Penguatan Jaringan Aliansi Inklusi Dalam Mengadvokasi Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Ploso Jombang

Lambannya proses penegakan hukum terhadap tersangka kasus kekerasan seksual di pesantren Ploso Jombang menjadi catatan sejarah rumitnya penanganan kasus kekerasan seksual di lembaga keagamaan. Dinamika kuasa yang dimiliki oleh MSAT, kepemilikan sektor perekonomian yang besar di Jombang menjadi salah...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Ressa Nur Ambar Wilujeng, Nurhadi Nurhadi, Dwi Astutik
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Negeri Padang 2024-12-01
Series:Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education
Subjects:
Online Access:https://socius.ppj.unp.ac.id/index.php/socius/article/view/745
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Lambannya proses penegakan hukum terhadap tersangka kasus kekerasan seksual di pesantren Ploso Jombang menjadi catatan sejarah rumitnya penanganan kasus kekerasan seksual di lembaga keagamaan. Dinamika kuasa yang dimiliki oleh MSAT, kepemilikan sektor perekonomian yang besar di Jombang menjadi salah satu alasan sulitnya para korban mendapatkan keadilan. Women’s Crisis Center (WCC) Jombang sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang pendampingan perempuan korban kekerasan seksual berbasis gender berupaya untuk membantu korban dengan membentuk jaringan aliansi inklusi yang beranggotakan dari beberapa komunitas daerah Jombang dan masyarakat secara personal. Perjalanan panjang aliansi dalam mengadvokasi kasus ini dengan berbagai kendala yang mereka terima membuat penelitian ini harus dilakukan untuk mengetahui penguatan jaringan aliansi inklusi dalam mengadvokasi kasus kekerasan seksual di pesantren Ploso Jombang. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, untuk memperoleh data dilakukan teknik wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, dan untuk menganalisis data memilih metode dari Miles & Huberman yaitu; reduksi data; penyajian data; dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan jaringan aliansi terbentuk secara internal dan eksternal, secara internal penguatan aliansi terjadi di dalam hubungan antar anggota atas dasar kepercayan dan norma yang tidak tertulis, melalui pembagian peran; saling menjaga komunikasi dan keamanan antar anggota; menghargai setiap kontribusi; serta keputusan untuk mempertahankan aliansi hingga saat ini merupakan bentuk kuatnya jaringan aliansi. Secara eksternal, aliansi didukung oleh beberapa pihak lokal di luar aliansi seperti Gus AA dan FRMJ; lembaga tinggi kenegaraan; dan beberapa media lokal dan nasional.
ISSN:2356-4180
2442-8663