Pengurangan Risiko Kegagalan Panen Melalui Sistem Budidaya Padi Organik Rakit Apung Tangguh Bencana

Wilayah Desa Laskap dilanda banjir setiap tahunnya dengan ketinggian genangan berkisar 0,6-2 meter, terutama dalam kurung waktu 10 tahun terakhir. Situasi hidrologi Desa Laskap masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut, sehingga meningkatkan frekuensi kejadian banjir genangan pada lahan pertania...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Ichwan Muis, Siaulhak Siaulhak, Andi Safitri Sacita, Herdhata Agusta, Ani Kurniawati
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah 2024-11-01
Series:Madaniya
Subjects:
Online Access:https://madaniya.biz.id/journals/contents/article/view/1062
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Wilayah Desa Laskap dilanda banjir setiap tahunnya dengan ketinggian genangan berkisar 0,6-2 meter, terutama dalam kurung waktu 10 tahun terakhir. Situasi hidrologi Desa Laskap masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut, sehingga meningkatkan frekuensi kejadian banjir genangan pada lahan pertanian yang berujung pada penurunan produktifitas padi dan peningkatan resiko gagal panen. Solusi terkait dengan permasalahan yang dihadapi yakni sistem budidaya padi organik rakit apung tangguh bencana yang adaptif bagi petani di daerah rawan banjir. Meode atau tahapan dalam kegiatan ini yakni, tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan, tahapan evaluasi dan tahapan keberlanjutan program. Hasil kegiatan yang dilakukan dengan sasaran Kelompok Tani Pada Idi dan Kelompok Tani Padi Hijau berhasil dilaksanakan dengan baik. Bagi kelompok tani dapat memahami mengenai cara melakukan sistem budidaya padi organik rakit apung didaerah banjir dan dapat memahami potensi pasar serta cara pengembangan produk pertanian organik. Selain itu dapat langsung mempraktekan dengan pelatihan membuat padi rakit apung yang dapat diterapkan di lahan yang rawan banjir.
ISSN:2721-4834