PENGARUH PENGGUNAAN BETA BLOCKER TOPIKAL JANGKA PANJANG TERHADAP SENSIBILITAS KORNEA PADA PASIEN GLAUKOMA

Latar Belakang : Penurunan sensibilitas kornea merupakan salah satu efek samping dari penggunaan beta blocker topikal yang dapat menimbulkan berbagai masalah seperti penurunan reflex mengedip, penurunan kemampuan penyembuhan luka pada kornea, dan terkait juga dengan penurunan sekresi air mata. Tuju...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Tusita Devi, Fifin Luthfia Rahmi
Format: Article
Language:English
Published: Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro 2017-06-01
Series:Jurnal Kedokteran Diponegoro
Subjects:
Online Access:https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/18644
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849424054001336320
author Tusita Devi
Fifin Luthfia Rahmi
author_facet Tusita Devi
Fifin Luthfia Rahmi
author_sort Tusita Devi
collection DOAJ
description Latar Belakang : Penurunan sensibilitas kornea merupakan salah satu efek samping dari penggunaan beta blocker topikal yang dapat menimbulkan berbagai masalah seperti penurunan reflex mengedip, penurunan kemampuan penyembuhan luka pada kornea, dan terkait juga dengan penurunan sekresi air mata. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara sensibilitas kornea dengan lama penggunaan beta blocker pada pasien glaukoma di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional, yang menggunakan data dari wawancara dengan pasien dan pemeriksaan langsung. Pemeriksaan sensibilitas kornea menggunakan alat estesiometer Cochet-Bonnet. Uji statistik yang digunakan adalah uji non parametrik Spearman. Hasil : Sebanyak 44 mata dari 25 pasien glaukoma yang terdiri dari 9 laki-laki dan 16 perempuan dan telah diwawancara lama penggunaan beta blocker diperiksa sensibilitas korneanya. Kelompok subjek yang menggunakan beta blocker < 6 bulan memiliki rerata skor sensibilitas yang lebih baik, yaitu 14,395 mg/mm2 ,diikuti kelompok subjek yang menggunakan beta blocker selama 6-12 bulan dengan rerata skor 15,148 mg/mm2, sedangkan subjek yang menggunakan beta blocker lebih lama, yaitu >12 bulan memiliki rerata skor sensibilitas kornea tertinggi yaitu  19,958 mg/mm2. Uji non parametrik Spearman menunjukkan adanya kekuatan korelasi sedang, yaitu r=0,495, dengan p =0,001. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara penurunan sensibilitas kornea dengan lama penggunaan beta blocker pada pasien glaukoma.
format Article
id doaj-art-b7936a2d299243b9b0f752dec2c8efc2
institution Kabale University
issn 2540-8844
language English
publishDate 2017-06-01
publisher Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro
record_format Article
series Jurnal Kedokteran Diponegoro
spelling doaj-art-b7936a2d299243b9b0f752dec2c8efc22025-08-20T03:30:20ZengFaculty of Medicine, Universitas DiponegoroJurnal Kedokteran Diponegoro2540-88442017-06-01621312131910.14710/dmj.v6i2.1864418137PENGARUH PENGGUNAAN BETA BLOCKER TOPIKAL JANGKA PANJANG TERHADAP SENSIBILITAS KORNEA PADA PASIEN GLAUKOMATusita DeviFifin Luthfia RahmiLatar Belakang : Penurunan sensibilitas kornea merupakan salah satu efek samping dari penggunaan beta blocker topikal yang dapat menimbulkan berbagai masalah seperti penurunan reflex mengedip, penurunan kemampuan penyembuhan luka pada kornea, dan terkait juga dengan penurunan sekresi air mata. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara sensibilitas kornea dengan lama penggunaan beta blocker pada pasien glaukoma di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional, yang menggunakan data dari wawancara dengan pasien dan pemeriksaan langsung. Pemeriksaan sensibilitas kornea menggunakan alat estesiometer Cochet-Bonnet. Uji statistik yang digunakan adalah uji non parametrik Spearman. Hasil : Sebanyak 44 mata dari 25 pasien glaukoma yang terdiri dari 9 laki-laki dan 16 perempuan dan telah diwawancara lama penggunaan beta blocker diperiksa sensibilitas korneanya. Kelompok subjek yang menggunakan beta blocker < 6 bulan memiliki rerata skor sensibilitas yang lebih baik, yaitu 14,395 mg/mm2 ,diikuti kelompok subjek yang menggunakan beta blocker selama 6-12 bulan dengan rerata skor 15,148 mg/mm2, sedangkan subjek yang menggunakan beta blocker lebih lama, yaitu >12 bulan memiliki rerata skor sensibilitas kornea tertinggi yaitu  19,958 mg/mm2. Uji non parametrik Spearman menunjukkan adanya kekuatan korelasi sedang, yaitu r=0,495, dengan p =0,001. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara penurunan sensibilitas kornea dengan lama penggunaan beta blocker pada pasien glaukoma.https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/18644sensibilitas kornea, glaukoma, beta blocker
spellingShingle Tusita Devi
Fifin Luthfia Rahmi
PENGARUH PENGGUNAAN BETA BLOCKER TOPIKAL JANGKA PANJANG TERHADAP SENSIBILITAS KORNEA PADA PASIEN GLAUKOMA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
sensibilitas kornea, glaukoma, beta blocker
title PENGARUH PENGGUNAAN BETA BLOCKER TOPIKAL JANGKA PANJANG TERHADAP SENSIBILITAS KORNEA PADA PASIEN GLAUKOMA
title_full PENGARUH PENGGUNAAN BETA BLOCKER TOPIKAL JANGKA PANJANG TERHADAP SENSIBILITAS KORNEA PADA PASIEN GLAUKOMA
title_fullStr PENGARUH PENGGUNAAN BETA BLOCKER TOPIKAL JANGKA PANJANG TERHADAP SENSIBILITAS KORNEA PADA PASIEN GLAUKOMA
title_full_unstemmed PENGARUH PENGGUNAAN BETA BLOCKER TOPIKAL JANGKA PANJANG TERHADAP SENSIBILITAS KORNEA PADA PASIEN GLAUKOMA
title_short PENGARUH PENGGUNAAN BETA BLOCKER TOPIKAL JANGKA PANJANG TERHADAP SENSIBILITAS KORNEA PADA PASIEN GLAUKOMA
title_sort pengaruh penggunaan beta blocker topikal jangka panjang terhadap sensibilitas kornea pada pasien glaukoma
topic sensibilitas kornea, glaukoma, beta blocker
url https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/18644
work_keys_str_mv AT tusitadevi pengaruhpenggunaanbetablockertopikaljangkapanjangterhadapsensibilitaskorneapadapasienglaukoma
AT fifinluthfiarahmi pengaruhpenggunaanbetablockertopikaljangkapanjangterhadapsensibilitaskorneapadapasienglaukoma