PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI PANTI ASUHAN AL-HIDAYAH KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG MELALUI EDUKASI TANAMAN OBAT KELUARGA DAN PEMBUATAN SIMPLISIA KELOR

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah kelompok tanaman yang secara tradisional dibudidayakan di pekarangan rumah untuk dimanfaatkan sebagai sumber obat alami. Salah satu tanaman TOGA yang banyak digunakan adalah daun kelor (Moringa oleifera Lam.), yang dikenal memiliki kandungan nutrisi tinggi serta...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Elidahanum Husni, Dira Hefni, Syofyan Syofyan, Bening Hawa Satia, Eko Bayu Saputro, Suryati Syafri
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Andalas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) 2024-12-01
Series:Buletin Ilmiah Nagari Membangun
Subjects:
Online Access:https://buletinnagari.lppm.unand.ac.id/index.php/bln/article/view/720
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah kelompok tanaman yang secara tradisional dibudidayakan di pekarangan rumah untuk dimanfaatkan sebagai sumber obat alami. Salah satu tanaman TOGA yang banyak digunakan adalah daun kelor (Moringa oleifera Lam.), yang dikenal memiliki kandungan nutrisi tinggi serta berbagai manfaat farmakologis. Daun kelor mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan asam fenolik, yang mendukung kesehatan, antara lain sebagai antioksidan dan antimikroba. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Al-Hidayah dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman TOGA, khususnya daun kelor, melalui pelatihan pembuatan teh herbal. Dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif, kegiatan ini mencakup survei awal, penyuluhan, pelatihan praktis, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan peserta mengenai manfaat TOGA dan cara pengolahan daun kelor menjadi teh herbal, dari tingkat pemahaman awal sebesar 16,7% menjadi 91,3% setelah pelatihan. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa penyuluhan dan pelatihan berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan peluang pengembangan produk herbal dari tanaman lokal, yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan sekaligus peluang ekonomi melalui produksi teh herbal berbasis daun kelor. Untuk keberlanjutan program, disarankan adanya pelatihan lanjutan agar masyarakat lebih mahir dalam mengolah TOGA, khususnya menjadi produk herbal bernilai tambah. Kolaborasi dengan institusi pendidikan juga penting untuk memperluas pengembangan produk TOGA di masyarakat.
ISSN:2622-9978