Preeklampsia dan Risiko Penyakit Kardiovaskuler di Masa Depan
Preeklampsia adalah gangguan kehamilan spesifik yang mengakibatkan hipertensi dan disfungsi multiorgan, merupakan penyebab utama kematian ibu di seluruh dunia dan mempengaruhi 2% hingga 8% dari semua kehamilan. Didefinisikan sebagai timbulnya hipertensi setelah kehamilan 20 minggu dengan proteinuri...
Saved in:
| Main Authors: | , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Indonesian Society of Obstetric Anesthesia and Critical Care (INA-SOACC)
2025-03-01
|
| Series: | Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://jurnalanestesiobstetri-indonesia.id/ojs/index.php/Obstetri/article/view/194 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850056943049113600 |
|---|---|
| author | Dewi Yulianti Bisri Tatang Bisri |
| author_facet | Dewi Yulianti Bisri Tatang Bisri |
| author_sort | Dewi Yulianti Bisri |
| collection | DOAJ |
| description |
Preeklampsia adalah gangguan kehamilan spesifik yang mengakibatkan hipertensi dan disfungsi multiorgan, merupakan penyebab utama kematian ibu di seluruh dunia dan mempengaruhi 2% hingga 8% dari semua kehamilan. Didefinisikan sebagai timbulnya hipertensi setelah kehamilan 20 minggu dengan proteinuria, disfungsi organ, atau disfungsi uteroplacental. Ada bukti bahwa efek ini bertahan setelah bayi dilahirkan. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, faktor risiko untuk terjadi preeklampsia adalah obesitas, hipertensi kronis, diabetes mellitus, penyakit ginjal kronis, preeklampsia sebelumnya, lupus eritematosus sistemik, usia >40 tahun, primiparitas, kehamilan ganda, fertilisasi in vitro, dan riwayat keluarga preeklampsia. Preeklampsia dikaitkan dengan insiden di masa depan untuk peningkatan kejadian gagal jantung 4 kali lipat dan peningkatan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan kematian karena jantung koroner atau penyakit kardiovaskular 2 kali lipat. Pre-eklampsia terkait dengan risiko serangan jantung empat kali lipat lebih tinggi dalam satu dekade setelah melahirkan. Oleh karena itu, penting dilakukan pemantauan faktor risiko kardiovaskular seumur hidup pada wanita dengan riwayat preeklampsia.
|
| format | Article |
| id | doaj-art-ad502afa152c4e2f98dd6d897072c529 |
| institution | DOAJ |
| issn | 2808-3261 2615-370X |
| language | Indonesian |
| publishDate | 2025-03-01 |
| publisher | Indonesian Society of Obstetric Anesthesia and Critical Care (INA-SOACC) |
| record_format | Article |
| series | Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia |
| spelling | doaj-art-ad502afa152c4e2f98dd6d897072c5292025-08-20T02:51:34ZindIndonesian Society of Obstetric Anesthesia and Critical Care (INA-SOACC)Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia2808-32612615-370X2025-03-018110.47507/obstetri.v8i1.194Preeklampsia dan Risiko Penyakit Kardiovaskuler di Masa DepanDewi Yulianti Bisri0Tatang Bisri1Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran BandungDepartemen Anestesiologi dan Intensif Rumah Sakit Melinda Bandung, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Ahmad Yani Cimahi Preeklampsia adalah gangguan kehamilan spesifik yang mengakibatkan hipertensi dan disfungsi multiorgan, merupakan penyebab utama kematian ibu di seluruh dunia dan mempengaruhi 2% hingga 8% dari semua kehamilan. Didefinisikan sebagai timbulnya hipertensi setelah kehamilan 20 minggu dengan proteinuria, disfungsi organ, atau disfungsi uteroplacental. Ada bukti bahwa efek ini bertahan setelah bayi dilahirkan. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, faktor risiko untuk terjadi preeklampsia adalah obesitas, hipertensi kronis, diabetes mellitus, penyakit ginjal kronis, preeklampsia sebelumnya, lupus eritematosus sistemik, usia >40 tahun, primiparitas, kehamilan ganda, fertilisasi in vitro, dan riwayat keluarga preeklampsia. Preeklampsia dikaitkan dengan insiden di masa depan untuk peningkatan kejadian gagal jantung 4 kali lipat dan peningkatan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan kematian karena jantung koroner atau penyakit kardiovaskular 2 kali lipat. Pre-eklampsia terkait dengan risiko serangan jantung empat kali lipat lebih tinggi dalam satu dekade setelah melahirkan. Oleh karena itu, penting dilakukan pemantauan faktor risiko kardiovaskular seumur hidup pada wanita dengan riwayat preeklampsia. https://jurnalanestesiobstetri-indonesia.id/ojs/index.php/Obstetri/article/view/194preeclampsiapenyakit kardiovaskularwanita hamilpostpartum |
| spellingShingle | Dewi Yulianti Bisri Tatang Bisri Preeklampsia dan Risiko Penyakit Kardiovaskuler di Masa Depan Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia preeclampsia penyakit kardiovaskular wanita hamil postpartum |
| title | Preeklampsia dan Risiko Penyakit Kardiovaskuler di Masa Depan |
| title_full | Preeklampsia dan Risiko Penyakit Kardiovaskuler di Masa Depan |
| title_fullStr | Preeklampsia dan Risiko Penyakit Kardiovaskuler di Masa Depan |
| title_full_unstemmed | Preeklampsia dan Risiko Penyakit Kardiovaskuler di Masa Depan |
| title_short | Preeklampsia dan Risiko Penyakit Kardiovaskuler di Masa Depan |
| title_sort | preeklampsia dan risiko penyakit kardiovaskuler di masa depan |
| topic | preeclampsia penyakit kardiovaskular wanita hamil postpartum |
| url | https://jurnalanestesiobstetri-indonesia.id/ojs/index.php/Obstetri/article/view/194 |
| work_keys_str_mv | AT dewiyuliantibisri preeklampsiadanrisikopenyakitkardiovaskulerdimasadepan AT tatangbisri preeklampsiadanrisikopenyakitkardiovaskulerdimasadepan |