Kritik Hadis Menurut al-Hakim al-Naisaburi dalam Ma’rifah Ulum al-Hadits

Kehadiran al-Hakim dalam sejarah pemikiran hadis tidak bisa diabaikan begitu saja meski popularitasnya tidak sebanding dengan para penulis al-Kutub al-Sittah. Gagasan-gagasan karyanya tidak lepas dari konteks sosio-kultural dan politik yang melingkupinya, sehingga menghasilkan nuansa metodologis ya...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Bayu Pramesta, Yassinta Ananda, Emri Agus
Format: Article
Language:Arabic
Published: Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang 2024-06-01
Series:El-Sunnah
Online Access:https://10.1.2.142/index.php/elsunnah/article/view/14811
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849322287186051072
author Bayu Pramesta
Yassinta Ananda
Emri Agus
author_facet Bayu Pramesta
Yassinta Ananda
Emri Agus
author_sort Bayu Pramesta
collection DOAJ
description Kehadiran al-Hakim dalam sejarah pemikiran hadis tidak bisa diabaikan begitu saja meski popularitasnya tidak sebanding dengan para penulis al-Kutub al-Sittah. Gagasan-gagasan karyanya tidak lepas dari konteks sosio-kultural dan politik yang melingkupinya, sehingga menghasilkan nuansa metodologis yang berbeda dengan kitab-kitab hadis sebelumnya. Artikel ini bertujuan untuk mengonstruksikan kritik hadis dan pemahaman hadis dalam keserjanaan al-Hakim al-Naisaburi. Artikel ini menggunakan analisis deskriptif-analitis terhadap sumber primer yakni kitab Ma’rifah Ulum al-Hadis. Dengan demikian artikel ini menemukan bahwa al-Hakim mempunyai kriteria tersendiri dalam menilai status sebuah Hadis dalam kitab al-Ma’rifah Ulum al-Hadits. Kritik sanad hadis al-Hakim menggunakan empat hal, yakni jalur sanad utama dan rendah (ma’rifah ‘ali isnad wa nazil isnad), kejujuran dan kekuatan hafalan periwayat, hadis yang sanadnya bersambung (musnad) dan terputus (mauquf), dan ma’rifatu as-sahabah ‘ala muratabatihim. Sedangkan kritik matan hadis al-Hakim mengacu pada tiga hal, yakni susunan redaksi hadis yang bercampur (al-mudrij), redaksi matan hadis yang gharib dan hadis yang populer. Metode yang digunakan oleh al-Hakim tersebut kemudian melahirkan standar ganda dalam menilai status Hadis. Terlepas dari segala kekurangannya, kitab al-Ma’rifah Ulum al-Hadis merupakan sumbangan terbesar al-Hakim dalam pemikiran Hadis. Dengan demikian, upaya al-Hakim patut diberi apresiasi.
format Article
id doaj-art-b03a1426bace4f3ba58546b46cbe606e
institution Kabale University
issn 2828-2019
2809-1744
language Arabic
publishDate 2024-06-01
publisher Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
record_format Article
series El-Sunnah
spelling doaj-art-b03a1426bace4f3ba58546b46cbe606e2025-08-20T03:49:26ZaraUniversitas Islam Negeri Raden Fatah PalembangEl-Sunnah2828-20192809-17442024-06-015110.19109/elsunnah.v5i1.14811Kritik Hadis Menurut al-Hakim al-Naisaburi dalam Ma’rifah Ulum al-HaditsBayu Pramesta0Yassinta Ananda1Emri Agus2Program Studi Magister Ilmu Hadis Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Program Studi Magister Ilmu Hadis Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Program Studi Magister Ilmu Hadis Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Kehadiran al-Hakim dalam sejarah pemikiran hadis tidak bisa diabaikan begitu saja meski popularitasnya tidak sebanding dengan para penulis al-Kutub al-Sittah. Gagasan-gagasan karyanya tidak lepas dari konteks sosio-kultural dan politik yang melingkupinya, sehingga menghasilkan nuansa metodologis yang berbeda dengan kitab-kitab hadis sebelumnya. Artikel ini bertujuan untuk mengonstruksikan kritik hadis dan pemahaman hadis dalam keserjanaan al-Hakim al-Naisaburi. Artikel ini menggunakan analisis deskriptif-analitis terhadap sumber primer yakni kitab Ma’rifah Ulum al-Hadis. Dengan demikian artikel ini menemukan bahwa al-Hakim mempunyai kriteria tersendiri dalam menilai status sebuah Hadis dalam kitab al-Ma’rifah Ulum al-Hadits. Kritik sanad hadis al-Hakim menggunakan empat hal, yakni jalur sanad utama dan rendah (ma’rifah ‘ali isnad wa nazil isnad), kejujuran dan kekuatan hafalan periwayat, hadis yang sanadnya bersambung (musnad) dan terputus (mauquf), dan ma’rifatu as-sahabah ‘ala muratabatihim. Sedangkan kritik matan hadis al-Hakim mengacu pada tiga hal, yakni susunan redaksi hadis yang bercampur (al-mudrij), redaksi matan hadis yang gharib dan hadis yang populer. Metode yang digunakan oleh al-Hakim tersebut kemudian melahirkan standar ganda dalam menilai status Hadis. Terlepas dari segala kekurangannya, kitab al-Ma’rifah Ulum al-Hadis merupakan sumbangan terbesar al-Hakim dalam pemikiran Hadis. Dengan demikian, upaya al-Hakim patut diberi apresiasi. https://10.1.2.142/index.php/elsunnah/article/view/14811
spellingShingle Bayu Pramesta
Yassinta Ananda
Emri Agus
Kritik Hadis Menurut al-Hakim al-Naisaburi dalam Ma’rifah Ulum al-Hadits
El-Sunnah
title Kritik Hadis Menurut al-Hakim al-Naisaburi dalam Ma’rifah Ulum al-Hadits
title_full Kritik Hadis Menurut al-Hakim al-Naisaburi dalam Ma’rifah Ulum al-Hadits
title_fullStr Kritik Hadis Menurut al-Hakim al-Naisaburi dalam Ma’rifah Ulum al-Hadits
title_full_unstemmed Kritik Hadis Menurut al-Hakim al-Naisaburi dalam Ma’rifah Ulum al-Hadits
title_short Kritik Hadis Menurut al-Hakim al-Naisaburi dalam Ma’rifah Ulum al-Hadits
title_sort kritik hadis menurut al hakim al naisaburi dalam ma rifah ulum al hadits
url https://10.1.2.142/index.php/elsunnah/article/view/14811
work_keys_str_mv AT bayupramesta kritikhadismenurutalhakimalnaisaburidalammarifahulumalhadits
AT yassintaananda kritikhadismenurutalhakimalnaisaburidalammarifahulumalhadits
AT emriagus kritikhadismenurutalhakimalnaisaburidalammarifahulumalhadits