Memutus Rantai Kekecewaan Karir: Mencegah Ketidaksesuaian Jurusan Siswa SMK

Ketidaksesuaian jurusan terbukti membawa dampak negatif seperti ketidakpuasan akademik, penurunan motivasi, dan kesejahteraan psikologis yang rendah pada siswa. Salah satu cara untuk mencegah adalah melalui asesmen bakat minat. Tujuan kegiatan untuk memetakan bakat dan minat siswa Sekolah Menengah K...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Wisnu Sri Hertinjung, Rizqi Zulfa Qatrunnada, Septian Wahyu Rahmanto, Ihza Risqi Praditya, Alfian Faqih Ajiputra
Format: Article
Language:English
Published: Lembaga Dakwah dan Pembangunan Masyarakat Universitas Cokroaminoto Yogyakarta 2024-12-01
Series:Jurnal Nuansa Akademik
Subjects:
Online Access:https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/nuansaakademik/article/view/2479
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Ketidaksesuaian jurusan terbukti membawa dampak negatif seperti ketidakpuasan akademik, penurunan motivasi, dan kesejahteraan psikologis yang rendah pada siswa. Salah satu cara untuk mencegah adalah melalui asesmen bakat minat. Tujuan kegiatan untuk memetakan bakat dan minat siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMK Muhammadiyah K berjumlah 37 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu Intelligence Structure Test (IST) dan Rothwell Miller Interest Blank (RMIB). Hasil psikotes diskor, diinterpretasi, dan direkap dalam format excell yang disertai dengan rekomendasi jurusan serta saran tindak lanjut. Hasil analisis data menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki IQ pada kategori dull normal (rentang IQ 80-90), mayoritas cara berpikir yang dimiliki siswa adalah fleksibel dan seimbang, masing-masing 48%. Siswa yang memiliki ketidaksesuaian antara bakat dan minat hanya 16%, namun ketidaksesuaian antara minat kerja dan jurusan di SMK sebesar 47%. Terdapat 3 jenis rekomendasi yang diberikan dari kegiatan ini, yaitu melanjutkan studi ke jenjang S1; melanjutkan ke jenjang D3/wirausaha; dan bekerja di bawah supervisi untuk siswa dengan IQ kurang dari 80. Hasil kegiatan ini dapat ditindaklanjuti oleh siswa dalam memilih jalur karir setelah lulus, sekolah untuk menetapkan kebijakan dalam seleksi dan penempatan siswa baru, dan guru BK untuk menyusun program konseling dan psikoedukasi.
ISSN:1858-2826
2747-0954