POTENSI ENERGI PANAS BUMI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA PADA DAERAH HARUKU MALUKU TENGAH
Penelitian ini adalah menganalisis karakteristik mineral ubahan dengan metode FTIR di daerah mata air panas Haruku, Maluku Tengah. Hasil analisis FTIR menunjukkan jenis mineral ubahan yang mendominasi daerah panas bumi Haruku adalah mineral aragonit dan kalsit yang terdapat pada jenis batuan karbona...
Saved in:
| Main Authors: | , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Universitas Pattimura
2019-07-01
|
| Series: | Barekeng |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/768 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1849239529927475200 |
|---|---|
| author | Helda Andayany Mirtha Yunitha Sari Risakotta |
| author_facet | Helda Andayany Mirtha Yunitha Sari Risakotta |
| author_sort | Helda Andayany |
| collection | DOAJ |
| description | Penelitian ini adalah menganalisis karakteristik mineral ubahan dengan metode FTIR di daerah mata air panas Haruku, Maluku Tengah. Hasil analisis FTIR menunjukkan jenis mineral ubahan yang mendominasi daerah panas bumi Haruku adalah mineral aragonit dan kalsit yang terdapat pada jenis batuan karbonat. Kedua mineral ini merupakan hasil alterasi dari batuan induk karena suhu reservoir dan suhu di permukaan yang tinggi. Mineral aragonit dan kalsit diinterpretasi terbentuk secara bersama-sama pada suhu permukaan 55oC. Di bawah suhu 55oC hanya kalsit yang dapat terbentuk. Mineral aragonit mengalami rekristalisasi dengan porositas yang tinggi. Sebaliknya, mineral kalsit mengalami rekristalisasi dengan porositas yang rendah. Hasil pengukuran suhu air panas rata-rata di permukaan adalah 58,8oC. Karakteristik air panas pada daerah Haruku Maluku Tengah juga didukung dengan pH adalah 7,1 dan konduktivitas listrik berkisar (9,350-10,450) μS/m. Pengukuran debit alir berkisar (0,11-0,16) m3/detik memberikan hasil perhitungan kehilangan panas (heat loss) adalah 80 kW. Pendugaan suhu reservoir panas bumi pada daerah Haruku Maluku Tengah berkisar 240oC, sehingga dapat berpotensi sebagai lapangan panas bumi untuk digunakan sebagai dasar rekomendasi utilisasi potensi panas bumi bagi pemerintah daerah (indirect use) yaitu sebagai informasi untuk memenuhi kekurangan daya listrik di daerah Maluku Tengah dan Maluku secara umum. |
| format | Article |
| id | doaj-art-a79d18d4ce494c80a4a7894836d06f10 |
| institution | Kabale University |
| issn | 1978-7227 2615-3017 |
| language | English |
| publishDate | 2019-07-01 |
| publisher | Universitas Pattimura |
| record_format | Article |
| series | Barekeng |
| spelling | doaj-art-a79d18d4ce494c80a4a7894836d06f102025-08-20T04:00:55ZengUniversitas PattimuraBarekeng1978-72272615-30172019-07-0113206907410.30598/barekengvol13iss2pp069-074ar768768POTENSI ENERGI PANAS BUMI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA PADA DAERAH HARUKU MALUKU TENGAHHelda Andayany0Mirtha Yunitha Sari Risakotta1lecturerJurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas PattimuraPenelitian ini adalah menganalisis karakteristik mineral ubahan dengan metode FTIR di daerah mata air panas Haruku, Maluku Tengah. Hasil analisis FTIR menunjukkan jenis mineral ubahan yang mendominasi daerah panas bumi Haruku adalah mineral aragonit dan kalsit yang terdapat pada jenis batuan karbonat. Kedua mineral ini merupakan hasil alterasi dari batuan induk karena suhu reservoir dan suhu di permukaan yang tinggi. Mineral aragonit dan kalsit diinterpretasi terbentuk secara bersama-sama pada suhu permukaan 55oC. Di bawah suhu 55oC hanya kalsit yang dapat terbentuk. Mineral aragonit mengalami rekristalisasi dengan porositas yang tinggi. Sebaliknya, mineral kalsit mengalami rekristalisasi dengan porositas yang rendah. Hasil pengukuran suhu air panas rata-rata di permukaan adalah 58,8oC. Karakteristik air panas pada daerah Haruku Maluku Tengah juga didukung dengan pH adalah 7,1 dan konduktivitas listrik berkisar (9,350-10,450) μS/m. Pengukuran debit alir berkisar (0,11-0,16) m3/detik memberikan hasil perhitungan kehilangan panas (heat loss) adalah 80 kW. Pendugaan suhu reservoir panas bumi pada daerah Haruku Maluku Tengah berkisar 240oC, sehingga dapat berpotensi sebagai lapangan panas bumi untuk digunakan sebagai dasar rekomendasi utilisasi potensi panas bumi bagi pemerintah daerah (indirect use) yaitu sebagai informasi untuk memenuhi kekurangan daya listrik di daerah Maluku Tengah dan Maluku secara umum.https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/768utilization of geothermal potential, electrical power, reservoir temperature |
| spellingShingle | Helda Andayany Mirtha Yunitha Sari Risakotta POTENSI ENERGI PANAS BUMI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA PADA DAERAH HARUKU MALUKU TENGAH Barekeng utilization of geothermal potential, electrical power, reservoir temperature |
| title | POTENSI ENERGI PANAS BUMI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA PADA DAERAH HARUKU MALUKU TENGAH |
| title_full | POTENSI ENERGI PANAS BUMI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA PADA DAERAH HARUKU MALUKU TENGAH |
| title_fullStr | POTENSI ENERGI PANAS BUMI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA PADA DAERAH HARUKU MALUKU TENGAH |
| title_full_unstemmed | POTENSI ENERGI PANAS BUMI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA PADA DAERAH HARUKU MALUKU TENGAH |
| title_short | POTENSI ENERGI PANAS BUMI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA PADA DAERAH HARUKU MALUKU TENGAH |
| title_sort | potensi energi panas bumi dan rekomendasi pemanfaatannya pada daerah haruku maluku tengah |
| topic | utilization of geothermal potential, electrical power, reservoir temperature |
| url | https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/768 |
| work_keys_str_mv | AT heldaandayany potensienergipanasbumidanrekomendasipemanfaatannyapadadaerahharukumalukutengah AT mirthayunithasaririsakotta potensienergipanasbumidanrekomendasipemanfaatannyapadadaerahharukumalukutengah |