Perbandingan Metode Jaringan Saraf Tiruan, Fuzzy, Dan Anfis Pada Peramalan Data Inflasi Indonesia

Peramalan adalah teknik penting untuk mengestimasi nilai masa depan berdasarkan data historis. Namun, metode peramalan sering menghadapi tantangan dalam memilih model dengan tingkat akurasi terbaik. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dan Fuzzy Metode...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Dwi Ayu Lusia, Karen Semathea, Eni Sumarminingsih, Achmad Efendi
Format: Article
Language:Indonesian
Published: University of Brawijaya 2025-06-01
Series:Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Subjects:
Online Access:https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8316
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849222700284772352
author Dwi Ayu Lusia
Karen Semathea
Eni Sumarminingsih
Achmad Efendi
author_facet Dwi Ayu Lusia
Karen Semathea
Eni Sumarminingsih
Achmad Efendi
author_sort Dwi Ayu Lusia
collection DOAJ
description Peramalan adalah teknik penting untuk mengestimasi nilai masa depan berdasarkan data historis. Namun, metode peramalan sering menghadapi tantangan dalam memilih model dengan tingkat akurasi terbaik. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dan Fuzzy Metode Sugeno serta gabungan kedua metode yang disebut Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Ketiga metode digunakan untuk meramalkan inflasi bulanan Indonesia. Penerapan ketiga metode membutuhkan penentuan input yang berdasarkan stasioner dan PACF. Data tidak stasioner lag 2 sehingga Differencing lag 2 kemudian tidak ada lag yang keluar pada PACF. Berdasarkan kedua hal tersebut ditentukan inputnya ialah  dan . Hasil menunjukkan bahwa metode JST dengan 3 lapisan tersembunyi dengan banyak neuron (2,1,1) memberikan kinerja terbaik (nilai RMSE terkecil sebesar 1,16127 pada data testing). Metode terbaik tersebut digunakan untuk meramalkan Inflasi bulan September 2023 hingga Desember 2024 cenderung konstan antara 2,68879% hingga 2,68887%. Kontribusi riset ini adalah metode advance (ANFIS) dengan menggabungankan dua metode (JST dan Fuzzy) belum tentu lebih baik daripada metode tanpa penggabungan (JST atau Fuzzy).   Abstract Forecasting is an important technique for estimating future values ​​based on historical data. However, forecasting methods often face challenges in choosing a model with the best level of accuracy. This study aims to compare the performance of the Artificial Neural Network (ANN) and Fuzzy Sugeno Method methods and a combination of the two methods called the Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). The third method is used to predict Indonesia's monthly inflation. The application of the third method requires input determination based on stationary and PACF. The data is not stationary lag 2 so that Differencing lag 2 then there is no lag that comes out in PACF. Based on these two things, the input is determined to be Y_(t-1) and Y_(t-2). The results show that the ANN method with 3 hidden layers with many neurons (2,1,1) gives the best performance (the smallest RMSE value is 1.16127 on the test data). The best method used to predict inflation from September 2023 to December 2024 tends to be constant between 2.68879% to 2.68887%. The contribution of this research is that the advanced method (ANFIS) by combining two methods (ANN and Fuzzy) is not necessarily better than the method without combining (ANN or Fuzzy).
