“Janganlah Kamu Disebut Rabi”: Sebuah Pendekatan Hermeneutik-Pedagogis terhadap Matius 23:8

Matius 23:8 merupakan teks yang rumit dan sarat dengan hal-hal kontroversial. Perbandingan prinsip pengajaran Yesus dan pengajaran para rabi Yahudi yang tersebar luas di balik teks-teks Matius harus jelaskan, sebab sangat bermanfaat untuk memaknai maksud teks. Mengabaikan tugas mengajar ahli Taurat...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Erman Sepniagus Saragih, Benyamin Benyamin, Veronika Sinaga
Format: Article
Language:English
Published: Sekolah Tinggi Teologi SAAT 2024-12-01
Series:Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan
Subjects:
Online Access:http://ojs.seabs.ac.id/index.php/Veritas/article/view/691
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Matius 23:8 merupakan teks yang rumit dan sarat dengan hal-hal kontroversial. Perbandingan prinsip pengajaran Yesus dan pengajaran para rabi Yahudi yang tersebar luas di balik teks-teks Matius harus jelaskan, sebab sangat bermanfaat untuk memaknai maksud teks. Mengabaikan tugas mengajar ahli Taurat dan orang Farisi dalam Matius 23:8 dapat menghasilkan distorsi penafsiran, bahkan salah menggali makna teks Alkitab. Esai ini memberikan perspektif baru atas pembacaan larangan Yesus “janganlah kamu disebut Rabi” dalam Matius 23:8 dengan menggunakan Hermeneutik pendekatan pedagogis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mengartikulasi mengapa Yesus melarang para murid dan orang banyak disebut Rabi dan bagaimana hal ini dibaca dengan lensa pedagogis. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pertama, terjadi diakognisi makna kata rabi dalam ajaran Yesus. Kedua, pengajar tidak bermuara pada tujuan untuk kedudukan dan penghormatan (prestise). Ketiga, Yesus sedang mengajarkan prinsip yang mengedepankan sikap persaudaraan yang saling melayani dengan pandangan bahwa Yesus satu-satunya Guru. Artinya, Dialah yang layak menerima kemulian dan hormat sampai selama-lamanya.
ISSN:1411-7649
2684-9194