Pengaruh Simvastatin Terhadap Kadar Proliferasi Limfosit Mencit Balb/C yang Diinduce Sepsis dengan LPS

Latar Belakang : Statin, inhibitor 3-hidroxy-3-methylglutaryl coenzyme A (HMG-CoA) reductase merupakan agen yang paling efektif dalam menurunkan lipid dan mempunyai efek pleiotrofik yaitu anti inflamatori dan immunomodulatori. Statin juga memodifikasi interaksi interseluler dan kemotaksis seluler pa...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Made Ryan Kharmayani, Haris Lutfi, Danu Soesilowati
Format: Article
Language:English
Published: Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro 2013-11-01
Series:JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)
Subjects:
Online Access:https://ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/6309
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850118445338722304
author Made Ryan Kharmayani
Haris Lutfi
Danu Soesilowati
author_facet Made Ryan Kharmayani
Haris Lutfi
Danu Soesilowati
author_sort Made Ryan Kharmayani
collection DOAJ
description Latar Belakang : Statin, inhibitor 3-hidroxy-3-methylglutaryl coenzyme A (HMG-CoA) reductase merupakan agen yang paling efektif dalam menurunkan lipid dan mempunyai efek pleiotrofik yaitu anti inflamatori dan immunomodulatori. Statin juga memodifikasi interaksi interseluler dan kemotaksis seluler pada sistem imun serta berpotensi mempengaruhi limfosit T dengan cara menghambat iinteraksi antara adhesi molekul seluler leukocyte function-associated antigen-1 (LFA-1) dan intercellular adhesion molecule-1 (ICAM-1), juga menurunkan interferon gamma (IFN -ɣ) yang berperan dalam ekspresi class II major histocompatibilty complex (MHC II) pada antigen precenting cells (APC) dan merupakan proses penting dalam aktivasi sel T. Penurunan ekspresi MHC II berakibat pada inhibisi aktivasi CD 4 limfosit, sehingga mengakibatkan penurunan diferensiasi T helper-1 (Th1) dan pelepasan sitokin proinflamasi juga menurun. Tujuan : Membuktikan efek simvastatin dosis bertingkat peroral pada mencit yang diberi LPS intraperitoneal terhadap penurunan kadar proliferasi limfosit. Metode : Penelitian eksperimental laboratorik dengan desain randomized post test only controlled group pada 20 ekor mencit Balb/c yang disuntik lipopolisakarida 10 mg/KgBB intraperitoneal dan simvastatin dosis 0,03 mg, 0,06 mg dan 0,12 mg peroral. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok secara random, yaitu K1 sebagai control,  K2 yang mendapat simvastatin 0,03 mg, K3 yang mendapat simvastatin 0,06 mg dan K4 yang mendapat simvastatin 0,12 mg. Pemeriksaan limfosit diambil dari kultur limpa setelah 72 jam pemberian simvastatin. Uji statistik yang digunakan adalah parametrik ANOVA dan dilanjutkan Posteriori Hasil : Kadar rerata limfosit kelompok K1 (1,546 ± 0,106), K2 (0,541 ± 0,046), K3 (0,471 ± 0,013) dan K4 (0,553 ± 0,02). Terdapat penurunan kadar limfosit secara signifikan pada kelompok K2, K3 dan K4 dibanding K1 dengan p <0,05. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar limfosit kelompok K2 dengan kelompok K3 dan K4 ( p>0,05) tetapi didapatkan perbedaan bermakna antara kelompok K3 dibandingkan kelompok K4 ( p<0,05). Simpulan : Simvastatin secara signifikan menurunkan kadar proliferasi limfosit pada mencit yang diberi LPS intraperitoneal. Dosis 0,06 mg memiliki efek menekan kadar proliferasi limfosit paling besar.
