Aplikasi Tes Buta Warna Dengan Metode Ishihara dan Farnsworth Munsell D-15 (Studi Kasus : Puskesmas Rowosari)

Buta warna adalah suatu gangguan yang terjadi pada mata yang tidak dapat membedakan warna tertentu. Tes buta warna adalah suatu tes yang digunakan untuk mengetahui seseorang mengalami buta warna atau tidak. Hasil tes buta warna sangat penting terutama untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja di bida...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Rico Estrada, Eko Adi Sarwoko
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Diponegoro 2019-06-01
Series:Jurnal Masyarakat Informatika
Online Access:https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jmasif/article/view/31486
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849319466208329728
author Rico Estrada
Eko Adi Sarwoko
author_facet Rico Estrada
Eko Adi Sarwoko
author_sort Rico Estrada
collection DOAJ
description Buta warna adalah suatu gangguan yang terjadi pada mata yang tidak dapat membedakan warna tertentu. Tes buta warna adalah suatu tes yang digunakan untuk mengetahui seseorang mengalami buta warna atau tidak. Hasil tes buta warna sangat penting terutama untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja di bidang-bidang tertentu seperti teknik elektro, teknik informatika, desain dan lain-lain. Proses buta warna umumnya dilakukan secara manual. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah aplikasi tes buta warna dengan metode Ishihara dan Farnsowrth Munsell D-15 dengan berbasis komputer dan hasil tes tersimpan dalam database sehingga petugas kesehatan dapat melihat data yang lalu serta menghasilkan laporan yang dapat langsung dicetak melalui printer. Model proses pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah model Waterfall. Aplikasi tes buta buta warna Ishihara dan farnsworth munsell D-15, dapat dilakukan setelah pasien melakukan registrasi terlebih dahulu, setelah melakukan registrasi maka pasien dapat melakukan tes Ishihara, jika hasil tes Ishihara buta warna parsial, sangat dianjurkan untuk pasien melakukan tes Farnsworth Munsell D-15 yang bisa mendiagnosis dengan melakukan skrining kelemahan warna tertentu, seperti kelemahan terhadap warna merah (protan), kelemahan terhadap warna hijau (deutan), dan kelemahan terhadap warna biru (tritan). Tes Farnworth Munsell Tingkat akurasi aplikasi ini dalam menangani pasien buta warna adalah sebesar 96.8%.
format Article
id doaj-art-afadaca7586843a88f426fb35742e241
institution Kabale University
issn 2086-4930
2777-0648
language English
publishDate 2019-06-01
publisher Universitas Diponegoro
record_format Article
series Jurnal Masyarakat Informatika
spelling doaj-art-afadaca7586843a88f426fb35742e2412025-08-20T03:50:26ZengUniversitas DiponegoroJurnal Masyarakat Informatika2086-49302777-06482019-06-01101111910.14710/jmasif.10.1.3148617064Aplikasi Tes Buta Warna Dengan Metode Ishihara dan Farnsworth Munsell D-15 (Studi Kasus : Puskesmas Rowosari)Rico EstradaEko Adi SarwokoButa warna adalah suatu gangguan yang terjadi pada mata yang tidak dapat membedakan warna tertentu. Tes buta warna adalah suatu tes yang digunakan untuk mengetahui seseorang mengalami buta warna atau tidak. Hasil tes buta warna sangat penting terutama untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja di bidang-bidang tertentu seperti teknik elektro, teknik informatika, desain dan lain-lain. Proses buta warna umumnya dilakukan secara manual. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah aplikasi tes buta warna dengan metode Ishihara dan Farnsowrth Munsell D-15 dengan berbasis komputer dan hasil tes tersimpan dalam database sehingga petugas kesehatan dapat melihat data yang lalu serta menghasilkan laporan yang dapat langsung dicetak melalui printer. Model proses pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah model Waterfall. Aplikasi tes buta buta warna Ishihara dan farnsworth munsell D-15, dapat dilakukan setelah pasien melakukan registrasi terlebih dahulu, setelah melakukan registrasi maka pasien dapat melakukan tes Ishihara, jika hasil tes Ishihara buta warna parsial, sangat dianjurkan untuk pasien melakukan tes Farnsworth Munsell D-15 yang bisa mendiagnosis dengan melakukan skrining kelemahan warna tertentu, seperti kelemahan terhadap warna merah (protan), kelemahan terhadap warna hijau (deutan), dan kelemahan terhadap warna biru (tritan). Tes Farnworth Munsell Tingkat akurasi aplikasi ini dalam menangani pasien buta warna adalah sebesar 96.8%.https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jmasif/article/view/31486
spellingShingle Rico Estrada
Eko Adi Sarwoko
Aplikasi Tes Buta Warna Dengan Metode Ishihara dan Farnsworth Munsell D-15 (Studi Kasus : Puskesmas Rowosari)
Jurnal Masyarakat Informatika
title Aplikasi Tes Buta Warna Dengan Metode Ishihara dan Farnsworth Munsell D-15 (Studi Kasus : Puskesmas Rowosari)
title_full Aplikasi Tes Buta Warna Dengan Metode Ishihara dan Farnsworth Munsell D-15 (Studi Kasus : Puskesmas Rowosari)
title_fullStr Aplikasi Tes Buta Warna Dengan Metode Ishihara dan Farnsworth Munsell D-15 (Studi Kasus : Puskesmas Rowosari)
title_full_unstemmed Aplikasi Tes Buta Warna Dengan Metode Ishihara dan Farnsworth Munsell D-15 (Studi Kasus : Puskesmas Rowosari)
title_short Aplikasi Tes Buta Warna Dengan Metode Ishihara dan Farnsworth Munsell D-15 (Studi Kasus : Puskesmas Rowosari)
title_sort aplikasi tes buta warna dengan metode ishihara dan farnsworth munsell d 15 studi kasus puskesmas rowosari
url https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jmasif/article/view/31486
work_keys_str_mv AT ricoestrada aplikasitesbutawarnadenganmetodeishiharadanfarnsworthmunselld15studikasuspuskesmasrowosari
AT ekoadisarwoko aplikasitesbutawarnadenganmetodeishiharadanfarnsworthmunselld15studikasuspuskesmasrowosari