format Article
id doaj-art-b589eba9a4944f65b02f4bb771cef01f
institution Kabale University
issn 2355-7699
2528-6579
language Indonesian
publishDate 2025-06-01
publisher University of Brawijaya
record_format Article
series Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
spelling doaj-art-b589eba9a4944f65b02f4bb771cef01f2025-08-26T03:34:06ZindUniversity of BrawijayaJurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer2355-76992528-65792025-06-0112310.25126/jtiik.2025128613Perbandingan Metode Jaringan Saraf Tiruan, Fuzzy, Dan Anfis Pada Peramalan Data Inflasi IndonesiaDwi Ayu Lusia0Karen Semathea1Eni Sumarminingsih2Achmad Efendi3Universitas Brawijaya, MalangUniversitas Brawijaya, MalangUniversitas Brawijaya, MalangUniversitas Brawijaya, Malang Peramalan adalah teknik penting untuk mengestimasi nilai masa depan berdasarkan data historis. Namun, metode peramalan sering menghadapi tantangan dalam memilih model dengan tingkat akurasi terbaik. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dan Fuzzy Metode Sugeno serta gabungan kedua metode yang disebut Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Ketiga metode digunakan untuk meramalkan inflasi bulanan Indonesia. Penerapan ketiga metode membutuhkan penentuan input yang berdasarkan stasioner dan PACF. Data tidak stasioner lag 2 sehingga Differencing lag 2 kemudian tidak ada lag yang keluar pada PACF. Berdasarkan kedua hal tersebut ditentukan inputnya ialah  dan . Hasil menunjukkan bahwa metode JST dengan 3 lapisan tersembunyi dengan banyak neuron (2,1,1) memberikan kinerja terbaik (nilai RMSE terkecil sebesar 1,16127 pada data testing). Metode terbaik tersebut digunakan untuk meramalkan Inflasi bulan September 2023 hingga Desember 2024 cenderung konstan antara 2,68879% hingga 2,68887%. Kontribusi riset ini adalah metode advance (ANFIS) dengan menggabungankan dua metode (JST dan Fuzzy) belum tentu lebih baik daripada metode tanpa penggabungan (JST atau Fuzzy).   Abstract Forecasting is an important technique for estimating future values ​​based on historical data. However, forecasting methods often face challenges in choosing a model with the best level of accuracy. This study aims to compare the performance of the Artificial Neural Network (ANN) and Fuzzy Sugeno Method methods and a combination of the two methods called the Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). The third method is used to predict Indonesia's monthly inflation. The application of the third method requires input determination based on stationary and PACF. The data is not stationary lag 2 so that Differencing lag 2 then there is no lag that comes out in PACF. Based on these two things, the input is determined to be Y_(t-1) and Y_(t-2). The results show that the ANN method with 3 hidden layers with many neurons (2,1,1) gives the best performance (the smallest RMSE value is 1.16127 on the test data). The best method used to predict inflation from September 2023 to December 2024 tends to be constant between 2.68879% to 2.68887%. The contribution of this research is that the advanced method (ANFIS) by combining two methods (ANN and Fuzzy) is not necessarily better than the method without combining (ANN or Fuzzy). https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8316anfisfuzzyinflasiJaringan Saraf Tiruan
spellingShingle Dwi Ayu Lusia
Karen Semathea
Eni Sumarminingsih
Achmad Efendi
Perbandingan Metode Jaringan Saraf Tiruan, Fuzzy, Dan Anfis Pada Peramalan Data Inflasi Indonesia
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
anfis
fuzzy
inflasi
Jaringan Saraf Tiruan
title Perbandingan Metode Jaringan Saraf Tiruan, Fuzzy, Dan Anfis Pada Peramalan Data Inflasi Indonesia
title_full Perbandingan Metode Jaringan Saraf Tiruan, Fuzzy, Dan Anfis Pada Peramalan Data Inflasi Indonesia
title_fullStr Perbandingan Metode Jaringan Saraf Tiruan, Fuzzy, Dan Anfis Pada Peramalan Data Inflasi Indonesia
title_full_unstemmed Perbandingan Metode Jaringan Saraf Tiruan, Fuzzy, Dan Anfis Pada Peramalan Data Inflasi Indonesia
title_short Perbandingan Metode Jaringan Saraf Tiruan, Fuzzy, Dan Anfis Pada Peramalan Data Inflasi Indonesia
title_sort perbandingan metode jaringan saraf tiruan fuzzy dan anfis pada peramalan data inflasi indonesia
topic anfis
fuzzy
inflasi
Jaringan Saraf Tiruan
url https://jtiik.ub.ac.id/index.php/jtiik/article/view/8316
work_keys_str_mv AT dwiayulusia perbandinganmetodejaringansaraftiruanfuzzydananfispadaperamalandatainflasiindonesia
AT karensemathea perbandinganmetodejaringansaraftiruanfuzzydananfispadaperamalandatainflasiindonesia
AT enisumarminingsih perbandinganmetodejaringansaraftiruanfuzzydananfispadaperamalandatainflasiindonesia
AT achmadefendi perbandinganmetodejaringansaraftiruanfuzzydananfispadaperamalandatainflasiindonesia