PENGELOMPOKKAN DAN PEMETAAN KARAKTERISTIK KEMISKINAN DI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA PROVINSI MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN SELF-ORGANIZING MAP DAN ANALISIS BIPLOT

Berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nasional (SUSENAS) BPS Provinsi Maluku menunjukkan bahwa kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) merupakan kabupaten yang memiliki persentase tingkat kemiskinan tertinggi di provinsi Maluku dengan persentase tingkat kemiskinan 30,18 persen. Penelitian ini bertujuan...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Zeth Arthur Leleury, Berny Pebo Tomasouw
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Pattimura 2019-07-01
Series:Barekeng
Subjects:
Online Access:https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/810
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849407006851465216
author Zeth Arthur Leleury
Berny Pebo Tomasouw
author_facet Zeth Arthur Leleury
Berny Pebo Tomasouw
author_sort Zeth Arthur Leleury
collection DOAJ
description Berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nasional (SUSENAS) BPS Provinsi Maluku menunjukkan bahwa kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) merupakan kabupaten yang memiliki persentase tingkat kemiskinan tertinggi di provinsi Maluku dengan persentase tingkat kemiskinan 30,18 persen. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengelompokkan desa/kecamatan di Kabupaten MDB guna melihat karakteristik kemiskinan pada setiap cluster. Selain itu, juga dilakukan pemetaan karakteristik kemiskinan untuk setiap desa/kecamatan di Kabupaten MBD sebagai upaya untuk mengetahui keragaman karakteristik kemiskinan. Metode pengelompokkan yang digunakan adalah algoritma jaringan syaraf tiruan Self Organizing Map (SOM) dan Biplot. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hasil pengelompokkan terbaik adalah dengan metode Biplot karena memiliki rasio yang lebih kecil. Adapun hasil pengelompokkan 17 kecamatan di kabupaten MBD terbagi dalam 4 cluster yakni cluster 1 terdiri kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, Letti dan Moa; cluster 2 terdiri dari kecamatan Pulau-Pulau Babar dan Babar Timur; cluster 3 terdiri dari kecamatan Pulau Masela, Mdona Hyera, Kepulauan Romang, Damer, Wetar, dan Wetar Barat; sedangkan cluster 4 terdiri dari kecamatan Wetar Utara, Wetar Timur, Kisar Utara, Lakor, Dawelor Dawera dan Pulau Wetang. Ada 11 faktor yang mempengaruhi sehingga cluster 4 tergolong dalam cluster dengan karakteristik kemiskinan tertinggi. Sedangkan ada 4 faktor yang mempengaruhi sehingga cluster 3 tergolong dalam cluster dengan karakteristik kemiskinan cukup tinggi.
format Article
id doaj-art-b565a2dfa06646ec821a1abcbba0c4dd
institution Kabale University
issn 1978-7227
2615-3017
language English
publishDate 2019-07-01
publisher Universitas Pattimura
record_format Article
series Barekeng
spelling doaj-art-b565a2dfa06646ec821a1abcbba0c4dd2025-08-20T03:36:12ZengUniversitas PattimuraBarekeng1978-72272615-30172019-07-0113209310610.30598/barekengvol13iss2pp093-106ar810810PENGELOMPOKKAN DAN PEMETAAN KARAKTERISTIK KEMISKINAN DI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA PROVINSI MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN SELF-ORGANIZING MAP DAN ANALISIS BIPLOTZeth Arthur Leleury0Berny Pebo Tomasouw1Universitas PattimuraJurusan Matematika FMIPA Universitas PattimuraBerdasarkan hasil survei sosial ekonomi nasional (SUSENAS) BPS Provinsi Maluku menunjukkan bahwa kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) merupakan kabupaten yang memiliki persentase tingkat kemiskinan tertinggi di provinsi Maluku dengan persentase tingkat kemiskinan 30,18 persen. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengelompokkan desa/kecamatan di Kabupaten MDB guna melihat karakteristik kemiskinan pada setiap cluster. Selain itu, juga dilakukan pemetaan karakteristik kemiskinan untuk setiap desa/kecamatan di Kabupaten MBD sebagai upaya untuk mengetahui keragaman karakteristik kemiskinan. Metode pengelompokkan yang digunakan adalah algoritma jaringan syaraf tiruan Self Organizing Map (SOM) dan Biplot. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hasil pengelompokkan terbaik adalah dengan metode Biplot karena memiliki rasio yang lebih kecil. Adapun hasil pengelompokkan 17 kecamatan di kabupaten MBD terbagi dalam 4 cluster yakni cluster 1 terdiri kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, Letti dan Moa; cluster 2 terdiri dari kecamatan Pulau-Pulau Babar dan Babar Timur; cluster 3 terdiri dari kecamatan Pulau Masela, Mdona Hyera, Kepulauan Romang, Damer, Wetar, dan Wetar Barat; sedangkan cluster 4 terdiri dari kecamatan Wetar Utara, Wetar Timur, Kisar Utara, Lakor, Dawelor Dawera dan Pulau Wetang. Ada 11 faktor yang mempengaruhi sehingga cluster 4 tergolong dalam cluster dengan karakteristik kemiskinan tertinggi. Sedangkan ada 4 faktor yang mempengaruhi sehingga cluster 3 tergolong dalam cluster dengan karakteristik kemiskinan cukup tinggi.https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/810biplot, cluster, karakteristik kemiskinan, mbd, self organizing map
spellingShingle Zeth Arthur Leleury
Berny Pebo Tomasouw
PENGELOMPOKKAN DAN PEMETAAN KARAKTERISTIK KEMISKINAN DI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA PROVINSI MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN SELF-ORGANIZING MAP DAN ANALISIS BIPLOT
Barekeng
biplot, cluster, karakteristik kemiskinan, mbd, self organizing map
title PENGELOMPOKKAN DAN PEMETAAN KARAKTERISTIK KEMISKINAN DI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA PROVINSI MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN SELF-ORGANIZING MAP DAN ANALISIS BIPLOT
title_full PENGELOMPOKKAN DAN PEMETAAN KARAKTERISTIK KEMISKINAN DI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA PROVINSI MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN SELF-ORGANIZING MAP DAN ANALISIS BIPLOT
title_fullStr PENGELOMPOKKAN DAN PEMETAAN KARAKTERISTIK KEMISKINAN DI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA PROVINSI MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN SELF-ORGANIZING MAP DAN ANALISIS BIPLOT
title_full_unstemmed PENGELOMPOKKAN DAN PEMETAAN KARAKTERISTIK KEMISKINAN DI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA PROVINSI MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN SELF-ORGANIZING MAP DAN ANALISIS BIPLOT
title_short PENGELOMPOKKAN DAN PEMETAAN KARAKTERISTIK KEMISKINAN DI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA PROVINSI MALUKU DENGAN MENGGUNAKAN SELF-ORGANIZING MAP DAN ANALISIS BIPLOT
title_sort pengelompokkan dan pemetaan karakteristik kemiskinan di kabupaten maluku barat daya provinsi maluku dengan menggunakan self organizing map dan analisis biplot
topic biplot, cluster, karakteristik kemiskinan, mbd, self organizing map
url https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/810
work_keys_str_mv AT zetharthurleleury pengelompokkandanpemetaankarakteristikkemiskinandikabupatenmalukubaratdayaprovinsimalukudenganmenggunakanselforganizingmapdananalisisbiplot
AT bernypebotomasouw pengelompokkandanpemetaankarakteristikkemiskinandikabupatenmalukubaratdayaprovinsimalukudenganmenggunakanselforganizingmapdananalisisbiplot