Analisis cacat proses pembuatan Air Mineral dalam Kemasan dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis Pada CV. AL Azhar Mandiri

Air minum merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting. Seperti diketahui, menteri kesehatan mengingatkan bahwa 60-70% tubuh manusia terdiri dari air. Apabila tubuh kekurangan cairan maka tubuh secara otomatis akan mencari jalan mengambil sumber air dari komponen tubuh sendiri antara l...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Mohammad Febri Nurdyansyah, Dzakiyah Widyaningrum
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim 2023-05-01
Series:Jurnal Teknik Industri: Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah dalam Bidang Teknik Industri
Online Access:https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/jti/article/view/22588
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Air minum merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting. Seperti diketahui, menteri kesehatan mengingatkan bahwa 60-70% tubuh manusia terdiri dari air. Apabila tubuh kekurangan cairan maka tubuh secara otomatis akan mencari jalan mengambil sumber air dari komponen tubuh sendiri antara lain dari darah, akibatnya kadar air dalam darah akan berkurang dan darah menjadi kental. Pada akhirnya, perjalanan darah sebagai alat transportasi oksigen dan zat – zat makanan akan terganggu. Sebab itu, manusia diharuskan untuk selalu menjaga asupan air yang cukup dengan minum minimal 2liter atau 8 gelas per hari (Depkes, 2016). CV Al Azhar  merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri AMDK. Hasil produksi CV Al azhar yaitu produk AMDK dengan kemasan cup isi 220 ml. Dalam produksinya CV Al Azhar belum dapat mencapai zero defect, hal ini dikarenakan masih banyak ditemukan produk defect selama proses produksi dimana pada bulan Agustus – Oktober diperoleh produksi sebesar 208.359 cup dan produk cacat sebesar 4,375 cup. Dari data tersebut didapatkan kecacatan produk masih melebihi batas toleransi perusahaan yaitu 2% dengan jenis cacat produk yang ditemukan yaitu cup pecah, press, cup bocor, kurang isi, dan lid miring. Hal ini perlu ditindaklanjuti dan dianalisis secara akurat dengan mengaplikasikan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).
ISSN:2460-898X
2714-6235