HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP PENINGKATAN INDEKS RASIO KARDIOTORAKS
Latar Belakang : Indeks rasio kardiotoraks merupakan suatu indeks pembesaran jantung yang didapat dari perbandingan diameter jantung dan lebar dada yang didapat dari pemeriksan foto toraks. Peningkatan indeks rasio kardiotoraks disebabkan karena adanya pembesaran jantung. Salah satu penyebab pembesa...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro
2017-06-01
|
| Series: | Jurnal Kedokteran Diponegoro |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/18547 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1849683190187294720 |
|---|---|
| author | Annisa Rizki Heryanti Lydia Purna Kusmiyati Tjahjono |
| author_facet | Annisa Rizki Heryanti Lydia Purna Kusmiyati Tjahjono |
| author_sort | Annisa Rizki Heryanti |
| collection | DOAJ |
| description | Latar Belakang : Indeks rasio kardiotoraks merupakan suatu indeks pembesaran jantung yang didapat dari perbandingan diameter jantung dan lebar dada yang didapat dari pemeriksan foto toraks. Peningkatan indeks rasio kardiotoraks disebabkan karena adanya pembesaran jantung. Salah satu penyebab pembesaran jantung adalah obesitas. Peningkatan berat badan pada penderita obesitas dapat memacu kerja jantung karena terjadi peningkatan kebutuhan metabolisme tubuh. Peningkatan kerja jantung ini dapat menyebabkan pembesaran jantung.
Tujuan : Membuktikan adanya hubungan obesitas dengan peningkatan indeks rasio kardiotoraks.
Metode : Data rekam medis yang dipilih berdasar kriteria inklusi yaitu pasien obesitas usia dewasa yang melakukan pemeriksaan foto toraks. Data disajikan deskriptif kemudian dianalisia dengan metode uji Fisher exact untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan peningkatan indeks rasio kardiotoraks.
Hasil : Dari data yang didapatkan pada 33 sampel pasien obesitas yang melakukan pemeriksaan foto toraks di RSUP Dr Kariadi Semarang tercatat 29 (87,9%) pasien mengalami peningkatan indeks rasio kardiotoraks dan 4 (12,1%) pasien tidak mengalami peningkatan indeks rasio kardiotoraks. Selanjutnya tidak didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara obesitas dengan peningkatan indeks rasio kardiotoraks (p=1,000)
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan bermakna antara obesitas dengan peningkatan indeks rasio kardiotoraks. |
| format | Article |
| id | doaj-art-a4e226c45e2f4864b728acfe8728d358 |
| institution | DOAJ |
| issn | 2540-8844 |
| language | English |
| publishDate | 2017-06-01 |
| publisher | Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro |
| record_format | Article |
| series | Jurnal Kedokteran Diponegoro |
| spelling | doaj-art-a4e226c45e2f4864b728acfe8728d3582025-08-20T03:23:59ZengFaculty of Medicine, Universitas DiponegoroJurnal Kedokteran Diponegoro2540-88442017-06-016231231810.14710/dmj.v6i2.1854718040HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP PENINGKATAN INDEKS RASIO KARDIOTORAKSAnnisa Rizki HeryantiLydia PurnaKusmiyati TjahjonoLatar Belakang : Indeks rasio kardiotoraks merupakan suatu indeks pembesaran jantung yang didapat dari perbandingan diameter jantung dan lebar dada yang didapat dari pemeriksan foto toraks. Peningkatan indeks rasio kardiotoraks disebabkan karena adanya pembesaran jantung. Salah satu penyebab pembesaran jantung adalah obesitas. Peningkatan berat badan pada penderita obesitas dapat memacu kerja jantung karena terjadi peningkatan kebutuhan metabolisme tubuh. Peningkatan kerja jantung ini dapat menyebabkan pembesaran jantung. Tujuan : Membuktikan adanya hubungan obesitas dengan peningkatan indeks rasio kardiotoraks. Metode : Data rekam medis yang dipilih berdasar kriteria inklusi yaitu pasien obesitas usia dewasa yang melakukan pemeriksaan foto toraks. Data disajikan deskriptif kemudian dianalisia dengan metode uji Fisher exact untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan peningkatan indeks rasio kardiotoraks. Hasil : Dari data yang didapatkan pada 33 sampel pasien obesitas yang melakukan pemeriksaan foto toraks di RSUP Dr Kariadi Semarang tercatat 29 (87,9%) pasien mengalami peningkatan indeks rasio kardiotoraks dan 4 (12,1%) pasien tidak mengalami peningkatan indeks rasio kardiotoraks. Selanjutnya tidak didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara obesitas dengan peningkatan indeks rasio kardiotoraks (p=1,000) Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan bermakna antara obesitas dengan peningkatan indeks rasio kardiotoraks.https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/18547obesitas, indeks massa tubuh, indeks rasio kardiotoraks |
| spellingShingle | Annisa Rizki Heryanti Lydia Purna Kusmiyati Tjahjono HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP PENINGKATAN INDEKS RASIO KARDIOTORAKS Jurnal Kedokteran Diponegoro obesitas, indeks massa tubuh, indeks rasio kardiotoraks |
| title | HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP PENINGKATAN INDEKS RASIO KARDIOTORAKS |
| title_full | HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP PENINGKATAN INDEKS RASIO KARDIOTORAKS |
| title_fullStr | HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP PENINGKATAN INDEKS RASIO KARDIOTORAKS |
| title_full_unstemmed | HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP PENINGKATAN INDEKS RASIO KARDIOTORAKS |
| title_short | HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP PENINGKATAN INDEKS RASIO KARDIOTORAKS |
| title_sort | hubungan obesitas terhadap peningkatan indeks rasio kardiotoraks |
| topic | obesitas, indeks massa tubuh, indeks rasio kardiotoraks |
| url | https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/18547 |
| work_keys_str_mv | AT annisarizkiheryanti hubunganobesitasterhadappeningkatanindeksrasiokardiotoraks AT lydiapurna hubunganobesitasterhadappeningkatanindeksrasiokardiotoraks AT kusmiyatitjahjono hubunganobesitasterhadappeningkatanindeksrasiokardiotoraks |