Analisis Pengaruh Kecepatan Spindle dan Kecepatan Eretan Terhadap Morfologi Chip dalam Proses Pemesinan Bubut Menggunakan Desain Eksperimen Faktorial 2x2 dan Anova Dua Arah

Pemesinan merupakan proses krusial dalam industri manufaktur untuk menghasilkan komponen presisi, di mana morfologi chip yang terbentuk dari pemesinan bubut berperan penting terhadap efisiensi proses dan kualitas produk akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecepatan spindle d...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: I Made Ivan Wiyarta Cakra Sujana, Hadhimas Dwi Haryono, Kholiq Deliasgarin Radyantho, Rijal Surya Rahmany, Yongki Christandi Batubara, Lindra Rahmad Rizqi Julian, Hamzah Ibnu Yasin
Format: Article
Language:English
Published: Politeknik Negeri Jakarta 2025-04-01
Series:Jurnal Mekanik Terapan
Subjects:
Online Access:https://jurnal.pnj.ac.id/index.php/jmt/article/view/7386
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Pemesinan merupakan proses krusial dalam industri manufaktur untuk menghasilkan komponen presisi, di mana morfologi chip yang terbentuk dari pemesinan bubut berperan penting terhadap efisiensi proses dan kualitas produk akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecepatan spindle dan kecepatan eretan terhadap morfologi chip, khususnya panjang dan diameter chip, dalam proses pemesinan bubut. Desain eksperimen faktorial 2x2 digunakan, dengan dua faktor utama: kecepatan spindle (755 RPM dan 1255 RPM) serta kecepatan eretan (0,1160 mm/rev dan 0,2320 mm/rev). Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dua arah untuk menguji pengaruh masing-masing faktor dan interaksinya terhadap panjang dan diameter chip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kecepatan spindle maupun kecepatan eretan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap panjang maupun diameter chip (p-value > 0,05). Interaksi antara kedua faktor tersebut juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Hal ini dapat disebabkan oleh rentang pengaturan kecepatan yang terbatas, serta pengaruh faktor lain seperti material dan kondisi pemotongan. Temuan ini memberikan wawasan bagi praktisi manufaktur dalam mengoptimalkan parameter pemesinan untuk meningkatkan kualitas produk akhir dan efisiensi proses.
ISSN:2747-1381