Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE)
Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) adalah kelainan pada regio hip dimana didapatkan pergeseran dari epifisis kaput femoris mulai dari area metafisis hingga fisis. Prevalensi SCFE berbeda-beda mengikuti kelompok etnis tertentu, kondisi geografis, lokasi, dan perubahan musim. SCFE sering dijumpa...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Universitas Andalas
2021-07-01
|
| Series: | Majalah Kedokteran Andalas |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://jurnalmka.fk.unand.ac.id/index.php/art/article/view/813 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850195050458251264 |
|---|---|
| author | Laskar Pradnyan Kloping Sulis Bayusentono Komang Agung Irianto |
| author_facet | Laskar Pradnyan Kloping Sulis Bayusentono Komang Agung Irianto |
| author_sort | Laskar Pradnyan Kloping |
| collection | DOAJ |
| description | Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) adalah kelainan pada regio hip dimana didapatkan pergeseran dari epifisis kaput femoris mulai dari area metafisis hingga fisis. Prevalensi SCFE berbeda-beda mengikuti kelompok etnis tertentu, kondisi geografis, lokasi, dan perubahan musim. SCFE sering dijumpai pada anak-anak Hispanik dan Afrika dengan jumlah mencapai 3,94 hingga 2,53 kali dibandingkan anak-anak Kaukasia. Rasio antara anak laki-laki dibandingkan perempuan sebesar 1,6:1, dimana rasio ini mewakili usia puncak pertumbuhan mereka, yaitu usia 10 hingga 16 tahun, dengan usia rata-rata 12 tahun pada anak perempuan dan 13,5 tahun pada anak laki-laki. Pada pasien usia dewasa muda, SCFE dikaitkan dengan gangguan metabolisme endokrin. Faktor lain seperti genetika dapat berperan dalam SCFE dimana adanya riwayat di keluarga menyebabkan variabilitas yang lebih besar. Proses penentuan diagnosis yang tertunda dapat menyebabkan perburukan dari kondisi awal pasien, hingga terjadinya gejala proses degenerasi awal yang berujung arthritis sendi pinggul. Tidak jarang, diagnostik yang terlambat berujung pada kecacatan premanen. Dibutuhkan pemeriksaan awal (screening) berskala besar untuk SCFE yang belum pernah dilakukan hingga sekarang, agar proses penetuan diagnosis dapat dibuat lebih cepat. |
| format | Article |
| id | doaj-art-9e625dd1d809456a87d98c4a6dcfb9dc |
| institution | OA Journals |
| issn | 0126-2092 2442-5230 |
| language | English |
| publishDate | 2021-07-01 |
| publisher | Universitas Andalas |
| record_format | Article |
| series | Majalah Kedokteran Andalas |
| spelling | doaj-art-9e625dd1d809456a87d98c4a6dcfb9dc2025-08-20T02:13:52ZengUniversitas AndalasMajalah Kedokteran Andalas0126-20922442-52302021-07-0144213514710.25077/mka.v44.i2.p134-146.2021416Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE)Laskar Pradnyan Kloping0Sulis Bayusentono1Komang Agung Irianto2Departemen/SMF Orthopaedi dan Traumatologi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr. SoetomoDepartemen/SMF Orthopaedi dan Traumatologi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr. SoetomoDepartemen/SMF Orthopaedi dan Traumatologi, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr. SoetomoSlipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) adalah kelainan pada regio hip dimana didapatkan pergeseran dari epifisis kaput femoris mulai dari area metafisis hingga fisis. Prevalensi SCFE berbeda-beda mengikuti kelompok etnis tertentu, kondisi geografis, lokasi, dan perubahan musim. SCFE sering dijumpai pada anak-anak Hispanik dan Afrika dengan jumlah mencapai 3,94 hingga 2,53 kali dibandingkan anak-anak Kaukasia. Rasio antara anak laki-laki dibandingkan perempuan sebesar 1,6:1, dimana rasio ini mewakili usia puncak pertumbuhan mereka, yaitu usia 10 hingga 16 tahun, dengan usia rata-rata 12 tahun pada anak perempuan dan 13,5 tahun pada anak laki-laki. Pada pasien usia dewasa muda, SCFE dikaitkan dengan gangguan metabolisme endokrin. Faktor lain seperti genetika dapat berperan dalam SCFE dimana adanya riwayat di keluarga menyebabkan variabilitas yang lebih besar. Proses penentuan diagnosis yang tertunda dapat menyebabkan perburukan dari kondisi awal pasien, hingga terjadinya gejala proses degenerasi awal yang berujung arthritis sendi pinggul. Tidak jarang, diagnostik yang terlambat berujung pada kecacatan premanen. Dibutuhkan pemeriksaan awal (screening) berskala besar untuk SCFE yang belum pernah dilakukan hingga sekarang, agar proses penetuan diagnosis dapat dibuat lebih cepat.https://jurnalmka.fk.unand.ac.id/index.php/art/article/view/813slipped capital femoral epiphysis (scfe)sendi pingguldiagnosis |
| spellingShingle | Laskar Pradnyan Kloping Sulis Bayusentono Komang Agung Irianto Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) Majalah Kedokteran Andalas slipped capital femoral epiphysis (scfe) sendi pinggul diagnosis |
| title | Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) |
| title_full | Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) |
| title_fullStr | Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) |
| title_full_unstemmed | Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) |
| title_short | Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) |
| title_sort | slipped capital femoral epiphysis scfe |
| topic | slipped capital femoral epiphysis (scfe) sendi pinggul diagnosis |
| url | https://jurnalmka.fk.unand.ac.id/index.php/art/article/view/813 |
| work_keys_str_mv | AT laskarpradnyankloping slippedcapitalfemoralepiphysisscfe AT sulisbayusentono slippedcapitalfemoralepiphysisscfe AT komangagungirianto slippedcapitalfemoralepiphysisscfe |