekerja dengan memanfaatkan pemantulan sinyal, pengolahan data dilakukan menggunakan software RADAN (RAdar Data ANalyzer) dan pada instalasi alat Georadar, digunakan antena 100 MHz. Hasil pengukuran georadar memperlihatkan anomali pada pertemuan struktur bendung dengan batas timbunan tanah aslinya. Pada lintasan arah memanjang dan melintang, variasi intensitas tidak menunjukkan kontras yang ekstrim di tubuh bendung. Tidak adanya perbedaan amplitudo mengindikasikan tidak adanya perbedaan kepadatan, artinya kondisi bawah permukaan bendung relatif homogen. Terdapat indikasi rembesan pada lintasan yang merupakan perpanjangan dari lintasan memanjang di kedalaman antara 14 m 22 m. Anomali ini, perlu diyakinkan dengan melakukan pengujian berupa pengeboran atau pengukuran lainnya. |
| format | Article |
| id | doaj-art-bbefe7f643de4958929b4bbbb16c5e06 |
| institution | OA Journals |
| issn | 2087-3611 2580-8087 |
| language | English |
| publishDate | 2017-12-01 |
| publisher | Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air |
| record_format | Article |
| series | Jurnal Teknik Hidraulik |
| spelling | doaj-art-bbefe7f643de4958929b4bbbb16c5e062025-08-20T02:18:58ZengDirektorat Bina Teknik Sumber Daya AirJurnal Teknik Hidraulik2087-36112580-80872017-12-01529911010.32679/jth.v5i2.303215PEMETAAN KONDISI BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOFISIKA (STUDI KASUS: BENDUNG PASARBARU, TANGERANG)Adang S. SoewaeliNurlia SadikinBendung Pasarbaru Irigasi Cisadane atau Bendung Pintu Air Sepuluh berlokasi di Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Tangerang. Bendung yang membentang sepanjang 110 meter di Kali Cisadane ini merupakan warisan kolonial Belanda, dibangun pada tahun 1923 dengan tujuan mengatur aliran sungai Cisadane untuk keperluan irigasi kota Tangerang. Upaya untuk monitoring kondisi aktual bendung dan sekitarnya dilakukan pengukuran Ground Penetrating Radar (GPR) atau Georadar untuk mengetahui kondisi dan karakteristik dibawah permukaan tanah. Pada dasarnya GPR bekerja dengan memanfaatkan pemantulan sinyal, pengolahan data dilakukan menggunakan software RADAN (RAdar Data ANalyzer) dan pada instalasi alat Georadar, digunakan antena 100 MHz. Hasil pengukuran georadar memperlihatkan anomali pada pertemuan struktur bendung dengan batas timbunan tanah aslinya. Pada lintasan arah memanjang dan melintang, variasi intensitas tidak menunjukkan kontras yang ekstrim di tubuh bendung. Tidak adanya perbedaan amplitudo mengindikasikan tidak adanya perbedaan kepadatan, artinya kondisi bawah permukaan bendung relatif homogen. Terdapat indikasi rembesan pada lintasan yang merupakan perpanjangan dari lintasan memanjang di kedalaman antara 14 m 22 m. Anomali ini, perlu diyakinkan dengan melakukan pengujian berupa pengeboran atau pengukuran lainnya.http://jurnalth.pusair-pu.go.id/index.php/JTH/article/view/303bendunggeofisikaground penetration radaranomaliamplitudo |
| spellingShingle | Adang S. Soewaeli Nurlia Sadikin PEMETAAN KONDISI BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOFISIKA (STUDI KASUS: BENDUNG PASARBARU, TANGERANG) Jurnal Teknik Hidraulik bendung geofisika ground penetration radar anomali amplitudo |
| title | PEMETAAN KONDISI BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOFISIKA (STUDI KASUS: BENDUNG PASARBARU, TANGERANG) |
| title_full | PEMETAAN KONDISI BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOFISIKA (STUDI KASUS: BENDUNG PASARBARU, TANGERANG) |
| title_fullStr | PEMETAAN KONDISI BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOFISIKA (STUDI KASUS: BENDUNG PASARBARU, TANGERANG) |
| title_full_unstemmed | PEMETAAN KONDISI BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOFISIKA (STUDI KASUS: BENDUNG PASARBARU, TANGERANG) |
| title_short | PEMETAAN KONDISI BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOFISIKA (STUDI KASUS: BENDUNG PASARBARU, TANGERANG) |
| title_sort | pemetaan kondisi bawah permukaan dengan metode geofisika studi kasus bendung pasarbaru tangerang |
| topic | bendung geofisika ground penetration radar anomali amplitudo |
| url | http://jurnalth.pusair-pu.go.id/index.php/JTH/article/view/303 |
| work_keys_str_mv | AT adangssoewaeli pemetaankondisibawahpermukaandenganmetodegeofisikastudikasusbendungpasarbarutangerang AT nurliasadikin pemetaankondisibawahpermukaandenganmetodegeofisikastudikasusbendungpasarbarutangerang |