PENGARUH PEMBERIAN TAWAS DENGAN DOSIS BERTINGKAT DALAM PAKAN SELAMA 30 HARI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS WISTAR

Latar Belakang : Tawas banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam pangan. Tawas termasuk salah satu macam logam berat. Logam berat dalam bentuk ion sangat toksik dapat menyebabkan kerusakan organ detoksifikasi yaitu hati dan ginjal. Logam berat menyebabkan nekrosis sel-sel epitel tubulus ginjal....

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Thoyyibatun Nisa, Akhmad Ismail
Format: Article
Language:English
Published: Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro 2017-09-01
Series:Jurnal Kedokteran Diponegoro
Subjects:
Online Access:https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/18391
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849434496880869376
author Thoyyibatun Nisa
Akhmad Ismail
author_facet Thoyyibatun Nisa
Akhmad Ismail
author_sort Thoyyibatun Nisa
collection DOAJ
description Latar Belakang : Tawas banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam pangan. Tawas termasuk salah satu macam logam berat. Logam berat dalam bentuk ion sangat toksik dapat menyebabkan kerusakan organ detoksifikasi yaitu hati dan ginjal. Logam berat menyebabkan nekrosis sel-sel epitel tubulus ginjal. Tujuan : Mengetahui Perbedaan pengaruh pemberian Tawas dalam pakan dosis bertingkat selama 30 hari terhadap perubahan gambaran histopatologi ginjal tikus wistar. Metode : Penelitian eksperimental dengan post test only control group design. Sampel sebanyak 20 ekor tikus wistar diadaptasi selama 7 hari lalu dibagi secara acakmenjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol (K) hanya diberi pakan standar. P1 diberi Tawas dalam pakan 2400mg/kgBB/hari; P2 diberi 1600mg/kgBB/hari: dan P3 diberi 800mg/kgBB/hari. Setelah 30 hari, dilakukan pemeriksaan histopatologi Hasil:Rerata degenerasi sel tubulus ginjal tertinggi pada Kelompok P3 sedangkan rerata nekrosis tertinggi pada Kelompok P1. Pada Degenerasi, terdapat perbedaan signifikan antar Kelompok Kontrol dengan Kelompok P1, P2 dan P3, Sedangkan P1 terhadap P2 dan P3, P2 terhadap P3 tidak signifikan. Pada Nekrosis, terdapat perbedaan antar Kelompok Kontrol dengan Kelompok P1, P2 dan P3. Kelompok P1 signifikan dengan kelompok P3, Sedangkan P1 terhadap P2 dan P2 terhadap P3 tidak signifikan Simpulan : Pemberian tawas dalam pakan dosis bertingkat selama 30 hari menyebabkan terjadinya perubahan histopatologi ginjal tikus wistar.
format Article
id doaj-art-b71508afb43c438abb26da3b2ed11bae
institution Kabale University
issn 2540-8844
language English
publishDate 2017-09-01
publisher Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro
record_format Article
series Jurnal Kedokteran Diponegoro
spelling doaj-art-b71508afb43c438abb26da3b2ed11bae2025-08-20T03:26:38ZengFaculty of Medicine, Universitas DiponegoroJurnal Kedokteran Diponegoro2540-88442017-09-01631480148710.14710/dmj.v6i3.1839117884PENGARUH PEMBERIAN TAWAS DENGAN DOSIS BERTINGKAT DALAM PAKAN SELAMA 30 HARI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS WISTARThoyyibatun NisaAkhmad IsmailLatar Belakang : Tawas banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam pangan. Tawas termasuk salah satu macam logam berat. Logam berat dalam bentuk ion sangat toksik dapat menyebabkan kerusakan organ detoksifikasi yaitu hati dan ginjal. Logam berat menyebabkan nekrosis sel-sel epitel tubulus ginjal. Tujuan : Mengetahui Perbedaan pengaruh pemberian Tawas dalam pakan dosis bertingkat selama 30 hari terhadap perubahan gambaran histopatologi ginjal tikus wistar. Metode : Penelitian eksperimental dengan post test only control group design. Sampel sebanyak 20 ekor tikus wistar diadaptasi selama 7 hari lalu dibagi secara acakmenjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol (K) hanya diberi pakan standar. P1 diberi Tawas dalam pakan 2400mg/kgBB/hari; P2 diberi 1600mg/kgBB/hari: dan P3 diberi 800mg/kgBB/hari. Setelah 30 hari, dilakukan pemeriksaan histopatologi Hasil:Rerata degenerasi sel tubulus ginjal tertinggi pada Kelompok P3 sedangkan rerata nekrosis tertinggi pada Kelompok P1. Pada Degenerasi, terdapat perbedaan signifikan antar Kelompok Kontrol dengan Kelompok P1, P2 dan P3, Sedangkan P1 terhadap P2 dan P3, P2 terhadap P3 tidak signifikan. Pada Nekrosis, terdapat perbedaan antar Kelompok Kontrol dengan Kelompok P1, P2 dan P3. Kelompok P1 signifikan dengan kelompok P3, Sedangkan P1 terhadap P2 dan P2 terhadap P3 tidak signifikan Simpulan : Pemberian tawas dalam pakan dosis bertingkat selama 30 hari menyebabkan terjadinya perubahan histopatologi ginjal tikus wistar.https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/18391tawas, ginjal, degenerasi, nekrosis.
spellingShingle Thoyyibatun Nisa
Akhmad Ismail
PENGARUH PEMBERIAN TAWAS DENGAN DOSIS BERTINGKAT DALAM PAKAN SELAMA 30 HARI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS WISTAR
Jurnal Kedokteran Diponegoro
tawas, ginjal, degenerasi, nekrosis.
title PENGARUH PEMBERIAN TAWAS DENGAN DOSIS BERTINGKAT DALAM PAKAN SELAMA 30 HARI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS WISTAR
title_full PENGARUH PEMBERIAN TAWAS DENGAN DOSIS BERTINGKAT DALAM PAKAN SELAMA 30 HARI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS WISTAR
title_fullStr PENGARUH PEMBERIAN TAWAS DENGAN DOSIS BERTINGKAT DALAM PAKAN SELAMA 30 HARI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS WISTAR
title_full_unstemmed PENGARUH PEMBERIAN TAWAS DENGAN DOSIS BERTINGKAT DALAM PAKAN SELAMA 30 HARI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS WISTAR
title_short PENGARUH PEMBERIAN TAWAS DENGAN DOSIS BERTINGKAT DALAM PAKAN SELAMA 30 HARI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS WISTAR
title_sort pengaruh pemberian tawas dengan dosis bertingkat dalam pakan selama 30 hari terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus wistar
topic tawas, ginjal, degenerasi, nekrosis.
url https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/18391
work_keys_str_mv AT thoyyibatunnisa pengaruhpemberiantawasdengandosisbertingkatdalampakanselama30hariterhadapgambaranhistopatologiginjaltikuswistar
AT akhmadismail pengaruhpemberiantawasdengandosisbertingkatdalampakanselama30hariterhadapgambaranhistopatologiginjaltikuswistar