format Article
id doaj-art-9d1ce93e20494cdc81c2000019df218d
institution OA Journals
issn 2337-5124
2089-970X
language English
publishDate 2013-11-01
publisher Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro
record_format Article
series JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)
spelling doaj-art-9d1ce93e20494cdc81c2000019df218d2025-08-20T02:35:53ZengFakultas Kedokteran, Universitas DiponegoroJAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)2337-51242089-970X2013-11-015319320210.14710/jai.v5i3.63095514Pengaruh Simvastatin Terhadap Kadar Proliferasi Limfosit Mencit Balb/C yang Diinduce Sepsis dengan LPSMade Ryan Kharmayani0Haris Lutfi1Danu Soesilowati2Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, IndonesiaBagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, IndonesiaBagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, IndonesiaLatar Belakang : Statin, inhibitor 3-hidroxy-3-methylglutaryl coenzyme A (HMG-CoA) reductase merupakan agen yang paling efektif dalam menurunkan lipid dan mempunyai efek pleiotrofik yaitu anti inflamatori dan immunomodulatori. Statin juga memodifikasi interaksi interseluler dan kemotaksis seluler pada sistem imun serta berpotensi mempengaruhi limfosit T dengan cara menghambat iinteraksi antara adhesi molekul seluler leukocyte function-associated antigen-1 (LFA-1) dan intercellular adhesion molecule-1 (ICAM-1), juga menurunkan interferon gamma (IFN -ɣ) yang berperan dalam ekspresi class II major histocompatibilty complex (MHC II) pada antigen precenting cells (APC) dan merupakan proses penting dalam aktivasi sel T. Penurunan ekspresi MHC II berakibat pada inhibisi aktivasi CD 4 limfosit, sehingga mengakibatkan penurunan diferensiasi T helper-1 (Th1) dan pelepasan sitokin proinflamasi juga menurun. Tujuan : Membuktikan efek simvastatin dosis bertingkat peroral pada mencit yang diberi LPS intraperitoneal terhadap penurunan kadar proliferasi limfosit. Metode : Penelitian eksperimental laboratorik dengan desain randomized post test only controlled group pada 20 ekor mencit Balb/c yang disuntik lipopolisakarida 10 mg/KgBB intraperitoneal dan simvastatin dosis 0,03 mg, 0,06 mg dan 0,12 mg peroral. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok secara random, yaitu K1 sebagai control,  K2 yang mendapat simvastatin 0,03 mg, K3 yang mendapat simvastatin 0,06 mg dan K4 yang mendapat simvastatin 0,12 mg. Pemeriksaan limfosit diambil dari kultur limpa setelah 72 jam pemberian simvastatin. Uji statistik yang digunakan adalah parametrik ANOVA dan dilanjutkan Posteriori Hasil : Kadar rerata limfosit kelompok K1 (1,546 ± 0,106), K2 (0,541 ± 0,046), K3 (0,471 ± 0,013) dan K4 (0,553 ± 0,02). Terdapat penurunan kadar limfosit secara signifikan pada kelompok K2, K3 dan K4 dibanding K1 dengan p <0,05. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar limfosit kelompok K2 dengan kelompok K3 dan K4 ( p>0,05) tetapi didapatkan perbedaan bermakna antara kelompok K3 dibandingkan kelompok K4 ( p<0,05). Simpulan : Simvastatin secara signifikan menurunkan kadar proliferasi limfosit pada mencit yang diberi LPS intraperitoneal. Dosis 0,06 mg memiliki efek menekan kadar proliferasi limfosit paling besar.https://ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/6309lipopolysaccharidesimvastatinlymphocyte proliferation
spellingShingle Made Ryan Kharmayani
Haris Lutfi
Danu Soesilowati
Pengaruh Simvastatin Terhadap Kadar Proliferasi Limfosit Mencit Balb/C yang Diinduce Sepsis dengan LPS
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)
lipopolysaccharide
simvastatin
lymphocyte proliferation
title Pengaruh Simvastatin Terhadap Kadar Proliferasi Limfosit Mencit Balb/C yang Diinduce Sepsis dengan LPS
title_full Pengaruh Simvastatin Terhadap Kadar Proliferasi Limfosit Mencit Balb/C yang Diinduce Sepsis dengan LPS
title_fullStr Pengaruh Simvastatin Terhadap Kadar Proliferasi Limfosit Mencit Balb/C yang Diinduce Sepsis dengan LPS
title_full_unstemmed Pengaruh Simvastatin Terhadap Kadar Proliferasi Limfosit Mencit Balb/C yang Diinduce Sepsis dengan LPS
title_short Pengaruh Simvastatin Terhadap Kadar Proliferasi Limfosit Mencit Balb/C yang Diinduce Sepsis dengan LPS
title_sort pengaruh simvastatin terhadap kadar proliferasi limfosit mencit balb c yang diinduce sepsis dengan lps
topic lipopolysaccharide
simvastatin
lymphocyte proliferation
url https://ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/6309
work_keys_str_mv AT maderyankharmayani pengaruhsimvastatinterhadapkadarproliferasilimfositmencitbalbcyangdiinducesepsisdenganlps
AT harislutfi pengaruhsimvastatinterhadapkadarproliferasilimfositmencitbalbcyangdiinducesepsisdenganlps
AT danusoesilowati pengaruhsimvastatinterhadapkadarproliferasilimfositmencitbalbcyangdiinducesepsisdenganlps